Don'T Forget Me , Only You My Love Forever

Don'T Forget Me , Only You My Love Forever
Kelegaan Di Hati


__ADS_3

Setelah Putri Laura selesai menyampaikan pesan baik melalui alat perekam maupun surat, ia memberikannya kepada Clara.


"Sampaikanlah kalau aku sungguh minta maaf dan sungguh baik- baik saja" Putri Laura tersenyum lega.


" Baik putri, tapi berjanjilah jangan katakan ini kepada orang tua ku.. mereka tidak tau tentang ini.." Clara sungguh khawatir.


Suami putri Laura memberi kode dari jauh agar putri dan Clara segera mendekat.


"Baik... jika boleh tolong mintakan aku sesuatu sebagai kenangan dari ibuku.. mungkin aku baru bisa memberi kabar setahun lagi.. atau mungkin lebih aku sendiri juga tidak yakin .. kami harus menetap di luar negeri setelah ini..." Putri Laura berdiri sambil mengendong anaknya dan berjalan menuju suaminya.


"Baik putri... berati anda akan datang kemari sebelum berangkat? " Clara bertanya sambil berjalan di samping putri Laura.


"iy aku akan mampir sebentar.. maaf aku banyak merepotkan mu ..." Putri Laura berhenti sejenak dan memandang Clara.


"Tidak putri.. anda malah membuatku lega... sebelum bertemu anda.. pikiran saya terbang kemana- mana putri... jika begini kan jelas penyebabnya, kenapa putri tidak pulang..." Clara menjelaskan.


Sesampainya di tempat suaminya, suaminya mengajak mereka pulang dan berpamitan dengan Tn. dan Ny. Styven.


" Baiklah aku pamit pulang.. berhati- hatilah... jangan sampai kamu mengalami hal seperti aku y..." putri Laura berpamitan.. ia berbisik di telinga Clara sambil memeluknya.

__ADS_1


Clara mengangguk mendengar perkataan putri Laura.. ia pun melambaikan tangan kepada pangeran kecil yang sudah berada di dalam mobil. Pangeran kecil tersenyum geli melihat Clara.. ia mengira Clara sedang menggodanya.


"Wah... wajahnya sedikit mirip dengan Styfen... manisnya..." Clara bergumam sambil senyam- senyum sendiri.


Setelah mereka pergi Clara dan keluarganya kembali masuk.. belum selesai Mbak Ani menutup pintu, ada seorang mengantar sebuah paket.. melihat itu Clara mendekat dan menerima paket itu.. ternyata itu dari Rey.. Clara membawa bingkisan itu naik ke kamarnya.. setelah meletakkan surat serta alat perekam di meja, ia duduk dan mulai membuka bingkisan.


"Sebenarnya apa ini... kamu ada- ada aja, opa- opa .. " Clara membuka bingkisan sambil menggelengkan kepalanya.


"😳🤩🥺" melihat isi bingkisan itu Clara terkejut, senang, sekaligus terharu...


Bingkisan itu berisi satu set make up vaforit Clara yang tentu saja harganya selangit.. ada coklat, setangkai bunga mawar merah dan sebuah kartu ucapan juga...


Kemudian Clara mengambil hpnya dan mengirim pesan kepada Rey.. ia mengucapkan terimakasih dan memintanya untuk fokus pada pekerjaan saja.


Clara kemudian pergi tidur.. ia tidak sabar untuk pergi ke negeri sihir..


Keesokan harinya.. Clara bangun seperti biasa mencuci muka dan kemudian pergi ke negeri sihir.. kali ini ia tidak perlu repot untuk berganti pakaian karena di usianya sekarang pakaiannya tidak akan mengecil. Tidak lupa ia membawa amplop dan rekaman suara putri Laura.


"Heh.. jangan- jangan.. tidak perlu main biola lagi y.. " Clara berlari dan memegang biola Styfen, begitu sampai di negeri sihir.

__ADS_1


"Pakaian ini lagi.. kamu kan bisa ganti dengan pakaian kerajaan?"Styfen mengeluh saat melihat Clara memakai baju tidur.


Clara mengeluarkan tongkatnya dan seketika bajunya berubah menjadi gaun berwarna ungu muda.


"Sudah kan.. ayo... ada hal penting yang harus aku sampaikan kepada Raja,Ratu dan dirimu" Clara mengandeng Styfen dan pergi menemui Raja dan Ratu. Styfen langsung mengeluarkan tongkatnya dan mengirim pesan kepada orang tuanya, tak lupa ia juga menyimpan kembali biola yang kini ada di tangannya.


Sesampainya di ruang pertemuan Clara duduk dan menunggu begitu juga dengan Styfen yang bingung sambil menatap Clara tajam. Tak lama Raja dan Ratu tiba.


"Akhirnya anda tiba... ini... " Clara berdiri dan sangat bersemangat ia memberikan amplop merah muda dan rekaman suara itu tanpa memberi tau dari siapa itu berasal.


"Apa ini nak ... " Ratu yang menerima amplop itu pun menjadi bingung.


" Bukalah anda akan tau Ratu..." Clara mengerakkan tangannya memberi kode agar ratu segera membukanya.


Ratupun membuka amplop itu dan melihat sebuah surat beserta foto.. melihat foto putrinya.. Ratu tak kuasa menahan air mata.. ia hampir jatuh tersungkur.. melihat ibunya hampir jatuh Styfen mendekati ibunya ia memegangnya dengan erat dan memapahnya duduk di kursi.


Kemudian Ratu mengeluarkan tongkatnya dan menyihir foto itu menjadi besar dan berbingkai emas. Seketika ia memasangnya di dinding... Raja dan Styfen pun melihat foto itu.. kakaknya duduk sambil memangku seorang anak laki- laki yang sangat tampan dan lucu, disampingnya berdiri seorang pria yang tampan dan gagah, merangkul pundak kakaknya Laura.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2