
Satu bulan telah berlalu.. Hari pernikahan Rey dan Clara akhirnya tiba. Pagi ini Clara bangun jam 5.. ia mandi dan kemudian memulai make up..
Rey juga sama ia bersiap sangat pagi.. bahkan semalam ia tidak bisa tidur.
Rey cukup gugup menghadapi hari pernikahannya itu.
Orang tua Rey dan Clara juga bersiap.. tak lupa Sofy, Vira dan Jeslyn juga tak ketinggalan untuk make up..
Clara dan Rey akhirnya siap. Mereka berangkat menuju gereja jam 8 pagi..
Seluruh keluarga besar dan beberapa tamu undangan ikut mengiring mobil pengantin mereka.
Mereka melakukan beberapa tahapan pernikahan mengucap janji dan menyematkan cincin.. diakhiri dengan Rey yang memberi kecupan mesra di kening Clara.
Acara makan bersama keluarga pun juga telah usai..
Malam ini Rey harus tidur di kamar Clara..
Rey dan Clara naik ke atas menuju kamar Clara.
Clara membuka pintu kamar dan kaget karena melihat kamarnya dihias dengan berbagai macam hiasan.. bahkan di ranjangnya banyak bunga melati bertebaran.
"Wah mereka cepat juga menyulap kamarku opa.. lihatlah.. padahal tadi pagi masih berantakan.." Clara melihat Rey yang ada di belakangnya.
Clara melepas sepatunya dan duduk di meja rias..
"Opa.. kamu ga mau masuk? " Clara melihat Rey .
Rey yang berdiri terpaku di pintu.. melangkah masuk.. dan duduk di ranjang sambil memandangi Clara .. ia masih sedikit canggung.
Clara mencoba melepas seluruh hiasan rambut yang terpasang di rambutnya.. tetapi ia mengalami kesulitan..
Rey pun mendekati Clara .. ia berdiri di belakang Clara dan membantunya melepas seluruh hiasan rambut yang penuh dengan jepit.
Saking banyaknya jepit rambut yang menempel.. Clara akhirnya menyerah.. ia melihat ke kaca memandangi Rey dan menyangga dagunya dengan tangan.
"Capek y? serahkan padaku saja peri.." Rey masih sibuk mencabuti jepit- jepit rambut itu.
Akhirnya seluruh hiasan rambut dapat di lepas dari rambut Clara. Clara pun mengucapkan terimakasih kepada Rey dan pergi ke ruang ganti.. ia melepas baju pengantinnya dan pergi mandi.
Setelah selesai mandi Clara berniat memakai baju tidur yang biasanya ia pakai.. tapi akhirnya ia teringat jika Rey telah membelikan baju tidur khusus untuknya yang harus ia kenakan ketika malam pertama mereka.. Clara pun memakai baju tidur itu.
Clara terlihat sangat mempesona dengan baju tidur sexy berwarna merah itu.
Begitu Clara keluar dari ruang ganti.. Rey melongo melihat penampilan Clara.
Clara sedikit malu melihat exspresi Rey yang menatapnya.. tetapi ia berusaha tenang..
"Kamu tidak mau mandi opa..? " Clara berjalan dan merebahkan badannya di ranjang.
"Mandi lah.." Rey langsung tersadar dan melangkah pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Setelah selesai Rey berjalan mendekati Clara.. melihat Clara telah tertidur Rey menyelimuti tubuh Clara dan merebahkan badannya di sebelah Clara.
"Opa sudah selesai?" Clara yang terbangun melihat Rey.
Rey mendekatkan tubuhnya kepada Clara ia memeluk Clara dan mulai mencium bibir Clara..
Clara diam saja ia mulai terhanyut dalam suasana .
Malam itu mereka melakukan hubungan suami istri..
Pagi harinya.. Clara yang terbangun lebih awal dari pada Rey menoleh dan melihat Rey yang tidur di sampingnya.
Clara memandangi wajah suaminya itu dan membelai rambutnya.. juga meraba wajah tampan Rey.
Clara masih tidak percaya akhirnya ia tidur berdua dengan seseorang di kamarnya.
Karena tahu Rey masih tertidur pulas Clara pun mendekatkan tubuhnya, ia memeluk Rey dan ikut tidur lagi.
Rey yang tersadar Clara memeluknya.. membalas pelukan Clara.
Mereka berdua tidur lagi hingga pukul 10 pagi.
Clara mandi terlebih dahulu baru setelah itu Rey.. mereka pergi ke ruang makan untuk sarapan.
Melihat pasangan pengantin baru ini turun.. seluruh keluarga yang berada di ruang keluarga tentu saja menggoda mereka.. hingga mereka merasa sangat malu.
Clara dan Rey terus mengumbar kemesraan .. mereka berdua tidak bisa menyembunyikan aura kasmaran yang sedang merajalela.
"Opa hari ini jalan- jalan ke negeri sihir yuk..? " Clara tersenyum lebar.
"Ayo.. mumpung aku belum banyak kerjaan.." Rey mengandeng tangan Clara.
Mereka berdua berjalan menelusuri lorong dan sampailah di depan pintu ajaib.. Rey membuka pintu dan mereka berdua melangkah masuk .
"Aduh..." Clara memegang keningnya.
Rey juga memegangi pundaknya.
Rey dan Clara bingung.. Rey meraba tembok itu dan benar saja.. tangannya tak dapat tembus lagi.. Clara juga mencoba memasukkan tangannya.. tetapi percuma..
Tangannya hanya memegang tembok yang terasa kasar.
"Aku rasa kita sudah tidak dapat masuk kesana opa.." Clara terjatuh lemas.. ia memandangi gambar tongkat sihir di pergelangan tangannya.
Rey diam saja, ia memegangi Clara..
Rey juga sedikit merasa kecewa dan sedih.
Rey menutup pintu itu dan memapah Clara pergi meninggalkan tempat itu.
Agar Clara tidak begitu kecewa ia mengajaknya pergi kesebuah taman bunga yang ada di kota tempat tinggal mereka.
__ADS_1
Semenjak hari itu Clara dan Rey tidak pernah menginjakkan kaki ke lorong lagi.
Enam tahun telah berlalu.. Rey dan Clara telah memiliki rumah sendiri sekarang.. mereka bahkan memiliki seorang anak perempuan .
Setiap akhir pekan mereka pergi berlibur dan berjalan- jalan, pergi ke berbagai tempat.. termasuk mengunjungi beberapa tempat pariwisata.
Mereka juga berkunjung ke rumah orang tua Clara setiap akhir bulan..
"Pa.. tau dimana Evelyn.. ? " Clara panik memangil Rey, ia mencari anak mereka..
"Lo.. enggak tu ma.. bukannya tadi sama mama kan? " Rey ikut panik.
" Ga ada pa.." Clara kebingungan.
"Mungkin sama Akong atau Mak.. " Rey melangkah pergi menemui orang tua Clara.
Clara mengikuti di belakang Rey.
"Pa.. tau di mana Evelyn? " Rey bertanya kepada papa Clara.
"Iya tadi mainan sama mbk Ani.. itu.. di taman.." papa Clara menunjuk ke taman.
Rey dan Clara langsung menuju ke taman.
"Mbak Ani.. Evelyn mana mbk? " Clara mendekati mbk Ani yang sedang merapikan bunga di taman.
"Itu di situ non.. di bawah pohon lagi main bunga.. Lo..! kok g ada.." mbk Ani menoleh ia panik.
Mbk Ani, Clara dan Rey berkeliling mencari di setiap sudut rumah.. tetapi mereka tetap tidak menemukan putri kecil mereka Evelyn.
"Non.. den.. jangan- jangan.." Mbk Ani melihat ke lorong.
"Mbk diem aja y mbk.. kayak biasanya.." Clara dan Rey bergegas menuju pintu rahasia.
Mbk Ani mengangguk dan pergi ke dapur.
Begitu sampai di depan pintu, Clara dan Rey melihat pintu rahasia telah terbuka.. dan sepatu Evelyn ada di sana.. mungkin terjatuh ketika putrinya itu sedang mencoba memanjat .. Clara dan Rey panik karena mereka tidak dapat masuk ke negeri sihir lagi.
Clara menyakinkan Rey untuk mencoba masuk.. putri mereka masih terlalu kecil..
Rey dan Clara pun bergandengan dan mencoba masuk ke dalam pintu.. mereka memejamkan mata..
Tubuh mereka mulai terasa dingin ..
Mereka tiba di sebuah kamar.. ini kamar Putri Laura tapi interior dan barang- barangnya telah berubah.
Banyak mainan anak kecil di sana.
Nampak Evelyn sedang bermain dengan seorang anak laki- laki.
Clara dan Rey saling menatap.. mereka tersenyum bersamaan.
__ADS_1
Tamat...