
Clara diam saja seperti patung karena terpesona melihat wajah pria itu. Pria itu begitu tampan dan sangat keereeen, benar- benar seperti Idol.
"Hee.. kamu ini... siapa?" tanya pria itu sambil melambaikan tangannya di depan wajah Clara.
" Emm.. Clara.. perkenalkan aku Clara.. kamu?" Clara mengulurkan tangannya.
" Dari mana kamu datang? baju yang kamu pakai itu baju model apa?" tanya pria itu.
"Emm.. ini baju tidur, masak kamu g tau? Clara bingung sambil ngliatin pakaian pria itu.
" Kamu masuk kamar ini dari mana? aku mengunci pintunya.. jangan bilang kamu keluar dari meja rias itu.." pria itu menebak sambil menunjuk ke arah meja rias.
" Iya bener, aku emang keluar dari sana.. bukan.. tapi aku masuk kesini lewat sana.. 😂" Clara tertawa.
Tiba-tiba pria itu melemparkan biola yang ia pegang ke arah atas.
" Clinkk... " biolanya hilang.
Clara sangat terkejut, belum sempat ia bertanya bagaimana biola itu bisa tiba-tiba hilang, pria itu menggenggam tangan Clara dan menyeretnya masuk ke dalam kamar.
" He.. lepasin aku.. he..." Clara mencoba melepaskan tangannya dari pria itu.
__ADS_1
Setelah Clara menghentakkan tangannya akhirnya tangannya terlepas dari pegangan pria itu, Clara menatap tajam pria itu karena kesal.
"Dengar aku tidak bermaksud buruk kepadamu, tapi jika benar kamu keluar dari sana maka tunjukkan bagaimana caranya" pria itu penasaran.
Pria itu bicara begitu tenang walau matanya menyiratkan hal lain, matanya berbinar-binar seakan mengharapkan sesuatu dari kedatangan Clara melalui meja rias itu.
" Iya.. aku tau kamu penasaran, tapi denger y.. aku g sengaja masuk kemari, aku bingung, takut, kaget juga liat kamu" Clara menjelaskan kondisinya.
Pria itu hanya diam dan menatap sinis kepada Clara.
"Haduh.. Jadi gini y, tadi tu aku ndengerin suara biola kamu, telinga aku.... aku tempelin di tembok, trus aku terjatuh lalu ndrong meja rias itu.. sampai deh ke mari" Clara memegang dahinya sambil menceritakan bagaimana ia bisa masuk ke kamar itu.
" Baiklah... kalau memang begitu cobalah masuk dan kembali lagi" pria itu berkata sambil duduk di sofa.
Pria itu beranjak dari tempatnya dan melangkah menuju lemari pakaian tanpa berkata apapun.
" Ini.. pakai ini dan masuklah, lalu kembali.." Pria itu berbicara sambil menyodorkan sebuah jaket tebal yang terbuat dari bulu.
" Ini kan jaket cewek, sebenernya ini tu kamar siapa sih? yang pasti bukan kamar kamu kan.. semua hal di sini banyak yang berwarna merah muda, isi lemari juga milik cewek.. punya istrimukah? atau pacarmu? tunagan mungkin.." Clara terus melontarkan pertanyaan tanpa terjeda.
Pria itu tidak menjawab pertanyaan Clara, tapi hanya menghela nafas sambil kembali menyodorkan jaket itu.
__ADS_1
Clara pun kemudian berdiri dan mengambil jaket itu lalu memakainya, kemudian ia melangkah mendekati meja rias itu.
Clara mencoba memasukkan tangannya kembali, dan tangannya dapat menembus seperti awal mula.
" Aku rasa aku bisa pulang, maksudku ke sana.. tapi kalo seandainya aku g bisa ke sini lagi, jangan menunggu y... cukup...." Clara menunjuk ke tembok, belum selesai Clara bicara pria itu berdiri dan menyentuh tembok, tapi tidak merasakan apa2 hanya seperti menyentuh tembok biasa, ia pun mengode Clara dengan matanya untuk segera masuk ke sana.
Clarapun masuk kembali ke dalam tembok itu, kali ini ia benar- benar sadar dan melangkahkan kakinya sendiri. Clara tidak melihat cahaya sedikitpun di sana, ia hanya merasakan kelembutan yang sangat dingin. Ia melangkah... melangkah lagi.. baru dua kali melangkah. Ia sudah berada di rumahnya, di tempat yang sama ketika pertama kali ia jatuh.
" Wah.. aku pulang.. akhirnya.. Mama.. Papa.. Vira.. Sofi " Clara pun berlari dan berteriak.
" Ada apa non.. " Mbak Ani berlari dari dapur dan bertanya karena kaget mendengar teriakan Clara.
" Aku habis nembus tembok mbak..." jawab Clara sambil senyum-senyum.
" Nembus tembok? o.. non ini mimpi habis nembus tembok gitu maksudnya non..." mbak Ani kebingungan.
Clara menghela nafas sambil menatap mbak Ani.
" Sudah lah mbak... anggep aja gtu.." Clara putus asa dan melangkah pergi.
Mbak Ani menganggap Clara aneh karena pagi2 berteriak sambil memakai jaket tebal. Ia pun kemudian kembali ke dapur.
__ADS_1
Bersambung....