Don'T Forget Me , Only You My Love Forever

Don'T Forget Me , Only You My Love Forever
Rahasia Mbak Ani


__ADS_3

" Ce.. ini bener cece kan? makek baju siapa ceceni?" Vira menarik- narik gaun Clara yang sedikit kebesaran.


" Punya temen cece... Uda sana kalian lanjut main... " Clara langsung lari meninggalkan kedua adiknya.


Clara terenggah- enggah sesampainya di kamar. Ia langsung mengganti bajunya sambil berharap kedua adiknya tidak menimbulkan masalah untuknya.


Clara melakukan aktifitasnya seperti biasa, yoga, membuat pekerjaan rumah, bahkan ia sempat merajut. Tapi ketika melihat pergelangan tangannya ia sangat ingin bermain dengan sihir di negeri sihir.


" Hahh.... bosan..." Clara berjalan menuruni tangga dan berhenti di tengah- tengah.


"Non.. sedang apa melamun di sana?" Mbak Ani yang sedang menyapu memanggil dari bawah ketika melihat Clara di tangga.


"Eh.. mbak Ani.. g ngapa-ngapain mbak.. bosen aja, lebih awal pulang sekolah malah jadi bingung mau ngapain" Clara tersadar dan berjalan mendekati mbak Ani, kemudian duduk di sofa.


"O y mbak.. aku penasaran dengan rumah ini.. rumah ini bagus interiornya juga mewah.. kenapa di jual cepet- cepet, terus harganya juga g terlalu mahal? kan aneh mbak.." Clara mencoba mencari tau tentang Laura.


"Sebenernya sebelum rumah ini dijual ada seorang nona muda yang sangat cantik non.. dia anggun, pintar dan sangat ramah.. tuan muda satu- satunya penerus keluarga ini tiba- tiba membawanya untuk di jadikan istri entah dari mana asalnya.. " mbak Ani bercerita sambil duduk di lantai.

__ADS_1


"La.. namanya siapa mbak?" Clara penasaran.


"em.. non Laura.. non.. " mbak Ani mencoba mengingat- ingat.


"Terus kenapa di jual rumahnya mbak? kak Lauranya tinggal di mana sekarang?" Clara sangat bersemangat setelah mendengar nama Laura.


"Tuan pemilik rumah ini tidak mau menjualnya, tapi hanya ingin di kosongkan dan tidak di tinggali saja.. karena ini merupakan rumah peninggalan milik turun temurun keluarga itu, tapi setelah menikah tuan muda bersikeras untuk menjual rumah ini.. entah apa alasannya" mbak Ani bercerita.


"La mbak Ani tau alamat baru mereka?" Clara mencoba mencari Laura.


"emm.. sebenernya mbak tau hal lain juga.. mbak bakalan cerita tapi non berhenti masuk pintu itu y non.." mbak Ani memandang tajam mata Clara.


"Ehh.. maksud mbak Ani apa?" Clara begitu kaget mendengar mbak Ani, ia pura- pura tidak mengerti maksud mbak Ani.


"Non.. Sudah 2 kali mbak melihat non Clara masuk ke pintu itu non.. pintu yang belakangnya dinding itu.. jangan berpura- pura tidak tau lagi.." mbak Ani berdiri dan duduk di sebelah Clara.


"Mbak bener liat aku masuk? " Clara penasaran.

__ADS_1


" Iya non.. sebenernya mbak menyimpan rahasia besar dan tidak mbak ceritakan ke siapapun, sekalipun bapak.. hanya mbak, non Laura dan Tuhan yang tau" mbak Ani sedikit mengecilkan suaranya.


"Maksud mbak Ani rahasia apa mbak?" Clara mencoba mencari tahu lebih banyak.


"Non Laura juga keluar dari pintu itu non, di malam ia datang saya sedang mau masuk lewat pintu belakang rumah.. tiba- tiba di lorong ada suara.. pas mbak lihat, pintu itu terbuka dan keluar non Laura dari sana.. " mbak Ani berhenti dan menghela nafas.


"Saking takutnya mbak lari sembunyi di dapur non, pas mbak ngintip ternyata tuan muda menggandeng non Laura naik, dan membawanya masuk ke kamar tuan muda.. pagi harinya tiba- tiba non Laura berada di dapur, ternyata ia melihat mbak malam itu non.. mbak sujud mbak minta ampun waktu itu, tapi non Laura memegang mbak Ani dan berkata * Jagan takut tidak papa, namaku Laura.. bagaimana aku memanggilmu? *, ia berkata seperti itu sambil tersenyum dengan sangat manis.. mbak bilang *Ani.. namaku Ani...* sejak saat itu kami berjanji untuk merahasiakan kejadian itu.. non jangan masuk lagi y non.. nanti kalo non g bisa pulang gimana?" mbak Ani memegang tangan Clara, ia sangat menghawatirkan Clara.


"Tenang mbak.. aku sebenernya udah bolak balik beberapa kali mbak.. jadi jangan hawatir y.." Clara menggenggam tangan mbak Ani dan memastikan bahwa ia akan tetap dapat kembali.


" Berati mbak Ani tau kenapa kak Laura tidak pulang ke tempat asalnya mbak?" Clara menjadi lebih penasaran.


" Tidak non.. tapi kemungkinan besar tidak di perbolehkan sama tuan muda.. karena tepat sehari setelah pernikahan keluarga itu pindah dari sini.. 1 bulan berikutnya rumah ini di jual dan di beli oleh papanya non.." mbak Ani bercerita dengan sangat antusias.


"Emm.. jadi gitu... mkasih y mbak.. aku pergi dulu.. sama ketika mbak Ani berjanji ke kak Laura.. kali ini mbak juga harus nyimpen rahasiaku dari siapapun y mbak.. hanya Aku, mbak Ani dan Tuhan yang tahu.." Clara bangun dan pergi ke negeri sihir.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2