Don'T Forget Me , Only You My Love Forever

Don'T Forget Me , Only You My Love Forever
Bersahabat


__ADS_3

Begitu Rey merasa rasa sakitnya hilang.. ia sadar jika Styfen tidak sungguh- sungguh berduel dengannya.


Styfen sengaja mengunakan tangannya untuk menjadikan pertarungan itu seimbang.


Kemampuan Styfen adalah yang paling tinggi di negeri sihir.. mahkota yang terpasang di kepalanya bukan hanya hiasan kepala.. begitu juga dengan darah yang mengalir di tubuhnya.


Keturunan raja memiliki sihir khusus dan abadi di dalam tubuh mereka.


"Tunggu.. " Rey memegang lengan Styfen yang baru ingin melangkah pergi.


Styfen diam saja sambil sedikit menoleh ke arah Rey .


"Terimakasih.." Rey melepaskan tangannya.


"Aku rasa apa yang dikatakan Clara benar.. ini aku lakukan untuk dia.. berterima kasihlah kepadanya.." Styfen menoleh ke Clara.. dan kemudian terbang pergi sambil melambaikan tangan ke belakang.


"Raja ini beneran kayak anak kecil.. " Clara mendekati Rey dan berbicara di sampingnya sambil memandangi Styfen .


"Dia bukan kayak anak kecil.. dia hanya mencoba mempertahankan kamu .. dasar bodoh..!" Rey melangkah ke depan Clara dan menyentil dahinya lalu pergi terbang juga.


"Aduhh.. opa.." Clara mengikuti Rey di belakangnya sambil memegangi dahinya.


Sesampainya di istana Rey masuk ke dalam kamar Putri Laura.. ternyata Styfen berada di sana. Ia berdiri di balkon sambil memainkan biola kesayangannya.


Rey turun dan terdiam di tempatnya.. di sudut dia memperhatikan Styfen.. Rey tidak ingin mengganggu Styfen, ia juga penasaran dengan musik yang di mainkan oleh raja muda ini . Clara yang tiba di belakang Rey.. dipegangi oleh Rey.. sehingga Clara juga berdiri diam di sana.. Mereka berdua menikmati alunan musik yang di mainkan oleh Styfen.


Tak lama Styfen selesai memainkan biolanya.. Rey dan Clara serentak bertepuk tangan.


"Wah hebat.. bagus sekali Styf.. itu bukan lagu yang biasanya kamu mainkan bukan?" Clara mendekati Styfen.


Rey juga berjalan mendekat.


"Jadi kalian mendengarnya? " Styfen menyimpan biolanya dan duduk di sebuah kursi.


"Biasanya..? ini sama dengan terakhir kali aku mendengarnya peri.. saat kamu hilang.. dan meninggalkan kursi rodamu di depan pintu rahasia.. jadi yang biasanya yang mana? " Rey bingung ia melihat ke Clara.


"O iya.. aku masuk waktu itu juga karena mendengar lagu yang berbeda.. " Clara mengelus kepalanya.


"Kenapa kamu memainkan musik yang berbeda?" Clara melihat Styfen.


"Jadi ada lagu lain juga?" Rey semakin penasaran.


Clara menutup mulut Rey dengan jarinya..

__ADS_1


Rey langsung terdiam dan duduk di depan Styfen.


"Lagu yang dulu ku mainkan saat kamu pertama kali datang, adalah lagu penantian.. aku menanti kakak ku saat itu.." Styfen melihat ke bawah.


"Lalu lagu ini.. ? Apa artinya? " Clara penasaran.


"Lagu ini tentang perpisahan yang bahagia.. sebuah kerelaan untuk melepas seorang yang sangat di sayangi.." Styfen tersenyum.


"Aku pikir kamu tidak akan kembali.. dan Ayah Handa juga telah tiada.. aku berusaha keras merelakan kalian.." Styfen tersenyum geli.


"Lihat dirimu sekarang ada di depan ku.. bahkan tunangannya pun ada di sini" Styfen berhenti tertawa dan memandang Clara dan Rey.


"Ayolah.. kita berteman saja ya..? lepaskanlah calon istriku.. " Rey memandang Styfen dengan serius.


"Tenaglah.. aku juga sudah lelah berkelahi denganmu.. kita akan menjadi teman yang sangat dekat.. mulai sekarang kita bersahabat .. bagaimana?" Styfen menyodorkan tangannya.


Rey tersenyum dan menjabat tangan Styfen.


"Biarkan aku berbicara sebentar dengan tunanganmu.. boleh kan? " Styfen melepas tangannya dan tersenyum.


"Boleh.. tentu saja boleh.." Rey berdiri dan melangkah pergi. Ia memberi kode kepada Clara kalau Rey selalu mengawasi Clara.


Clara diam saja sambil memanyunkan bibirnya.


"Aku tidak menyerah.. aku hanya mengambil keputusan yang baik untukmu Clay.. " Styfen menunduk.


"Maksudnya?" Clara bingung.


"Lihat dia.. dia rela mati demi kamu Clay.. bagiku itu cukup.. pria yang bersedia mati demi gadisnya.. akan melakukan apa saja demi kebahagiaan gadis yang ia sukai.." Styfen melihat ke arah Rey yang sedang duduk di sofa sambil mengawasi mereka.


Clara ikut melihat ke arah Rey.. dan Rey yang tau Clara sedang melihatnya memberi kode lagi.. kalau Rey mengawasi Clara.


Melihat itu Clara langsung memalingkan wajahnya.


"Hiduplah dengan bahagia Clay.. dia akan selalu ada untukmu karena kalian berasal dari dunia yang sama.. dia lebih baik dariku, aku telah terikat karena aku satu- satunya penerus Ayah Handa, jika dipaksakanpun aku tidak akan bisa tinggal bersamamu di sana.. fikiranku akan selalu lari dan kembali ke negeri sihir.."


Styfen tersenyum.


Clara terpaku memandangi Styfen.


"Aku akan selalu ada untukmu.. jika kamu bosan dan masih dapat datang kemari.. maka kemarilah.. aku akan menemanimu berjalan- jalan.." Styfen melihat ke arah taman kerajaan.


"Terimakasih Styf.. karena perkataan mu itu meringankan fikiran dan hatiku.." Clara tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah.. aku akan pulang sekarang.. jika tidak dia pasti akan mengomel.. lihat dia.. " Clara berdiri dan melihat ke arah Rey yang masih saja mengawasinya.


Styfen diam saja dan menganggukkan kepalanya.


"Emm.. tunggu Clay.." Styfen menghentikan Clara saat ia baru saja ingin melangkah pergi..


Styfen menyihir sebuah gelang emas.. gelang yang simpel, terdapat bandul kecil bermotif bunga.. ada inisial nama S di sana..


Styfen memakaikannya ke tangan Clara.


Clara mengucapkan terimksih dan kemudian terbang mendekati Rey.


Styfen ternyata mengikuti Clara di belakang.


"Aku menghadiahi tunanganmu sebuah gelang.. tolong biarkanlah dia memakainya.." Styfen tersenyum sambil melihat Rey.


" em.. iya tentu saja boleh.. aku menganggapnya pemberian dari sahabat dekat.. " Rey tersenyum aneh.. sebenarnya ia sedikit cemburu.


Akhirnya mereka berpamitan.. Clara dan Rey kembali ke rumah.. tetapi sebelum kembali mereka menganti penampilan dan menyimpan tongkat sihir mereka.


"Hem.. akhirnya kita sampai di rumah.. "Clara merenggangkan tangannya sambil berjalan melompat- lompat di lorong.


Rey yang masuk terakhir, menutup pintu rahasia dan berjalan di belakang Clara.


"Opa.. ngomong- ngomong.. opa beneran g cemburu? " Clara penasaran ia berhenti melompat dan berdiri di depan Rey.


Rey menghela nafas.. ia melihat ke atas lalu ke bawah memandang wajah Clara , kemudian tiba- tiba memeluk Clara...


Rey memeluk Clara sambil memejamkan matanya.. ia merasa lega..


Clara yang kaget .. hanya bisa diam.. ia membiarkan dirinya di peluk oleh Rey.


"Aku tidak akan pernah melepaskanmu peri.. tidak akan.." Rey sedikit tersenyum.. ia menggoda Clara.


"Apa sih.. lepas ah.. aku mau makan.." Clara melepas tangan Rey dan berlari ke dapur.


"Mbak Ani.. tolong bikinin nasi goreng pake telur ceplok ya Mbk.. " Clara membuka pintu dapur.


"Iya non.. eh.. mas Rey juga mau sekalian g?" mbk Ani langsung menggoda Rey yang terlihat berada di belakang Clara.


"Boleh mbk.." Rey pergi duduk di meja makan.


Clara dan Rey menikmati nasi goreng bersama di hari itu..

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2