
" Hendi mau pulang ma.. dia berangkat lusa.. sama nitip Rey, dia ambil kuliah di Indonesia" Tn.Styven memberi tahu inti pembicaraan.
" La kenapa g ambil di luar negeri sekalian pa?" Ny. Intan penasaran.
" Ya kamu tau kenapa kan ma?" Tn. Styven mengode istrinya dengan sedikit mengedipkan mata.
"Berati Rey bakalan tinggal disini pa?" Ny. Intan bertanya.
"Enggak lah ma.. Hendi kan punya rumah sendri di sini, dia beli satu rumah di daerah ini. paling Rey nya bakalan sering main aja ma.. kalo g y kita yang datengin dia" Tn. Hendi menjelaskan.
"La kapan belinya pa? kan dia ada rumah milik keluarganya di Bandung.. " Ny. Intan bingung.
" Entahlah ma.. pokoknya besok kalo mau liat Rey ada di rumah No.7, di komplek ini.." Tn.Hendi mengakhiri pembicaraan dengan meninggalkan ruang makan.
"La.. pa..pa.." Ny. Intan berdiri dari kursinya dan mengejar suaminya.
" O.. y ma.. sehari sebelum Hendi berangkat dia mau mampir, siapin mkan, dan camilan y" Tn.Hendi tiba- tiba berhenti dan melihat Ny. Intan, seusai bicara ia berbalik dan kembali melangkah pergi.
"Hem.. y pa.." Ny. Intan memandang suaminya, dan kembali ke meja makan.
__ADS_1
Seusai makan merekapun bergegas istirahat. Clara pergi ke kamar mandi, mencuci wajahnya, menyikat gigi dan kemudian menganti bajunya dengan baju tidur. Kemudian iapun pergi tidur.
"πΌπΆπΆ" Clara terbangun dari tidurnya, kali ini dia terbangun karena mendengar suara musik.
" Hahh... jam 4 lagi, kenapa Styfen selalu memainkan biola sangat pagi..π€π" Clara bergumam sesudah melihat jam.
Clara bangun dari ranjangnya dan kemudian mengambil hp serta sebuah tas kecil, ia keluar dari kamar dan pergi melalui pintu rahasia.
" Styfen... π" Clara memanggil Styfen begitu sampai di istana, ia melambaikan tangan dan tersenyum lebar.
Melihat Clara Styfen berhenti memainkan biola, ia menyimpan biolanya dan kemudian melangkah masuk kedalam kamar.
" ha-ha-ha... π g lucu bercandanya, ini aku bawain kacang sama pie susu, makanan yang aku beli dari Bali.. sama sini aku liatin sesuatu.." Clara memberikan oleh- oleh itu dan mulai membuka hpnya.
" loh.. kok mati.. la.. gimana ini.." Clara bingung ketika mencoba membuka hpnya, hp itu mati dan tidak dapat hidup.
" Kenapa.. " Styfen menaruh bingkisan oleh- oleh itu dan mencoba melihat hp Clara.
"Em.. jadi ini yang namanya hp.. mungkin g bisa di pake di sini Clay ... " Styfen memberikan hp itu ke pada Clara.
__ADS_1
"π tadinya aku mau liatin ke kamu foto dari Bali" Clara sedikit kecewa.
" Udalah.. g papa.. " Styfen mencoba menghibur.
" Besok aku coba print gambar y.. sama.. ini aku beliin ini buat kamu.. aku lihat kamu sering pake.. " Clara memberikan sebuah kotak.
" Bross.." Styfen membuka kotak itu.
Kotak pemberian Clara berisi Bross berbentuk peri yang sangat bagus.
" Terimakasih ya..." Styfen tersenyum karena senang.
"iya .. y uda aku pergi dulu y.. aku harus sekolah.. jangan memainkan biola jam 4 pagi.. " Clara bergegas masuk tembok.
" π€" Styfen bingung... kenapa Clara bilang ia memainkan biola jam 4.. jelas- jelas Styfen memainkannya jam 5 pagi.
Styfen membuka bingkisan yang di berikan Clara dan mencoba memakannya. Ia sangat senang karena ternyata makanan asing itu rasanya sangat enak. Saking sukanya Styfen g sadar kalau Kacang sama pie itu habis dia makan.
Bersambung...
__ADS_1