
Mendengar perkataan ibu Rey.. Clara malu dan hanya menundukkan kepalanya.
Ia memandang Rey.. dan mereka berdua serentak tertawa bersama.
Melihat pandangan Rey.. Clara tau kalo ibu Rey pasti sudah menceritakan tentang matanya yang bengkak kapada Rey .. dan mungkin banyak hal lain juga.
" Kamu bawa bunga lagi?" Rey bertanya kepada Clara ketika melihatnya membawa seikat bunga.
"Lagi? dari mana opa tau kalo aku yang bawa?" Clara mengangkat satu alisnya.
"Aku melihat ada bunga segar di meja.. tadinya aku pikir pihak rumah sakit yang menaruhnya.. tapi begitu melihatmu pagi ini.. aku tau kalau kamu yang membawanya..." Rey tersenyum.
Clara tersenyum dan berjalan ke sebuah meja.. di dekat tempat tidur Rey.. Clara mengganti bunga dan air yang ada di vas bunga.
"Bunganya cantik kan opa? kalau sihirku bisa aku pakai di sini.. aku hanya tinggal mengayunkan tongkatku seperti ini opa.." Clara senyam- senyum sambil mengayunkan tangannya yang sedang memegang setangkai bunga.
"Iya.. peri.. andai saja bisa.. kamu juga tidak perlu menungguiku selama ini.. tinggal kamu sembuhkan aja aku dengan sihirmu kan.. sekarang aku pasti sudah berjalan lagi" Rey menanggapi Clara.
"Maaf opa.. aku mengatakan hal yang mustahil.. " Clara duduk di samping Rey setelah selesai merapikan vas bunga.
" Tidak .. memang seharusnya begitu peri.. kalau kamu bisa menggunakan sihirmu di dua dunia nanti kamu bakalan jadi manusia super yang jadi objek penelitian 😀" Rey menggoda Clara.
"Hem.. iya - iya aku emang manusia purba opa, makanya jadi objek penelitian" Clara marah.
"😁 aku hanya bercanda peri.. " Rey menyeringai.
"😊 aku juga g marah beneran kok opa..😁" Clara mengedipkan mata.
" eh. . peri ngomong- ngomong kenapa kamu menganti bunganya setiap hari? kan belum layu?" Rey penasaran.
"G papa opa.. biar ruangannya wangi terus.. lagian yang lama juga g aku buang kok.. aku bawa pulang.. aku taruh di kamar aku opa.." Clara menjelaskan.
"Heh? kenapa gitu.. " Rey melihat Clara bingung.
"Udah deh opa g perlu banyak tanya... istirahat aja lagi opa.. aku jagain disini.." Clara menyelimuti kaki Rey yang masih di balut gips.." Clara duduk kembali di samping Rey.
"Peri.. apa kamu sangat menghawatirkan aku?" Rey memegang tangan Clara.
"Tentu saja opa.. bagaimana bisa aku tidak khawatir.. opa baru siuman setelah satu Minggu operasi.. dan entah nanti berapa lama opa dapat pulih total .. Banyak yang aku pikirkan opa.." Clara manyun memandang Rey.
Rey hanya tersenyum dan membelai rambut Clara..
__ADS_1
" Opa.. ada yang ingin aku tanyakan.. " Clara memegang tangan Rey yang digunakan untuk membelai rambutnya.
"Apa? " Rey berbalik menggenggam tangan Clara.
" Bukankah hari kepulangan opa di Minggu ini? kenapa opa pulang lebih cepat?" Clara memandang Rey.. matanya berbinar- binar seakan tau jawaban Rey.
" 😊 " Rey tersenyum..
" Aduh- aduh.. tolong peri.. punggungku gatal.. bagaimana ini.. aduh.." Rey mengalihkan pembicaraan.
"hiih.. aku tau opa hanya mengalihkan pembicaraan.. mana.. yang mana yang gatal..? yang ini?" Clara memiringkan sedikit tubuh Rey dan menggaruk beberapa tempat.
"Kekanan dikit peri.. " Rey memberi instruksi.
"Ini.." Clara menggaruk sesuai instruksi.
Rey mengangguk.. sambil tersenyum.
"Lain kali jangan melakukan hal bodoh hanya untuk menemui ku opa.. aku akan sangat marah kepadamu" Clara bergumam di belakang Rey.
" Em.. apa maksudmu? Rey pura- pura tidak mengerti.
" Terserah opa saja.. masih gatal" Clara berhenti menggaruk.
Clara membalikkan kembali badan Rey seperti semula..
" Ketika opa koma.. apakah opa merasa sakit..? dokter secara bertahap mengatur oksigen tambahan untuk opa.. dan sering mengecek kepala.. entah apa yang dia lakukan.. tapi terlihat menyakitkan.. " Clara kembali duduk dan menggenggam tangan Rey.
" Aku tidak tau.. tidak terasa apa- apa.. baru tadi malam aku bisa merasakan ada tangan yang menggenggam tanganku.." Rey menjelaskan..
Tak lama dokter tiba untuk melakukan pemeriksaan, Rey ditangani oleh 3 dokter spesialis termasuk mama Clara..
Clara yang duduk di samping Rey.. langsung berdiri dan duduk di sofa sambil memperhatikan tahapan pemeriksaan.
Mereka melakukan beberapa tahap pemeriksaan dan menanyakan beberapa hal kepada Rey..
Rey baik- baik saja, beruntung benturan di kepalanya tidak begitu serius.
Walau begitu Rey harus melakukan beberapa terapi untuk mengembalikan kekuatan tangan, badan, dan kakinya..
Setelah selesai mama Clara memegang pipi Clara dan berbisik kepada Clara, ia mengatakan bahwa Rey akan baik- baik saja.
__ADS_1
Clara memberi Rey obat, menyuapinya, dan bahkan menyanyikan lagu untuk Rey.
" Opa tidurlah sekarang.. aku sudah menyanyikan 2 lagu sesuai permintaanmu.. jadi sekarang kamu harus istirahat y.." Clara menurunkan tempat tidur Rey yang tadi sempat sedikit dinaikkan.
"Baiklah.. kamu juga istirahatlah.. pulanglah peri.." Rey menghawatirkan Clara.
"Iya.. aku akan pulang setelah kamu tidur.. gih tidur " Clara menemani Rey di sampingnya.
Tak butuh waktu lama Rey langsung terlelap.. itu dikarenakan pengaruh obat yang baru saja ia minum..
Setelah Rey tidur Clara ikut berbaring di sofa.. ternyata Clara mengiyakan kalau akan pulang setelah Rey tidur, hanya untuk membuat Rey lekas beristirahat. Agar tidak terjadi percakapan yang lebih panjang lagi.
Dua jam berikutnya.. Clara terbangun.. ternyata sudah ada dua perawat di sana.
Mereka melangkah keluar.. sebelum Clara sempat bertanya.
" Mereka memberi opa obat lagi?" Clara bertanya..
" Tidak.. tadi aku ingin buang air kecil jadi y aku panggil mereka untuk membantuku.." Rey menjelaskan dengan santainya.
" Heh.. apa opa sudah gila? mereka opa biarkan melihat opa?" Clara berteriak.
" Iya lah.. kalau tidak melihatku bagaimana mereka membantu.. " Rey menggoda Clara lagi..
"Opa..! " mata Clara melotot sampai terlihat seperti mau copot.
" 😊 Aku bercanda.. mereka hanya membawakan aku pispot, dan kemudian menunggu di luar sampai aku memanggil mereka.. " Rey tertawa sambil menjelaskan.
" Yang bener opa.. ? opa bisa? " Clara penasaran..
" Tentu saja.. aku bisa mengerakkan satu tangan ku.. dan badanku juga bisa sedikit aku angkat.. aku bisa kok.." Rey menegaskan bahwa dia bisa melakukannya sendiri.
" Eh.. opa ayo kita foto.. akan aku jadikan setatus WA ku.. "Clara mengalihkan pembicaraan sambil melangkah mengambil hpnya..
" Enggak ah.. aku hampir kayak mumi gini.. malu aku peri.. jelek.." Rey mengeluh.
" Enggak.. opa tetep ganteng kok.. ayo foto dulu nanti aku liatin ke opa.. kalo jelek g jadi aku upload deh.. " Clara mencoba membujuk Rey.
" Ok.. " Rey mengiyakan.
Mereka mengambil beberapa foto, dari saling berhadapan, dua- duanya melihat kamera, saling membelakangi.. dan bahkan saat curi pandang pun terfoto. Mereka pasangan serasi.
__ADS_1
Clara memperlihatkan hasil foto kepada Rey.. dan Rey puas... memang efek kamera mendominasi. Rey mengizinkan Clara untuk mengupload semua foto itu.
Bersambung...