
Tn. Hendi Rey datang bersama istri dan kedua anaknya, Alberto Rey dan Jeslyn Kalina Rey.
" Hai.. sahabatku, akhirnya kita bertemu juga" sapa Tn. Hendi sambil memeluk Tn. Styven.
"Iya akhirnya, kamu sih tidak pernah pulang Hen.." sahut tuan Styven.
" Iya maklum banyak kerjaan, bulan ini sengaja aku ambil libur jadi aku bisa pulang sekalian liburan sama keluarga.." Tn. Hendi bercerita.
" Em.. la mau liburan ke mana ni rencananya Hen?" tanya Tn.Styven.
" Rencana sih mau ke Bali Ven.. gimana kalo keluarga kita liburan bareng aja?" ajak Tn. Hendi.
" Boleh.. Hen.. nanti coba aku sama Intan ambil cuti tambahan, kapan y enaknya? emm... Minggu depan aja gimana?" tanya Tn. Styven.
" Setuju aku.. nanti kita ketemuan di Bali, biar aku yang siapin tempatnya" jawab Tn.Hendi.
"Ok deh kalo gitu.. ayo kita makan dulu.. mari- mari... " Tn. Styven mempersilahkan tamunya sambil menuju ruang makan.
Sesampainya di ruang makan, Ny.Intan bersalaman dengan mereka dan mempersilahkan tamunya untuk duduk, tak lupa ia juga menyuruh ketiga anaknya memberi salam. Kemudian mereka makan siang bersama.
Setelah selesai makan anak laki-laki Tn.Hendi, Rey ingin pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
" Emm.. maaf Om, kamar mandinya di sebelah mana ya?" tanya Rey.
" Oh.. di sana Rey, pojok ruangan, deket dapur, belok kanan.. biar Clara anter.." jawab Tn.Styven, sambil memberi kode ke Clara.
Clara berdiri dari kursinya dan menganggukkan kepalanya sambil menunjukkan jalan. Sesampainya di depan toilet.
" Aduh.." Clara berteriak karena terpeleset air yang tidak sengaja di tumpahkan oleh mas Aji.
Spontan Rey yang berada di belakang Clara langsung memegangnya, sehingga Clara tidak jadi jatuh. Mereka saling menatap cukup lama.
" Wah.. ganteng juga ni anak temen papa, mana wajahnya kinclong banget g ad jerawat, mulusnya😯😗😁" Clara berkata dalam hati.
" Kamu gpp kan?" tanya Rey sambil melepaskan pegangannya, ia berusaha terlihat tenang.
" Emm.. aku kelas 3 SMA.. panggil nama aja.." sambil berjalan menuju kamar mandi dan masuk ke dalam.
Clara melihatnya dan berfikir, kenapa di suruh panggil nama sementara Rey lebih tua dari Clara. Kemudian Clara kembali ke ruang tamu.
" Uda Clay?" tanya papanya.
" Uda pa.." Clara menjawab sambil kembali duduk di kursinya, lalu mengambil buah jeruk dan memakannya.
__ADS_1
" O y.. ngong- ngmong kalian ini kan belum kenalan sama temen papa kan.. ini namanya Om Hendi, itu istrinya Tante Marta... yg cantik itu namanya Jeslyn dan yg kekamar mandi Rey. Kalian manggilnya kakak karna dia yang paling tua diantara kalian" jelas tuan Styven.
Ketiga Putri Tn.Styven hanya menganggukkan kepala dan tersenyum.
Kemudian Rey kembali dari kamar mandi. Belum sampai ia duduk Tn.Styven mengajak mereka pindah duduk di taman belakang rumah.
" Nah, ayo duduk sambil bersantai mumpung cuacanya cerah, kita juga duduk d bawah pohon jadi sejuk..." kata Tn.Styven.
" Rey, itu Putri sulung temen papa namanya, Clara, di sampingnya yg nomor dua Sofy dan yg deket adikmu itu Vira" kata Tn.Hendi memperkenalkan ke3 anak temanya sambil menunjuk ke arah mereka berada.
"emm.. ngomong-ngomong Clara kelas berapa Om...?" tanya Rey penasaran.
"Kelas 1 SMA, baru masuk tahun in dia.." Jawab Tn.Styven.
Rey mengangguk kan kepalanya sambil berkata dalam hati...
" Wah.. aku salah jawab tadi, dia aku suruh manggil nama, aku kira kita seumuran..aduh..." Rey merasa malu, ia sedikit tersenyum dan geli memikirkannya.
Merekapun duduk dan berbincang- bincang cukup lama, sementara Clara, Sofy,Vira dan Jeslyn bermain bersama. Mereka memetik bunga, menggambar, sampai bermain musik. Clara cukup pandai bermain piano, dan kedua adiknya senang memainkan biola. Sementara Jeslyn bermain gitar ia cukup mahir memainkannya karena belajar dari kakaknya Rey.
Waktu pun berlalu, jam sudah menunjukkan pukul 04.00 WIB, keluarga Tn. Hendi pun berpamitan...
__ADS_1
Bersambung......