Don'T Forget Me , Only You My Love Forever

Don'T Forget Me , Only You My Love Forever
Menjadi Penyihir


__ADS_3

Clara sangat kesakitan, tanaman itu terus masuk ke dalam tangannya. Sedikit demi sedikit rasa sakitnya mulai hilang dan tiba- tiba muncul sebuah gambar di pergelangan tangan Clara.


Tongkat sihir. Gambar itulah yang muncul di pergelangan tangan Clara, gambar tongkat sihir ini tidak dapat hilang, erat menempel sama seperti tato.


Clara berjalan menuju pintu sangkar, tapi ternyata ada gembok besar yang mengunci pintu itu.


" Coba lah keluar dari sangkar itu menggunakan tongkat sihirmu.." kakek memberi petunjuk melihat Clara berusaha membuka gembok.


"Caranya bagaimana Kakek, aku baru di sini, dan aku harus ambil tongkat sihir dari mana? bagaimana menggunakanya?" Clara bingung, berpegangan di sela jeruji kayu.


" Panggil dengan hatimu.. tongkatmu akan ada di telapak tanganmu.." Kakek tersenyum.


Clara pun mencoba berbagai cara, mulai dari berteriak tongkat sihir datanglah berulang kali, hingga mencoba menjentikkan jari nya.. tapi tidak muncul apapun.


Clara duduk dan mulai berfikir, kemudian ia ingat bagaimana Styfen mengeluarkan tongkat sihirnya.


" Styfen menjentikkan jarinya.. lalu menghentakkan tangannya ke atas seperti meminta sesuatu.. biar aku coba.." Clara bergumam.

__ADS_1


Clara pun kemudian berdiri dan mencoba menjentikkan jarinya lalu menghentakkan tangannya persis seperti Styfen, tapi tetap saja tidak terjadi sesuatu. Ia duduk dan berfikir kembali, mungkin ada yang terlewat olehnya. Benar saja baru beberapa detik Clara termenung ia teringat bahwa bibir Styfen bergerak seperti mengatakan sesuatu.


Clarapun kembali berdiri dan mencoba menjentikkan jari, menghentakkan tangannya ke atas seperti meminta sesuatu.


" Tongkat Sihir.." Clara bergumam dan memanggil tongkatnya dengan sepenuh hati.


Benar saja tiba- tiba ada tongkat berada di gengamannya, saat Clara melihat pergelangan tangannya, gambar itu menghilang.. tongkat itu keluar melalui telapak tangan.


Clara menggenggam erat tongkat berwarna coklat keemasan itu, lalu mengayunkannya ke depan hingga keluar sebuah cahaya yang memantul menuju gembok.


"Terbukalah.. " Clara bergumam.


"Takdir anakku.. walaupun kamu tidak berasal dari sini, takdir mengizinkanmu menjadi penyihir" Kakek berbicara kepada Clara.


" Kakek tau dari mana aku datang?" Clara bersemangat.


Kakek itu berjalan kembali ke tempatnya dan berubah menjadi patung lagi, tanpa menjawab pertanyaan Clara. Clarapun keluar dari sana dan bertemu dengan Styfen yang menunggunya di atas kereta kuda.

__ADS_1


" Sepertinya berhasil ya? Selamat kini kamu jadi penyihir baru..." Styfen tersenyum, melihat Clara keluar membawa tongkatnya.


" Kamu harus mengajariku banyak hal... aahhh.." Belum selesai bicara Clara terpleset ketika ingin naik ke atas kereta kuda.


" Bukan hanya banyak hal, sepertinya aku juga harus sering memegangmu agar tidak terjatuh" Styfen tersenyum sambil memegang pinggul Clara.


"😊"Clara tersipu malu karena Styfen menggodanya.


Styfen kemudian melepaskan pegangannya, dan mereka kembali ke istana. Raja dan Ratu sangat ingin bertemu dengan Clara. Sesampainya di istana Styfen mengajak Clara pergi ke sebuah ruang pertemuan, dengan 1 meja dan 4 kursi. Kemudian Clara pun duduk di salah satu kursi, Styfen juga duduk di sebelahnya.


" Kamu tidak memanggil orangtua mu? kamu bilang mereka ingin bertemu denganku kan.." Clara penasaran.


" 🙂 " Styfen tersenyum manis lagi.. ia mengeluarkan tongkat sihirnya dan kemudian menciptakan sebuah burung yang ia terbangkan menuju orang tuanya.


Clara pun ikut tersenyum melihat Styfen..


Tak lama kedua orang tua Styfen datang.

__ADS_1


mereka mengobrol tentang berbagai hal. Mulai dari Laura hingga kehidupan Clara, ibunya,ayahnya, adik-adiknya. Mereka pun menjadi semakin akrab.


Bersambung...


__ADS_2