Don'T Forget Me , Only You My Love Forever

Don'T Forget Me , Only You My Love Forever
Sepi


__ADS_3

Setelah puas berjalan- jalan Rey dan Clara kembali ke rumah.. Clara mengantar Rey kekamar dan kemudian pergi ke kamarnya.


Clara mengganti pakaian dan melepas jam tangan.. ia melihat gambar tongkat sihirnya yang lama tidak ia gunakan.. Clara tertunduk sedih.. ia memikirkan bagaimana perasaan Styfen.. sudah sangat lama sejak terakhir kali ia bertemu dengannya.


Clara pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke negeri sihir. Sebelum ia turun menuju pintu ia mendatangi Rey untuk memberi tau dia.. ketika baru membuka pintu kamar Rey, Clara melihat Rey sedang tidur.. akhirnya clarapun pergi tanpa memberi tau Rey.


Clara sampai di negeri sihir, seperti biasa ia merubah penampilannya dan berjalan keluar. Clara membuka pintu kamar.. tetapi pintunya terkunci dari luar. Clara pun menggunakan tongkatnya untuk membuka pintu. Beberapa kali Clara mencoba dengan kata perintah *buka*.. tetapi tetap saja tidak dapat terbuka.


Akhirnya Clara memutuskan untuk terbang keluar melalui jendela. Ia terbang menuju taman... mendatangi tempat dimana biasanya Styfen berada.


Sesampainya di tempat itu.. Clara tidak melihat Styfen .. akhirnya Clara pergi ke aula.. baru selangkah melangkahkan kaki.. Clara melihat sesuatu yang menjawab pertanyaannya.


Aula itu penuh dengan bunga dan hiasan mewah.. hanya tidak ada orang di sana.. melihat gelas dan beberapa piring yang masih berada di atas meja, Clara tau betul pasti baru saja ada sebuah pesta.


Clara keluar dan melihat- lihat di sekeliling istana.. tapi tak ada seorangpun yang terlihat.. akhirnya Clara pergi berjalan- jalan di negeri sihir, sambil mengunakan beberapa mantra untuk bermain..


Clara cukup terhibur berada di negeri sihir.. pemandangan dan berbagai hal di sana menghilangkan sebagian penat yang ia rasakan.


Walaupun Clara hanya berkeliling sendirian.. tetapi pemandangan alam yang Clara lihat tidak mengecewakan..


Setelah cukup lama Clara berkeliling dan melihat- lihat negeri sihir akhirnya Clara memutuskan untuk kembali ke istana.


Sesampainya di istana Clara duduk di kursi batu dekat pintu masuk Aula utama kerajaan..


"Putri... putri Clara bukan?" seorang pelayan yang lewat menyapa Clara.


"Emm.. iya.. nampaknya sedang ada acara penting di kerajaan? " Clara tersenyum dan bertanya kepada pelayan itu.


"Iya putri.. bukankah Anda datang untuk menghadiri acara itu juga? " Pelayan itu penasaran, karena tidak mungkin jika Clara tidak di undang di acara besar raja.

__ADS_1


"emm.. iya .. tapi setelah aku tiba tidak ada orang.. mungkin aku salah mengingat waktunya😁" Clara berbohong agar tidak semakin memperburuk suasana.


"Iya putri.. anda datang sangat terlambat.. acaranya sudah selesai 2 jam yang lalu.." pelayan itu memberi penjelasan.


"Jadi begitu... tapi kemana semua orang pergi? kenapa tempat ini sepi sekali?" Clara akhirnya mencari informasi.


"Tentu saja melepas lentera di laut timur putri.. hari bahagia akhirnya tiba.. pangeran akan segera menikah dengan putri Joya.. jadi berdasarkan tradisi keluarga kerajaan akan melambungkan berbagai lentera yang berisi doa baik ke langit.." pelayan tersenyum..


Ternyata hari itu merupakan hari akhir proses pemilihan seorang putri untuk pangeran. Seorang putri telah terpilih untuk mendampingi pangeran Styfen.


Clara mengucapkan terimkasih kepada pelayan itu setelah lama mereka berbincang dan pelayan itupun akhirnya pergi untuk kembali membereskan aula.


Clara marah pada dirinya sendiri.. ia telah berjanji untuk tidak menduakan Rey tunangannya.. tetapi mendengar berita itu, Clara cemburu dan menjadi gusar.


Clara tertunduk dan akhirnya menangis.. ia bingung apa yang seharusnya ia lakukan dan bagaimana ia mengakhiri perasaan bodoh itu.


Clara sungguh tidak ingin memiliki perasaan yang sama terhadap dua orang yang berbeda.


Clara terus melontarkan pertanyaan kepada Tuhan.. bagaimana ia dapat masuk ke pintu rahasia, bagaimana ia dapat menggunakan sihir, dan bahkan bagaimana ia dapat memiliki hubungan sulit dengan 2 orang pria di dua dunia yang berbeda.


Akhirnya Clara termenung.. sudah lama sejak ia duduk di tempat itu.. tempat itu terasa sangat sunyi dan sepi.. akhirnya Clara memutuskan untuk pulang.


Clara mengeluarkan tongkatnya menyihir sepasang sayap untuk dirinya.. dan kemudian pergi terbang, masuk kembali ke dalam kamar Putri Laura.


Clara kembali kerumahnya.. sesampainya di rumah.. ia menutup pintu rahasia, berjalan lesu disepanjang lorong dan kemudian naik ke kamarnya.


Belum sampai membuka pintu kamar Clara teringat kepada Rey.. dan akhirnya ia berjalan menuju kamar Rey.. Clara membuka pintu dan melihat Rey sedang duduk sambil mengotak atik hpnya.


"Opa sudah bangun..?" Clara duduk di depan Rey.. wajahnya sangat lesu.

__ADS_1


" Iya.. baru saja, ini sekarang baru mengecek urusan pekerjaan ke Rio.. kamu kenapa? kok lesu gitu" Rey penasaran.


" Aku habis dari negeri sihir tapi g ada orang di sana... sepi.. " Clara memainkan kuku tangannya.


" Emm.. jadi kamu kecewa karena g ketemu Styfen? " Rey menggoda Clara.


" Eh.. enggak.. ngapain juga kecewa g ketemu dia..? sepi aja main sendirian opa.. " Clara berkelit.


"Aku tau kamu kangen dia kan?" Rey terus menggoda, ia tau betul jika Clara ada rasa kepada Styfen.


"Opa.. apa sih ah.. Opa mau makan sesuatu? aku kupasin apel y?" Clara mengalihkan pembicaraan.


" Ayolah.. kamu kan uda g ketemu dia berbulan- bulan.. pasti kangen kan.. iy kan?" Rey terus menggoda sambil senyam- senyum.


" Tau ah.. aku mau ke kamar aja mandi.. kalo opa g mau mkan sesuatu.. mandi juga sana.. da opa.." Clara mendekatkan kursi roda ke samping Rey dan kemudian pergi sambil melambaikan tangan.


Rey tersenyum melihat Clara.. ia sangat menyayangi Clara, dan bersedia melepas Clara jika memang hal itu membuat Clara hidup bahagia.


Rey terus memandangi Clara sampai ia menutup pintu kamar, dan kemudian kembali fokus dengan hpnya.. kali ini ia menelepon sekretarisnya.. karena pesannya tidak di baca.


Begitu di angkat Rey memarahi sekretarisnya.. walaupun amarahnya itu hanya sekedar gurauan ..


Rio adalah sekertaris kesayangan Rey.. orang terdekat Rey setelah Clara. Bahkan lebih dekat dari pada orang tua Rey.. Rey menyuruhnya datang ke rumah Clara dengan membawa beberapa berkas.


Rey termenung melihat ponselnya.. entah apa yang terjadi padanya, hingga bekerjapun menjadi sangat rumit..


Rey menghela napas.. meletakkan ponselnya di meja samping ranjang. Kemudian menggapai kursi roda di depannya dan perlahan turun dari ranjang untuk berpindah ke kursi roda.


Rey mengalami banyak kemajuan sehingga ia dapat melakukan beberapa hal sendirian sekarang..

__ADS_1


Akhirnya sekertaris Rey tiba.. ia masuk ke kamar dan memberikan beberapa berkas kepada Rey, yang ia letakkan di ranjang Rey.. sementara Rey baru duduk di kursi roda sambil mengeringkan rambutnya yang basah setelah mandi.


Bersambung......


__ADS_2