Don'T Forget Me , Only You My Love Forever

Don'T Forget Me , Only You My Love Forever
Petualangan Baru


__ADS_3

Rey tersenyum..


"Kamu adalah segalanya bagiku peri.. aku tidak takut apapun.. bahkan untuk mati di negeri aneh inipun aku tidak akan mundur .. Aku akan selalu menjagamu" Rey menggenggam tangan Clara..


"Tapi tunggu.. kalian sungguh punya hubungan?!" Rey melepas tangan Clara dan memandangnya tajam.


"E.. enggak.. sini kita lihat apa yang bisa aku lakukan untukmu.." Clara mengalihkan pembicaraan.. ia menarik Rey agar berada di depannya.


Clara mengngenggam tongkat sihirnya.. dan merubah penampilan Rey..


Seketika Rey menjadi pria bangsawan yang amat elegan.


" Jadi begini caramu menggunakan sihir? ini hebat.. aku seperti masuk ke dalam film.. apa aku bisa melakukannya juga?" Rey memegang tongkat Clara.


"Melihat opa bisa masuk kemari mungkin saja bisa opa.. nanti kita pastikan y.. sekarang kita pergi menemui Styf dulu.." Clara menarik tongkatnya.. membuat sayap untuk dirinya dan kemudian terbang keluar sambil menggandeng Rey.


"Wah kamu bahkan bisa terbang.. aku mau juga peri.. " Rey berjalan sambil melihat sayap Clara.


"Ini tidak semudah seperti yang terlihat opa" Clara membuka pintu.


"Iya kah? tapi terlihat mudah.. pantas kamu meninggalkan kursi rodamu tadi..." Rey terus bertanya sepanjang lorong.


Mereka berdua berjalan menuju tempat perjamuan. Styfen terlihat duduk di sana... mereka akhirnya berbincang di bawah pohon yang rindang.


"Nikmatilah... kamu pasti suka dengan hidangan kami.. terlebih yang ini.. Clara bisa menghabiskan 2 tempat sekaligus dalam sekali santap" Styfen menunjuk satu tempat kue.


"Wah.. sepertinya kamu tahu banyak tentang tunanganku ya?" Rey tersenyum sinis.


Styfen memandang Rey tajam.. seakan ingin memberi tahu kalau dia juga mencintai Clara.


" Tentu saja.. pangeran? aku dapat memanggilmu siapa?" Putri Joya yang datang, tiba- tiba menyahut.


"emm.. Rey.. " Rey melihat putri yang lembut dan manis itu.. lalu tersenyum.


"Mereka sudah sejak lama berteman.. bahkan mereka dapat dikatakan sebagai sahabat karib pangeran Rey.. anda tidak perlu terlalu kawatir.. " Putri Joya mencoba melelehkan suasana yang mulai panas.


"Aku tidak kawatir.. anda ini.. " Rey tersenyum..


"Perkenalkan, Aku Joya.. tunangan Raja Styfen.." Putri Joya mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Rey pun juga mengulurkan tangannya sehingga membuat mereka berjabat tangan.


Sebenarnya sejak masuk ke negeri sihir .. Rey masih merasa tidak percaya dengan apa yang dia alami.. tetapi karena ada Clara.. di tambah semua cerita yang Rey dengar dari Clara membuatnya tidak begitu asing berada di sana.


Cerita Clara yang selama ini Rey anggap sebagai cerita dongeng... sekarang ia mengalaminya sendiri.. Rey bahkan tidak begitu khawatir dengan adanya Styfen dulu.. tapi sekarang Rey menjadi cukup waspada.


Mereka berempat menikmati hidangan kerajaan bersama- sama dan menjadi cukup akrab.. karena banyak berbincang.


Karena Rey baru masuk di negeri sihir.. Clara mengajaknya pulang.. tetapi Rey tidak mau.


"Raja Styfen.. bolehkah aku melihat- lihat negerimu ini?" Rey meminta izin kepada Styfen.


" Hem... 😏 apa sekarang kau meminta izin ku? Aku tidak salah dengar?" Styfen sedikit tidak percaya.


"Ya... sebenarnya hanya formalitas.. aku kan lebih tua dari kamu.. tanpa izinmu pun aku juga pergi.. ayo peri.." Rey menyeret Clara pergi dari taman.


"Heh... beraninya kamu.. !" Styfen mengeluarkan tongkat sihirnya.


"Yang mulia.. jangan gegabah.. mari kita ikuti saja mereka.. aku akan menemani kamu..." Putri Joya memegang tongkat sihir Styfen.


Styfen pun akhirnya kembali menyimpan tongkat sihirnya dan kemudian pergi mengikuti Rey dan Clara.. ia berjalan bersama putri Joya.


Rey yang tak tau apa- apa masuk kedalam ... seketika kakek penjaga pohon menampakkan dirinya. Ia kaget melihat Rey.. dan menyuruh Clara untuk masuk ke dalam.


"Ada apa kakek ? bukannya tidak boleh ada orang lain? harus sendiri untuk mendapatkan tongkat sihirkan? " Clara penasaran.


" Kamu ... bagaimana kamu bisa membawa manusia dari duniamu masuk?" kakek menggengam erat pundak Clara.


"Tidak tau kakek dia dapat masuk sendiri.. " Clara menjelaskan.


"Tidak mungkin... harusnya hanya ada 1 orang yang dapat keluar masuk.." sang kakek berjalan mendekati Rey.


"Kamu.. apa yang kamu lakukan sehingga dapat masuk kemari?" kakek memegang pundak Rey dengan erat.


"Hanya berjalan masuk saat mendengar Clara butuh bantuan... " Rey memandang mata kakek.


"Ini benar- benar keajaiban.. luar biasa.. kalian pasti ditakdirkan untuk bersama.." kakek melepaskan tangannya dari pundak Rey dan menengadah ke langit.


"Cobalah.. duduk di sana... ambil tongkatmu..." kakek menunjuk ke akar pohon.

__ADS_1


Rey pun mengikuti instruksi kakek.. dan ia mengalami hal yang sama dengan Clara ketika pertama kali duduk di akar pohon yang bercampur emas itu.


Setelah Rey memilih sebuah tanaman.. dan tanaman itu masuk ke dalam pergelangan tangannya, hingga berakhir menjadi sebuah tato.. Rey kebingungan.. ia hanya tetap duduk tenang dan memandangi Clara dari dalam sangkar..


Melihat Rey kebingungan Clara mencoba membantunya. Clara mengeluarkan tongkatnya dan bersuara agak keras saat memberi perintah. Rey yang melihat Clara mencoba apa yang baru saja ia lihat.


Rey berhasil mendapatkan tongkat sihirnya dalam sekali coba.. tongkat Rey berwarna putih bercampur emas.. warnanya berbeda dari penyihir lain.. kemudian ia membuka gembok sangkar dengan sihirnya.


Begitu sangkar itu menghilang.. Rey berjalan mendekati Clara.


"Wah opa hebat.. aku butuh berkali- kali untuk melakukan itu dulu.. " Clara melihat tongkat Rey.


"iya dong.. akukan jenius... g kayak kamu baboo.." Rey tersenyum.


" Hem.. sombong.. " Clara menganggukkan kepalanya kepada kakek.. dan kemudian melangkah keluar.


Rey pun juga memberi salam dan pergi keluar mengejar Clara.


Belum sempat Rey membuka pintu pohon untuk keluar.. kakek menghentikan Rey..


" Semuanya akan berjalan baik jika kalian tetap kuat dan bertahan, saling percaya dan saling menyayangi.." kakek menepuk pundak Rey.


Rey tidak paham dengan maksud kakek itu.. tetapi ia menganggukkan kepalanya dan mengucapkan terima kasih.


Styfen yang melihat Clara dan Rey masuk dan keluar bersama.. membuatnya merasa aneh.. selama ini tidak ada satu orangpun yang ditemani untuk masuk kedalam pohon itu.. itu pertama kalinya dalam sejarah negeri sihir.


Styfen pun akhirnya bergegas.. mendekati Clara dan Rey untuk bertanya. Putri Joya mengikuti Styfen di belakang.


" Apa ini.. kalian sungguh masuk bersama?" Styfen bersemangat untuk mengetahui kebenarannya.


Semua hal ajaib yang belum pernah terjadi di negeri sihir.. membuat Styfen cukup khawatir.. sebagai seorang raja yang memiliki kewajiban untuk melindungi negeri sihir ia mencoba tenang dalam situasi membingungkan itu.


"Tidak tau Styf .. tiba- tiba kakek menyuruhku masuk kok.." Clara mengangkat kedua pundaknya.


Styfen kemudian pergi masuk kedalam pohon dan bertanya kepada kakek penjaga.. sementara putri Joya menunggu bersama Clara dan Rey di luar.


Sambil menunggu Styfen.. Rey mencoba menggunakan tongkatnya..


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2