
Sesampainya di rumah Clara langsung memasuki kamarnya dan bersiap untuk berangkat ke sekolah.. ia melakukan segala aktifitas dengan sangat bersemangat di hari itu.
Tiba waktunya Tn. Hendi dan keluarganya berangkat ke Inggris. Sehari sebelum mereka berangkat diadakan acara makan malam bersama di rumah Clara. Dua keluarga ini makan bersama dan berbincang- bincang.
" Baiklah... ayo mendekat kemari semuanya.. jadi gini.. kami sepakat akan menjodohkan Rey dan Clara" Tn. Styven memberi pengumuman.
Mendengar hal ini entah mengapa pikiran Clara malah tertuju kepada Styfen, di telinga Clara terngiyang- ngiyang kata- kata Styfen yang merindukannya.. yang diucapkan dengan senyum indah di wajah tampan Styfen. Kala itu Clara menanggapinya biasa saja tapi ternyata cukup berkesan juga untuknya.
" Betul .. tapi acara resminya kita adakan 3 tahun lagi.. Rey sudah lulus kuliah dan Clara juga sudah lulus SMA dan masuk universitas" Tn. Hendi menambahkan.
" Waktu 3 tahun kedepan nanti pakailah untuk saling mengenal.. kalian ngerti kan Rey ? Clara? " Tn. Styven memberi nasehat kepada mereka berdua.
Rey menganggukkan kepalanya dan melihat ke arah Clara tapi Clara masih berada di dalam lamunannya.
"Clara..??" Tn.Styven melihat ke arah Clara dan mengunakan nada sedikit lebih keras untuk memanggil Clara.
"Iy.. iy.. pa.. βΊοΈ" Clara terperanjat mendengar panggilan papanya. Serontak ia menjawab iya saja, tanpa tahu apa yang ia setujui.
Setelah acara pengumuman itu keluarga Tn. Hendi berpamitan dan pergi dari rumah Clara. Sementara Clara masuk ke kamar Sofy untuk mencari informasi.. terutama tentang hal apa yang ia setujui.
Sofy menjelaskan semuanya, akhirnya Clarapun mengetahui situasinya. Kemudian ia kembali ke dalam kamarnya, mencuci mukanya, menyikat gigi dan kemudian menganti bajunya lalu pergi tidur.
__ADS_1
Pagi harinya Clara bangun jam 4 lagi, tapi ia tidak mendengar suara biola Styfen kali ini. Clara berfikir mungkin saja Styfen mengikuti perkataanya. Clara bangun dari ranjangnya, baru ingin membuka pintu kamar ia tidak sengaja melihat tasnya.
"Haduh.. iya aku belum menyiapkan jadwal, tugas rumahku.. juga belum aku kerjakan.. gawat.. π°π©π" Clara langsung saja mengambil tasnya dan melihat jadwal yang ia tempel di meja belajarnya.
Clara bergegas menyelesaikan pekerjaan rumahnya dan kemudian merapikannya di dalam tas sekolah segera sesudah usai.
" Hem .. untung saja aku bangun pagi..ππ" Clara merasa damai dan ia mensyukuri kebiasaannya bangun jam 4 pagi.
Clara kemudian segera bersiap untuk berangkat sekolah. Seusai sarapan ia dan kedua adiknya menunggu papanya di halaman.
"ππΆ" bunyi clakson mobil.
"Loh Rey.. maksudku kak Rey .. kok di sini?" Clara bertanya kepada Rey dari jendela mobil yang terbuka.
" Mulai hari ini Rey akan nganter kamu ke sekolah.. pulangnya juga.. kecuali kalau Rey ada urusan baru kamu berangkat dan pulang sama papa atau mas Aji.. dah ayo berangkat" Tn.Styven berbicara sambil memegang pundak Clara dan menariknya masuk kedalam mobil.
"π" karena malu Clara hanya tersenyum.
" Emm.. biar g canggung aku panggil kamu peri y.. kamu boleh panggil aku apa aja..π" Rey berbicara dengan sedikit tersenyum sambil menjalankan mobilnya.
"He.. kenapa peri? tapi g papa lah.. lagian aku emang bisa sihir kok..π" Clara keceplosan.
__ADS_1
Mendengar perkataan Clara, Rey hanya diam dan memandangnya dengan muka datar.
"Bercanda.. ππ.. aku panggil kamu opa aja.. bokek kan?" Clara mencoba mengalihkan pembicaraan.
" Opa?π€ g papa sih, tapi ntar aku di kira kakekmu gimana?" Rey mencoba mencari nama lain.
" y udah kalo gitu.. kak aja lah.. kayaknya aku lebih nyaman gitu.
Rey tidak menjawab lagi perkataan Clara, mereka saling diam hingga tiba di sekolah Clara .
"Terimakasih kak.." Clara turun dari mobil dan melambaikan tangan kepada Rey yang terlihat dari jendela.
" Berikan nomormu.. " tiba- tiba Rey keluar dari mobilnya dan mendekati Clara.
Clara memberikan ponselnya kepada Rey dan Rey menyimpan nomor Clara di Hpnya.
"Panggil opa juga boleh..π " Rey berbisik kepada Clara sambil mengembalikan Hpnya, kemudian Rey berbalik dan kembali masuk ke dalam mobil.
"ππΆ" lagi- lagi Rey mengclakson, sebagai tanda kepergiannya.
Clara tersenyum dan kemudian melangkah masuk ke pintu gerbang sekolahnya.
__ADS_1
Bersambung...