Don'T Forget Me , Only You My Love Forever

Don'T Forget Me , Only You My Love Forever
Cinta Buta


__ADS_3

Pagi harinya Clara mencari informasi lagi tentang wanita misterius itu, semua orang ia tanyai, mulai dari mbk Ani, mas Aji kedua adiknya sampai mamanya. Tak satupun mengetahui tentang hal itu.


"Akhirnya.. Pa.. papa.. bentar pa Clara mau ngomong bentar" Clara memanggil papanya.


Clara sudah lama menunggu papanya di ruang tamu, ia menghentikan langkah papanya yang baru saja ingin masuk ke kamar sepulang dari kantor. Hanya papa Clara satu- satunya orang yang belum Clara tanyai.


"Da apa sih Clay.. papa capek ini mau istirahat.." papa Clara berhenti.


" gini pa.." belum selesai Clara bicara papa Clara berjalan menuju ruang tamu, Clara pun mengikutinya.


" Dah.. cepet mau nanya apa?" papa Clara bertanya sambil duduk di sofa.


"Kemarin aku liat papa ngobrol sama pasutri, yang cowok ganteng , istrinya juga cantik banget kayak barby, berdiri disebelah papa sambil gendong anak.. di depan pintu itu pa.. siapa mereka pa?" Clara langsung saja pada intinya.


"emm.. 🤔 o.. mereka yang jual rumah ini .. pemilik rumah ini sebelum kita beli.. mereka.. eh kenapa tanya tentang mereka Clay ?" papa Clara penasaran kenapa Clara bertanya tentang mereka.


"Y gpp pa.. pengen tau aja siapa, kok aku g pernah liat.. terus ada urusan apa kok Dateng pa, rumahnya mau di minta lagi? " Clara mencoba bersikap natural.


"Enggak.. mau ngurus beberapa hal yang belum beres tentang jual beli rumah ini.. mereka bakalan dateng kesini 2 hari lagi. Kemarin g jadi kan ada acara kita.. jadi papa minta di undur" papa Clara menjelaskan.

__ADS_1


" Emm gitu.. ok deh pa.. makasih y.. aku uda g penasaran lagi sekarang.. da pa.." Clara pergi naik ke kamarnya.


Melihat putrinya pergi Tn. Styven berdiri dan masuk ke kamarnya untuk mandi dan beristirahat.


🎶🎶 bel rumah berbunyi Rey datang membawa bingkisan.


"Mbak Ani tolong di bukain y mbak itu paling Rey , bilang ketemu Clara aja langsung aku sama papanya Clara uda istirahat gitu y mbak.." Ny. Intan memberitahu mbak Ani.


Sebelum datang Rey sudah terlebih dahulu memberi tau orang tua Clara. Mbak Ani membukakan pintu dan mengatakan sama persis seperti yang di katakan oleh Ny. Intan, Rey pun kemudian langsung naik ke kamar Clara.


"jggllleg.. malam peri.. " Rey membuka pintu dan masuk ke kamar Clara.


"Ini.. aku bawain coklat kesukaan kamu.." Rey duduk di sebelah Clara yang sedang berada di ranjangnya.


"Opa cuma mau ngasih coklat? eh iya opa.. aku uda tau.. bener kemarin yang aku liat itu emang Putri Laura.. aku uda tanya ke papa tadi" Clara mengambil bingkisan coklat itu dan menggeser tubuhnya menghadap Rey.


"Terus kamu uda tau alamat rumahnya yang baru?" Rey merespon.


" Belum.. tapi 2 hari lagi mereka bakalan dateng lagi katanya.. jadi aku bakalan pake kesempatan itu buat nanya ke dia, kenapa dia g pulang... opa ikut juga y opa, nemenin aku nanya " Clara bersemangat ia bahkan memegang tangan Rey untuk mengajaknya.

__ADS_1


" Emm.. maaf y peri.. aku g bisa ikut ketemu mereka.. nanti jam 1 aku harus berangkat ke Inggris, papa ngasih beberapa kerjaan yang harus aku beresin secepetnya, satu Minggu lagi aku baru balik" Rey memberi penjelasan sambil menggenggam balik tangan Clara .


"emm gitu.. y uda gpp opa.. hati- hati di perjalanan y.." Clara tersenyum sangat manis.


Rey memegang wajah Clara dan berniat menciumnya, tapi Rey membatalkan niatnya, ia hanya bilang * emm imutnya* sambil mencubit pipi Clara.


"Kamarmu nyaman juga aku harus sering- sering masuk sini ni.." Rey berdiri dan berjalan melihat- lihat.


"Opa.. jangan macem- macem y, walaupun kita bakalan nikah kamu g boleh megang barang- barang aku sembarangan" Clara merebut boneka kesayangannya yang sedang di pegang oleh Rey dan kemudian memeluknya.


"Dasar peri kecil.. " Rey memandang sinis Clara.


" Uda lah aku pulang y.. semoga sukses besok.. kalo uda tau sebabnya cerita y.. jangan cuma Styfen yang kamu kasih tau.." Rey pergi sambil kembali menutup pintu kamar.


" Opa- opa.. kamu bener- bener baik hati.. coba aku di posisi kamu pasti uda cemburu akunya .. malah uda marah- marah kali.. eh iy opa kan g pernah masuk kamar aku... ngapain dia barusan? "Clara bergumam sambil menatap ke pintu.


Apa yang di lakukan Rey setelah semua yang ia alami, rasakan dan lihat selama bersama Clara selalu tentang Styfen , tapi anehnya Rey tak pernah sedikitpun mengeluh kepada Clara. Clara menceritakan segalanya kepada Rey bahkan tentang ciuman yang hampir terjadi itu. Clara bahkan lebih sering menghabiskan waktunya dengan Styfen di negeri sihir ketimbang bersama Rey. Rey tak pernah sekalipun bertanya, ia malah menjadi teman curhat Clara selama ini.


*Cinta kalo uda buta y gini ini.. di pukul dari depan pun tetep aja g liat🤣🤣 g ngerasa sakit pula, yang penting si dia bahagia ciecie😁 eh bener gitu g y?*

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2