Don'T Forget Me , Only You My Love Forever

Don'T Forget Me , Only You My Love Forever
Jatuh Cinta


__ADS_3

Clara baru saja keluar dari kelasnya bersama kedua sahabatnya, tiba- tiba Hpnya berbunyi.. ternyata itu WA dari Rey yang menanyakan kapan ia pulang. Clara pun membalas dengan menjawab bahwa tepat di waktu itu ia pulang, karena di hari itu ada perubahan jam pelajaran sehingga seluruh siswa pulang 2 jam lebih awal dari biasanya.


Rey menyuruh Clara untuk menunggunya datang, dan Clara mengikuti perkataan Rey.


Clara menunggu sekitar 20 menit di kantin sekolahnya hingga Rey tiba.


Rey meminta maaf kepada Clara karena membuatnya menunggu cukup lama. Clara memaklumi kesalahan Rey karena memang ia tidak memberitahu kapan ia selesai bersekolah. Akhirnya mereka sampai di rumah Clara.


" Aku langsung pergi y peri.. " Rey berpamitan dan langsung pergi.


"Iya.. terimakasih opa..." Clara melambaikan tangannya.


Clara masuk ke dalam rumah dan kemudian pergi ke kamarnya. Ia mengganti bajunya dan masuk ke dalam pintu rahasia.


Sesampainya di negeri sihir Clara tidak melihat Styfen di sana. Ia berganti baju kerajaan dengan meminjam pakaian Laura dan kemudian keluar untuk mencari Styfen. Ternyata Styfen sedang berada di perpustakaan kerajaan.


"Untung saja aku bisa memakai sihir, kalau tidak akan butuh 1 bulan bahkan mungkin lebih untuk mencarimu di negeri ini" Clara berjalan memasuki perpustakaan sambil memainkan tongkat sihirnya.

__ADS_1


" Mantra apa yang kamu pakai untuk mencariku?" Styfen penasaran.


"Aku g pake mantra.. aku ayunin terus aku bilang *cari keberadaan pangeran Styfen*, tiba- tiba keluar cahaya biru dan terbang.. y aku ikuti aja😁" Clara sangat senang betapa mudahnya ia mengunakan sihir.


"Wah.. enak sekali manusia sepertimu.. untuk kami harus mengunakan mantra kusus dan harus menghafalnya jika ingin melakukan perintah yang cukup sulit untuk tongkat sihir kami" Styfen mengeluh sambil turun dari tangga kecil di tempat itu.


" Awas.. " Clara berteriak sambil mengayunkan tongkat sihirnya.


Clara cukup cekatan mengunakan sihir, saat ia melihat Styfen hampir saja jatuh ia membuat badan pria ini berayun- ayun di udara.


" Wah.. kamu sungguh hebat.. sekarang cepat turunkan aku.. berhentilah memainkanku, atau akan ku buat kamu terbang juga" Styfen mengancam Clara.


Akhirnya Styfen pun mengeluarkan tongkat sihirnya dan membuat Clara menjadi terbang juga.. mereka terus berterbangan di udara saling mengerjai antara satu dan yang lain. Tak di sangka Clara mengayunkan tongkatnya terlalu tinggi kali ini.. Styfen terantuk dinding dan menjatuhkan beberapa buku bahkan hampir saja terantuk atap ruang. Karena kaget konsentrasi Styfen terpecah, Clara hampir saja jatuh.. Styfen langsung menariknya dengan mantra dan mereka turun dari atap gedung. Styfen mengendong Clara dan terbang turun dengan perlahan. Mereka saling menatap satu sama lain.


"Kamu baik- baik saja?" Styfen bertanya sambil menurunkan Clara dari dekapannya.


Clara tidak menjawab dia terpaku memandang wajah Styfen. Melihat Clara dari tempat yang sangat dekat membuat Styfen hanyut terbawa suasana.. karena Clara berparas cantik dan sangat seksi, Styfen hilang kendali. Styfen mendekatkan wajahnya dan berniat mencium bibir Clara.

__ADS_1


" He.. " ketika baru saja ia ingin memejamkan matanya Clara mundur satu langkah.


Clara memandang Styfen dan kemudian berbalik lalu berlari keluar.


" Apa ini... perasaan apa ini?" Clara berlari semakin cepat, jantungnya berdetak sangat kencang.


" Bodohnya... aku memang sudah tua di negeri ini tapi sebenernya aku kan masih kecil" Clara terus berlari sambil memukul kepalanya hingga sampai di kamar Laura.


Clara sangat panik, jantungnya masih saja berdegub kencang, tapi di waktu yang sama ia merasa sangat senang, wajah Styfen membayangi dirinya.


"Gawat sepertinya aku jatuh cinta" Clara bersandar di belakang pintu setelah ia menutup pintu kamar.


" Clara.." Styfen memangil dari luar.


Mendengar suara Styfen Clara bergegas masuk ke dalam tembok dan kembali ke rumahnya.


Sesampainya di rumah Clara kebingungan karena lupa mengganti pakaiannya. Ia berjalan perlahan dan menggendap- endap berharap tidak berjumpa orang lain.

__ADS_1


Tapi harapannya sirna ia berpapasan dengan kedua adiknya Sofy dan Vira yang baru berjalan bersama menuju kebun belakang rumah.


Bersambung...


__ADS_2