Don'T Forget Me , Only You My Love Forever

Don'T Forget Me , Only You My Love Forever
Berkebun


__ADS_3

Clara diam dan tidak beranjak dari tempatnya berdiri di ruang keluarga. Mamanya memperhatikan dia dan kemudian menegurnya.


" Clay... kenapa nak? ada apa lagi?" tanya Ny. Intan kwatir.


" G pa2 kok ma, tapi tadi pas aku megang tembok yg di pintu itu tanganku kayak megang es yang kayak bulu lembut banget ma.." jawab Clara sambil ngerakin tangannya.


" Halah, mbok sudah to Clay, paling itu cuma perasaan kamu saja, karena kamu masih ngantuk bangun kepagian.. toh biasanya klo libur paling pagi kamu bangun jam 6 kan?.." sahut Ny.Intan sambil merangkul Clara duduk di sofa.


Setelah Clara duduk Ny. Intan pergi ke kamarnya untuk mengambil peralatan medisnya ia berfikir mungkin Clara sakit sehingga berkayal. Sementara Clara masih termenung menatap tangannya.


" Ayo sini, Mama priksa tekanan darahmu.." Ny. Intan memegang tangan Clara.


" Mama.. aku ni gpp ma.." Clara menegaskan kondisinya.


Ny. Intan melakukan beberapa rangkaian pemeriksaan kesehatan kepada Clara. Setelah yakin bahwa Clara dalam keadaan baik, dia kemudian menyuruh Clara untuk pergi ke kamarnya. Menyuruhnya mandi dan kemudian pergi sarapan bersama.


Waktu sarapan pun tiba, semua berkumpul di ruang makan.


" Ce tadi pagi kayaknya aku denger cece triak2 manggil Mama n Papa bner ga sih? apa aku mimpi y ce? " tanya Sofy kepada kakaknya.


" Iya bener aku nemuin pintu tu di lorong samping rumah" jawab Clara.


" Pintu? pintu rahasia gtu ce? aku mau liat nanti y ce.." kata Sofy penasaran.

__ADS_1


" Aku juga mau liat.." Vira ikut- ikutan.


" Iya iya nanti aku anter.." Clara menjawab.


Setelah selesai makan Clarapun mengantar kedua adiknya melihat pintu itu. Sofy dan Vira sangat antusias mereka langsung membuka pintu itu begitu melihatnya. Tapi ketika mereka tau bahwa di balik pintu itu hanya ada dinding mereka kecewa dan terus melihat dan mengamati pintu, kalau- kalau dindingnya bisa bergerak kayak yang ada di film- film begitu pikir mereka.


" Ada sesuatu g? "Clara penasaran kalo2 adikya juga merasakan hal yang sama ketika memegang tembok.


" G ad.. kok cma tembok sih Ce? g menuju ke bawah tanah atau ke mana gitu.." gumam Sofy kecewa.


" Y uda kalo g ada apa2 di sana ayo main aja di taman, mbantu mbak Ani nanem bunga" ajak Clara.


Clara melakukan aktifitas sama seperti di rumah yang lama tapi di rumah baru ia menjadi suka berkebun, karena di rumah itu terdapat halaman yang begitu luas baik di depan, samping, maupun belakang rumah.


" Mbak Ani.. lagi nanem bunga ya mbak? Kita bantu y mbak.." tanya Clara sambil memegang sekop kecil di samping mbak Ani.


" Jangan non, kotor biar mbak Ani saja y.." jawab mbak Ani.


" Gpp mbak kita bantu aku seneng liat bunga cantik- cantik gini mbak.." jawab Sofy.


" Iya mbak aku juga bantu.. bosen..." saut Vira.


" Ya sudah kalo gitu non, non bertiga nanem mawarnya saja ya.. di jadiin satu tu di sebelah kanan itu ya non.." mbak Ani menjelaskan.

__ADS_1


" Wah, mawarnya cantik- cantik, warnanya juga macem- macem.. nanemya boleh kita variasi perwarna mbak?" tanya Clara bersemangat.


" Boleh non, terserah non bertiga saja, mau merah semua trus kuning baru Oren, trus pink, merah lagi... boleh non..terserah non bertiga saja" mbak Ani menjawab.


" Woke mbak... Aku yang merah sebelah sini y dek, Sofy pink, trus Vira Oren ya.." Clara mengarahkan adik- adiknya.


" Woke... Ce" saut Sofy dan Vira.


Mereka bertanam hingga tiba waktu makan siang. Ketika Ny. Intan menyuruh mereka mencuci tangan dan bersiap untuk makan siang bersama, bel pintu berbunyi.


" Ting..Tong..Ting..Tong.. "


" Jgleggg..." Mas Aji membuka pintu.


" Bagaimana pak, ada yang bisa saya bantu..?" tanya mas Aji.


" Bener rumah Tn. Styven? saya temannya.. " jawab Tn.Hendi.


" Oh.. silahkan masuk pak.. sudah di tunggu.. silahkan- silahkan.."Mas Aji mempersilahkan masuk sambil membuka pintu lebar- lebar.


Tn. Hendi adalah sahabat Tn.Styven dari keci mereka satu sekolah semenjak SD hingga Universitas. Hanya saja mereka berbeda jurusan Tn.Styven di jalur hukum sementara Tn. Hendi di jalur bisnis.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2