Don'T Forget Me , Only You My Love Forever

Don'T Forget Me , Only You My Love Forever
Ciuman Pertama


__ADS_3

Setelah foto keluarga Putri Laura dipasang Clara memberikan rekaman suara Putri Laura.. Clara ingin agar keluarga Putri mendengar suaranya, tapi sayang rekaman itu juga rusak... sebenarnya semua alat elektronik yang melewati pintu rahasia akan menjadi rusak karena terpapar suhu ekstrim singkat di dalam pintu.


"Maaf Raja dan Ratu, kamu juga Styf... padahal putri berbicara sangat semangat .. πŸ₯ΊπŸ˜”" Clara kecewa.


"Tidak papa Clara.. hanya dengan mendengar kabar bahwa putri kami baik- baik saja, kami sudah bahagia.." Ratu mencoba menghibur Clara.


"Betul... apa lagi kami dapat membaca surat dari kakak, itu sudah sangat membantu kami..." Styfen menambahkan.


"emm.. apa boleh kami terus merepotkan mu untuk berkirim surat dengan putri kami?" Raja bertanya ragu.


"O iya... maaf sekali lagi Raja, Ratu.. Styf... πŸ˜” sebenarnya Putri memintaku untuk memberi tahu kalian kalau ia harus menetap di luar negeri jadi akan jarang memberi kabar... mungkin setahun sekali bahkan lebih... jadi tolong jangan khawatir.. dan.." Clara terdiam.


"Apa itu luar negeri ?" Styfen menyela..


"Em.. kurasa negeri lain jika disini... jangan memotong perkataan ku lagi y.. nanti aku lupa mau bicara apa..." Clara menjawab bingung sambil memprotes Styfen.


Styfen mengangguk saja..


"Putri ingin anda memberikan sebuah kenangan Ratu.. apa saja.. yang dapat putri bawa kemana - mana.." Clara menyampaikan pesan Putri Laura.


" Ini berikanlah ini kepadanya.. "Ratu melihat ke bawah ia melepas sebuah cincin dari jari telunjuknya dan memberikannya kepada Clara.

__ADS_1


"Baik Ratu.. besok akan kuberikan kepada putri sebelum ia berangkat.." Clara menerima cincin itu.


Setelah mereka selesai bercakap -cakap.. masuk seekor burung pembawa pesan. Raja menerimanya dan langsung mengajak Ratu, Styfen dan Clara pergi ke aula kerajaan.


Aula kerajaan cukup ramai... ternyata putri dari seluruh penjuru negeri datang menjawab undangan dari Raja. Mereka di jadwalkan untuk datang dan bertemu dengan pangeran Styfen yang sedang ingin di nikahkan oleh Raja..


Mendengar tentang pertunangan Styfen.. jantung Clara hampir copot ia pun diam membisu melihat Styfen yang sedang mencium tangan salah seorang tuan putri yang cantik untuk menyambut kedatangan para tuan putri itu. Ada 4 tuan putri di sana, beserta dayang- dayang mereka.. jika Clara di hitung maka ada 5 orang tuan putri di aula itu.


Clara memutuskan pergi dari ruangan itu.. ia berlari ke kamar Putri Laura walaupun ia sendiri tidak tau kenapa ia sangat ingin meninggalkan aula.


"Clara..." Styfen memanggil Clara sambil membuka pintu kamar.


" Kenapa kamu di sini.. bukankah kamu harus ada di sana untuk memilih calon istrimu?" Clara mendekati Styfen.


"Kenapa kamu pergi begitu saja? " Styfen bingung karena Clara tidak berpamitan.


"Entahlah.. hatiku seperti tungku tersiram air.. tadinya hangat jadi dingin.." Clara menunduk.


" Kamu cemburu? " Styfen mendekatkan wajahnya sangat dekat dengan wajah Clara.


Begitu menatap mata Styfen .. Clara jadi salah tingkah.

__ADS_1


"Cemburu? enggak lah .. lagian siapa aku cemburu sama kamu.. aku pulang y.. da .." Clara berbalik dan melangkah.


Styfen memegang tangan Clara dan menariknya..


" Aku rasa aku sudah memilih calon istri.." Styfen memeluk Clara dan mencium bibir Clara dengan lembut.


Tanpa sadar Clara memejamkan matanya ia memegang erat pundak Styfen dan menikmati sensasi ciuman pertamanya itu. Beberapa waktu kemudian Clara teringat dengan Putri Laura yang tidak dapat pulang karena ciuman.. Seketika Clara terperanjat melepaskan dirinya dari pelukan Styfen dan kemudian langsung berlari ke pintu.


Clara melompat masuk dengan harapan pintu tidak tertutup.


Untung saja pintunya tidak tertutup dan Clara sudah berada di rumahnya. Clara bingung.. berkali- kali ia meraba seluruh tubuhnya.. tangan, rambut, leher bahkan kakinyapun ia raba..


Setelah yakin bahwa dia baik- baik saja, Clara memberanikan dirinya untuk masuk lagi ke negeri sihir ..


Styfen yang masih berdiri terpaku karena amat sangat bingung.. karena Clara tiba- tiba melepas ciuman hangat itu. Kaget melihat Clara kembali datang.


"πŸ˜πŸ˜€ hai.. aku pulang y dada.." Clara tersenyum lebar dan melambaikan tangannya kemudian kembali pulang.." Clara masih saja senyam- senyum karena lega dan memikirkan ciuman yang baru saja terjadi setelah sampai di rumah.


Melihat tingkah Clara, Styfen tersenyum geli dan menggelengkan kepalanya ... sambil melangkah pergi dari kamar kakaknya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2