
"Pagi peri.. kok belum siap? " Rey kaget ketika mendapati Clara masih tidur di atas ranjangnya...
Rey berjalan mendekati Clara dan menarik selimut Clara..
Clara yang kaget berteriak.. ia memakai pakaian tidur yang cukup terbuka.
Rey serontak membalikkan badannya dan melepas selimut yang ia tarik.
"Maaf... " Rey bergegas pergi keluar.. jantungnya berdegub kencang melihat tubuh indah Clara.
Clara langsung menarik selimutnya dan menutupi tubuhnya.. lalu menyahut piyama lengan panjang di lemari .
"Sebenernya ada apa sih opa..? g biasanya pagi- pagi bangunin aku.." Clara yang sudah memakai piyama membuka pintu kamarnya.
"Kita ada janji dengan butik.. kamu lupa?" Rey tidak berani melihat muka Clara.
"O iya.. ini tanggal 7 y.. haduh.. bentar aku mandi dulu opa.." Clara memukuli keningnya sambil berlari ke kamar mandi.. ia juga menjadi sedikit canggung.
Rey meninggalkan kamar Clara dan menunggunya di ruang tamu.. ia masih saja memikirkan tubuh Clara yang sempat ia lihat tadi.. *namanya lelaki gimana lagi*
Untuk mengalihkan pikirannya Rey membuka hpnya dan bermain game.
Beberapa saat kemudian Clara turun. Clara pergi ke dapur membuat susu dan kemudian pergi ke ruang tamu.
Melihat Rey sedang bermain hp.. Clara mencoba bertingkah biasa.
"Opa mau sarapan atau minum susu dulu?" Clara duduk di sebelah Rey.
"Tidak.. nanti saja di jalan.." Rey tidak melihat Clara ia masih asik memainkan hpnya.
Clara meminum susunya dan memakan biskuit yang terdapat di atas meja.
"Emm.. Cepet banget kamu mandinya?" Rey bertanya sambil masih memainkan game di hpnya.. kata- katanya masih terdengar aneh.
"Iya.. aku sengaja kilat kita kan di suruh dateng jam 8 .. ini uda jam 9.. telat 1 jam kita.. " Clara berbicara dengan santainya.
"Heh.. kok bisa kamu nyantai kayak gitu peri.. ayo berangkat.." Rey langsung menoleh melihat Clara.
Rey berdiri dan bergegas berjalan keluar menuju mobilnya.. sambil masih memainkan game di hpnya.
Clara menaruh cangkirnya di meja makan dan berjalan mengikuti Rey.
Rey membuka mobilnya dengan memencet kunci dari depan pintu.. dia pun masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Clara juga telah berada di dalam mobil.. tetapi Rey masih saja memainkan game di hpnya.
"Opa.. ayo.. katanya.. buru- buru? " Clara melihat Rey.
Rey diam saja..
"Menang.." selang 10 menit Rey menaruh hpnya dan menyalakan mobil .
"Hem.. emangnya kalau main game gitu harus sampai selesai y opa?" Clara mengeluh.
"Enggak.. nanggung.. hampir menang.. kalau berhenti ntar kalah.." Rey melihat Clara sambil tersenyum.
Akhirnya mereka sampai di butik yang merancang pakaian pernikahan untuk mereka.
Clara dan Rey masuk kedalam .. pemilik butik itu mengeluh karena Clara dan Rey terlambat cukup lama..
Pakaian yang di rancang untuk mereka berdua ternyata sudah selesai di buat. Pemilik ingin memastikan jika ukurannya tepat dan hiasannya pun sesuai.
Clara dan Rey mencoba pakaian itu..
Clara keluar dari kamar ganti.. ia terlihat sangat elegan dengan gaun putih panjang yang ia kenakan itu. Lekukan badanya terlihat sangat sexy, ditambah bagian punggungnya yang cukup terbuka.
Rey tiba- tiba teringat kembali dengan peristiwa pagi tadi..
Rey langsung memalingkan wajahnya dari Clara.. ia mengkedip- kedipkan matanya dan mengambil nafas panjang lalu menghembuskannya.
"Kamu juga terlihat sangat cantik peri.."Rey melihat Clara dan tersenyum.
Pemilik mengecek semuanya.. dan kemudian menyuruh Clara dan Rey berganti pakaian lagi untuk pengambilan foto prewedding..
Clara di make up.. begitu juga dengan Rey.. mereka di bawa ke sebuah taman yang terdapat di belakang butik itu.
Ternyata di taman itu terdapat berbagai sport untuk berfoto ..
Clara dan Rey mengambil beberapa foto..
Mulai dari bergandengan tangan, saling membelakangi, membuat bentuk hati dengan tangan mereka yang di satukan, melompat ke atas, hingga berciuman.
Hanya mencium pipi jadi mereka tidak begitu kebingungan.
Clara mengenakan gaun merah muda dan Rey mengenakan jas berwarna hitam.
Akhirnya sampailah di sesi terakhir untuk foto prewedding mereka.. tetapi Clara dan Rey terus melakukan kesalahan.. sehingga juru foto menegur mereka agar tidak gugub..
__ADS_1
Pose kali ini membuat Rey kesulitan.. begitu juga dengan Clara. Mereka berkontak fisik sangat intim.
Clara naik di angkat oleh Rey.. Sehingga Rey berada di bawahnya.. Clara memeluk kepala Rey yang tepat berada di kedua lekukan payudaranya.. Rey memeluk erat pinggang Clara hingga menempel di dadanya... Mereka sangat gugub dibuatnya.
"Peri.. apa kamu malu? " Rey berusaha mencairkan suasana tegang di antara mereka.
"Emm.. iya lumayan opa.. " Clara malu sambil melihat ke bawah dan sedikit tersenyum.
"Lihat aku sekarang.. aku akan jadi suamimu.. aku akan ada di tempat tidurmu, kamar mandimu, bahkan ruang ganti mu juga.. jadi mari kita lakukan dengan benar dan selesaikan ini dengan cepat.. bagaimana? " Rey tersenyum.
Clara mengangguk.. tetapi tetap saja mereka tidak dapat santai melakukannya.
Entah Clara yang terlihat menjauh atau Rey yang menjaga jarak. Berkali- kali hasil fotonya tidak bagus. Juru foto terus memberi arahan kepada Clara dan Rey.
Baru setelah melakukanya sebanyak 5 kali mereka baru dinyatakan berhasil.
Akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan butik.. Rey mengajak Clara makan di sebuah lestoran.
Setelah makan mereka pergi ke sebuah toko perhiasan.. mereka memesan cincin pasangan yang tertera nama mereka.
Clara dan Rey memang sudah mengenakan cincin.. tapi mereka ingin cincin yang lain untuk pernikahan mereka.
Setelah dari toko perhiasan mereka pergi ke catering yang mengurus masakan untuk acara pernikahan.
Clara dan Rey menentukan hidangan yang akan di sajikan .. mulai dari menu pembuka hingga penutup.. menu pencuci mulut sampai jenis minuman dan camilan apa yang akan di sajikan.
Kemudian mereka pergi lagi ke hotel tempat diadakannya perayaan acara pernikahan itu.
Mereka juga pergi ke gereja untuk mendaftarkan pernikahan mereka.. dan menentukan tanggal pernikahan.
Clara dan Rey terus berpergian di hari itu.. mereka mengurus banyak hal.. walaupun masalah undangan dan dekorasi sudah di urus oleh orang tua mereka.. mereka tetap saja sibuk seharian.
Hari pun berlalu.. Clara dan Rey sampai di rumah pukul sembilan malam..
"Haduh aku sangat lelah opa.. " Clara mengeluh.. sambil mengletakkan badannya di sofa .
"Sama peri.. " Rey juga menyandarkan badannya di sofa ruang tamu.
"Hem.. aku mau langsung tidur aja opa.. malem opa.." Clara berdiri dan naik ke atas.
Rey mengikuti di belangnya.
"Loh.. Lo.. opa mau ngapain? " Clara mendorong Rey yang mau ikut masuk ke kamarnya.
__ADS_1
" oh iya.. maaf lupa peri.." Rey menggosok matanya dan tersenyum lalu pergi ke kamarnya.
Bersambung....