Don'T Forget Me , Only You My Love Forever

Don'T Forget Me , Only You My Love Forever
Kebenaran


__ADS_3

" Aku kangen.. kangen sekali dengan keluargaku.. " Putri Laura akhirnya meneteskan air mata ia tidak dapat menahannya lagi.


Clara memberikan tisu kepada Putri Laura. Putri yang anggun ini menangis tersedu- sedu hingga putranya hampir ikut menangis karena melihatnya. Putri Laurapun bergegas menghapus air matanya dan berusaha tegar di depan putranya. Ia sedikit tersenyum agar anaknya tidak takut.


"Hari itu aku marah kepada Ibu.. aku bilang aku tidak mau di jodohkan karena aku sudah memiliki seseorang di dalam hatiku.. tapi ibu Ratu tidak mau dengar ia malah memarahiku.. Aku pergi dan masuk ke rumah ini.. suamiku membawaku ke kamarnya setelah aku bercerita tentang masalah ini di lorong" Laura bercerita sambil memberikan camilan kepada putranya.


"Kemudian anda memutuskan untuk tinggal di sini begitu?" Clara bertanya lagi.


"Aku tidak memutuskan tinggal, tapi takdir yang memaksaku.. malam itu suamiku memberiku saran untuk kembali dan berbaikan dengan ibu.. dia bilang aku harus membicarakan permasalahan dengan cara yang baik bukan tiba- tiba kabur seperti itu, dia juga bilang kalau perbuatan semacam itu tidak baik bagi seorang putri kerajaan.. aku mengikuti saranya.. tepat tengah malam dia mengantarku untuk pulang.. dan....." putri Laura menghentikan pembicaraannya ia memandang Clara.


Clara hanya diam memandang sang putri dan mencoba meraba apa yang ada di dalam benak putri cantik itu, matanya berbinar- binar seakan Clara merasakan duka yang putri alami.


Putri Laura menunduk.. ia kembali meneteskan air mata yang dari tadi memang sudah menggenang di matanya. Ia menyekanya dengan tisu.. dan kembali bercerita.

__ADS_1


Malam itu putri Laura dan suaminya sudah ada di depan pintu rahasia. Karena pasangan ini masih muda dan saling cinta.. sebelum melepas kepergian putri Laura suaminya mencium bibir putri Laura dengan mesra.. mereka cukup lama berada di depan pintu sembari menikmati kebersamaan yang entah kapan akan mereka rasakan lagi.


Selang beberapa waktu putri Laura melepas pelukannya dan langsung meloncat masuk ke dalam pintu. Di sinilah dimulainya malapetaka itu.. mengakibatkan putri Laura tidak dapat pulang untuk selamanya.


"Malam itu aku jatuh terlontar ke dalam pelukan suamiku.. kepalaku berdarah karena terantuk dinding.." putri Laura kembali menangis.


" Maksud anda pintu itu tertutup?" Clara terkejut mendengarnya.


" Aku berusaha berdiri dengan kepala yang berputar- putar, aku mendorong tembok itu berulang kali tapi tak ada harapan.. suamiku mencoba membantuku dengan menyangga tubuhku.. karena hanya hal itu yang dapat ia lakukan kala itu, kamu tentu tau.. kalau hanya orang tertentu saja yang bisa masuk bukan?" putri Laura memandang Clara.


"Kami terus berusaha hingga pagi berada di sana.. akhirnya aku pingsan.. melihat kondisiku suamiku menggendongku dan membawaku ke kamarnya. Ia mengobati lukaku, dan membiarkan aku istirahat di sana.. setelah beberapa jam, saat aku terbangun ada seorang dokter yang sedang menyiapkan peralatannya untuk memeriksaku, kedua mertuaku juga ada di kamar itu, ternyata orang tuanya sudah tau tentang aku.. ibunya memelukku dengan erat dan berkata akan menjadi ibu yang baik untukku.. kala itu aku sangat panik dan tidak dapat berkata- kata.. entah apa yang baru saja terjadi kepadaku.. selanjutnya kami menikah dan pindah dari rumah ini" putri Laura mengambil minum dan ia berikan kepada anaknya.


" Hingga saat ini aku masih belum tau penyebab pastinya.. kenapa tiba- tiba pintu itu tertutup, tapi jika kamu dapat masuk berarti kesalahannya ada padaku... entah apa penyebabnya aku tidak boleh pulang, hal yang paling mungkin hanya satu yaitu kesalahanku yang membiarkan suamiku mencium bibirku di malam itu" Putri Laura menghela nafas.

__ADS_1


"Berhati- hatilah mulai hari ini.. aku tidak mau jika harus ada orang lain yang mengalami hal sama sepertiku pintu itu dapat tertutup kapan saja tanpa kita sadari.." Putri Laura menggenggam tangan Clara dengan sangat erat dan memandang Clara dengan mata yang berbinar- binar.


"Aku akan berhati- hati putri.. apa anda ingin memberikan sesuatu untuk keluarga anda? mungkin surat? aku akan memberikannya kepada mereka.."


Putri Laura membuka tasnya ia mengambil sebuah buku .. di dalamnya terdapat sebuah amplop berwarna merah muda.


"Aku selalu menyimpan ini di dalam tasku.. tolong berikan kepada keluargaku dan katakan kepada ibu dan ayah agar tidak khawatir, katakan aku baik- baik saja dan hidup bahagia di sini.. katakanlah bahwa aku sangat menyesal dan minta maaf atas segalanya... katakan aku.." putri Laura berhenti berbicara ketika tiba- tiba Clara berdiri dari tempat duduknya.


" Tidak bisa begini.. tulis saja sebuah surat putri aku akan menyampaikannya.. atau tunggu sebentar y putri... " Clara pergi dan masuk ke dalam kamarnya.


Beberapa menit kemudian ia keluar dan membawa sebuah alat untuk merekam suara.


" Bicaralah putri.. semoga ini bisa... terakhir kali aku membawa hp.. hpku rusak.. kalau ini aku belum pernah coba.. untuk berjaga- jaga tuliskan surat juga y putri.." Clara menyodorkan alat perekam kecil itu.

__ADS_1


Putri Laura merekam suaranya ia berbicara dengan sangat bahagia, putri juga menuliskan sebuah surat dan memasukkannya ke dalam amplop merah muda.


Bersambung....


__ADS_2