Don'T Forget Me , Only You My Love Forever

Don'T Forget Me , Only You My Love Forever
Kembali Bimbang


__ADS_3

Clara melihat Styfen sambil terbang di belakang Rey.


Clara tahu jika Styfen tidak sedang baik- baik saja. Clarapun menjadi bingung.. dia hanya tidak sengaja bersandar tetapi kenapa jadi runyam gini..


Sesampainya di kamar Rey mengendong Clara.. dan Clara menghilangkan sayap, gaun dan tongkatnya.. begitu juga dengan Rey..


Saat Rey mengendong Clara tanpa berkata apapun.. Clara tiba- tiba mendengar suara Styfen..


"Aku masih sangat mencintaimu Clara.. kembalilah kepadaku.. ini belum terlambat" Styfen mengirim suaranya melalui batin dengan sihir .. yang tersambung dengan batin Clara.


Clara langsung memandangi wajah Rey .. tapi Rey tidak menyadarinya.


Mereka berdua kembali kerumah. Rey meletakkan Clara di kursi rodanya dan kemudian mendorongnya ke kamar Clara. Rey masih saja terdiam dan Clara juga tidak berani bertanya. Kali ini wajah Rey agak berbeda.. Clara menjadi takut menghadapinya.


Sesampainya di kamar Clara menarik tangan Rey yang hendak pergi begitu saja.. Clara mengucapkan terimkasih dan selamat malam.


Rey hanya mengangguk dan kemudian pergi ke kamarnya.


Setelah hari itu.. Rey tidak pernah membicarakan tentang negeri sihir.. apalagi mengajak Clara pergi ke sana.


Hingga 2 Minggu telah berlalu.. dan Clara masih saja memikirkan suara Styfen yang ia dengar.


Karena kali ini kakinya telah sembuh.. Clara memutuskan untuk pergi ke negeri sihir sendirian.


Clara berjalan di lorong.. ia sengaja memilih waktu yang tepat untuk pergi ke negeri sihir.. ia pergi di pagi hari ketika Rey sibuk di kantornya.


Sesampainya di pintu Clara membuka pintu itu.. ia menoleh ke belakang.. perasaannya menjadi tidak karuan..


"Hanya untuk memastikan.. tidak papa" Clara melihat ke tembok dan memantapkan niatnya lalu melangkah masuk.


Sesampainya di negeri sihir Clara langsung menganti penampilannya dan mencari Styfen..


Akhirnya ia menemukan Styfen yang sedang duduk di bawah pohon yang terletak tidak jauh dari kamar Putri Laura.


Clara terbang mendekat..


Menyadari ada seorang datang mendekat Styfen menoleh..


Ia sangat terkejut melihat Clara yang berada di depannya.


"Kamu datang?.." Styfen berdiri dan melihat ke belakang Clara.


"Kamu sendirian? Tunanganmu tidak ikut?" Styfen bingung sekaligus senang.

__ADS_1


"Aku datang hanya untuk memastikan sesuatu.. Apa kemarin kamu berbicara kepadaku ? " Clara penasaran.


"Jadi ucapanku sampai kepadamu? Iya itu aku.." Styfen kembali duduk.


"Lalu apa maksudnya itu?" Clara bertanya sambil ikut duduk di samping Styfen.


"Seperti yang kamu dengar.. aku berharap hubungan kita bisa kembali Clay.. sebelum terlambat.. jika kita melewatkan kesempatan ini.. maka sungguh berakhirlah semuanya" Styfen menggengam tangan Clara.


"Apa maksudmu.. itu tidak mungkin terjadi.. kita sudah memiliki pasangan masing- masing Styf.." Clara melepas tangan Styfen.


"Tapi dihatiku hanya ada kamu Clay.. " Styfen memandang tajam mata Clara.


Clara tidak dapat berkata- kata.. ia diam saja memandangi Styfen.


"Jika kita sudah menikah.. maka kamu akan menjadi milik Rey... begitu juga dengan ku, aku akan menjadi milik Joya .." Styfen menjelaskan.


"Kamu tau konsekuensi yang kamu dapat jika kamu mendua bukan? di negeri sihir tidak diperbolehkan.. maka jangan lakukan Styf.. " Clara menyakinkan Styfen.


"Tapi aku harus bagaimana? aku sungguh menderita melihatmu bersamanya Clay.. tidakkah kamu menyadarinya.. bahwa aku sangat mencintaimu?" Styfen kembali menggenggam tangan Clara.


Melihat mata Styfen yang berkaca- kaca membuat hatinya luluh.. Clara tau benar pria ini sangat mencintainya.. tapi Clara juga tahu jika pria yang telah menyematkan cincin di jarinya juga rela mati demi dirinya.


Clara berada di tengah kebimbangan.. hatinya gunda dan jantungnya berdegup kencang..


Mendengar suara Joya.. Clara langsung menarik tangannya dari genggaman Styfen.


"Iya .. aku hanya merasa bosan.. jadi kemari untuk menghilangkannya.." Clara berbalik dan menatap putri Joya, ia menjadi sedikit salah tingkah.


Styfen menundukkan kepalanya.. ia tak berkata apapun karena menang putri Joya sudah tau tentang hubungan Clara dan dirinya.


"Apa ada masalah? "Styfen tiba- tiba berdiri dan mendekati putri Joya.


Pria yang gagah dan tampan dengan mengenakan pakaian raja yang elegan.. berjalan perlahan.. auranya sebagai seorang raja sangat nampak diwaktu itu.


"Aku rasa kamu memang mengenalku.. " Putri Joya tersenyum.


"Jadi ada masalah apa kali ini? " Styfen bertanya sambil memandangi Clara yang masih duduk di tempatnya.


"Ada 2 tamu yang mulia.. mereka ingin bertemu dengan anda.. jangan kawatir saya akan menemani wanita anda.." Putri Joya tersenyum dan melangkah mendekati Clara.


"Aku pergi dulu Clay.. "Styfen berpamitan.. ia mengangkat satu tangannya dan tersenyum sangat manis.


"Apa ada masalah?" Clara bertanya kepada putri Joya yang telah duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Tidak... hanya beberapa orang yang ingin bertemu dengan raja.." Joya tersenyum.


"Yang mulia sering kabur dari tempatnya.. beberapa saat ia pergi bersantai atau berjalan - jalan untuk sekedar melepas rasa penat dan kebosanannya" putri Joya bercerita.


"Iya tentu saja seperti itu.. seorang raja juga perlu bersantai kan.. " Clara tersenyum.


"Emm.. bolehkah aku menanyakan sesuatu kepadamu? "Putri Joya mulai nampak serius.


"Tentu saja.. hal apa itu?" Clara penasaran ia sedikit gugup.


"Apa kamu sungguh mencintai Rey? "Putri Joya memandangi Clara.


"Hem.. kenapa kamu tanyakan hal itu? " Clara kaget mendengar pertanyaan putri Joya.


"Maksudku jika kamu tidak sungguh- sungguh menyukai Rey.. pertimbangkanlah hubunganmu dengan Yang Mulia.." Putri Joya memainkan kukunya.


"Heh..! apa maksudmu Putri? " Clara semakin kaget dan bingung.


"Aku akan menjauh dari Yang Mulia jika memang kamu memutuskan hidup dengannya.. Aku pasti merasa sakit dan kecewa.. tapi melihatnya bahagia membuatku bahagia juga.." Putri Joya menundukkan kepalanya.


"Aku sedih setiap kali melihat Yang Mulia berada di kamar itu untuk menunggumu datang.. pernah sekali aku berniat menemaninya.. tapi dia malah meminta maaf karena melukai hatiku.. dia bahkan langsung pergi dari kamar dan mengajakku berjalan- jalan.. " Putri Joya melihat kedepan.


" Dia sangat baik, pengertian, dan tentu saja tampan.. jadi fikirkanlah lagi" Putri Joya melihat wajah Clara.. sambil tersenyum.


" Tapi Putri ... " pembicaraan Clara terputus.


"Jangan terburu- buru mengambil keputusan.. fikirkanlah lagi.. jangan sampai kamu menyesal.." Putri Joya menyela dan menggenggam tangan Clara.


Clara terdiam memandang putri Joya..


"Hem.. baiklah aku pergi dulu ya.. itu Yang Mulia Styfen datang.. sampai jumpa lagi .." Putri Joya menghela nafas dan kemudian melangkah pergi ketika melihat Styfen datang mendekat.


"Ada apa? " Styfen bertanya karena Clara masih saja memandangi Putri Joya ketika ia sampai di depan Clara.


"Ia sangat baik.. kenapa kamu tidak menyukainya?" Clara melihat Styfen.


"Siapa bilang aku tidak suka dia .. aku suka.. tapi sebagai teman... bukan pacar.." Styfen melihat ke arah Putri Joya.


"Aku hanya mencintaimu Clay.." Styfen menoleh memandang tajam mata Clara.


Clara tak sanggup berkata- kata ia menjadi bimbang.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2