
Ibu Clara membuka luka yang terdapat di kaki Clara.. ia memberi obat luar yang di oleskan menyeluruh di atas permukaan luka putrinya itu.
"Apa masih sakit?" ibu Clara bertanya, karena Clara diam saja tanpa bergeming.
"Emm.. apa mama tidak marah?" Clara memandang mamanya dengan sedikit perasaan takut.
"Tidak.. mama tau kalian sudah dewasa sekarang.. tentu kalian tau batasannya bukan...?" ibu Clara tersenyum.
"Mama sedikitpun tidak terlihat khawatir, jangan- jangan memang mama maunya gini y? " Clara penasaran.
"Huss.. apa sih Clay.. mama itu tau betul bagaimana kalian berdua.. kalian sudah di jodohkan sejak usia belia, mama tau bagaimana kalian tumbuh.. " ibu Clara duduk di samping Clara. Ia telah selesai menutup kembali luka Clara dengan perban.
"Tak mama sangka.. kalian akhirnya saling suka juga.. tadinya mama berpikir hubungan ini tidak akan berhasil Clay.." ibu Clara memegang tangan Clara.
" Apa maksud mama?" Clara bertanya lagi.
" Jangan pura- pura lagi.. mama tau kamu tidak menyukai Rey.. selama ini, kamu menganggapnya kakak laki- lakimu kan? kalian bahkan tidak pernah terlihat seperti sepasang kekasih.. " ibu Clara menghentakkan tangan Clara.
"Apa terlihat seperti itu ma?" Clara berfikir...
"Tidak tau bagaimana orang lain melihatnya Clay.. tapi di depan mama nampak seperti itu.. mama senang akhirnya sekarang kalian saling mencintai.. jaga hubungan ini baik- baik ya.. " ibu Clara melepas tangan Clara dan berdiri.
" Mama mau pergi? " Clara melihat mamanya.
"Tentu saja pergi Clay.. ini rumah sakit tempat kerja mama.. mama ada banyak pekerjaan selain merawatmu.. mama akan mempercayakan kamu ke Rey saja.. tapi jangan berciuman di tempat umum y.. membuat mama malu nanti.." ibu Clara menggoda Clara dan melangkah pergi.
Clara tersipu malu.. ia menundukkan kepalanya.. dan kemudian berbaring untuk tidur.
Rey datang setelah setengah jam Clara tertidur.. melihat Clara yang sedang tidur akhirnya Rey memutuskan duduk di sofa.. hingga ia pun akhirnya tertidur juga.
Tiba- tiba pintu terbuka.. Rey yang belum tertidur pulas terbangun. Ternyata itu seorang perawat yang datang untuk memberi Clara suntikan.
Obat itu di masukkan melalui selang infus.. Clara yang sedang tidur sedikitpun tidak bergerak.
Setelah selesai Rey mengucapkan terimakasih kepada perawat itu.. kemudian perawat itu pergi meninggalkan kamar Clara.
Rey yang terlanjur bangun.. akhirnya membuka hpnya dan memutuskan untuk bermain game.
__ADS_1
2 jam telah berlalu.. akhirnya Clarapun bangun.. Clara yang melihat Rey duduk di sofa.. sengaja diam saja sambil memandang Rey dari tempat tidurnya.
Begitu melihat jam tangan Rey .. tiba- tiba Clara teringat dengan Styfen .. ia menjadi melamunkan hal- hal yang terjadi di negeri sihir.. terlebih selalu diakhiri dengan terdengarnya bunyi jam kerajaan yang berdentang.
" Hemm.. " tanpa sadar Clara menghela napas .. suaranya cukup keras hingga Rey dapat mendengarnya.
" Kamu sudah bangun peri? Kenapa menghela nafas? " Rey melihat sebentar ke arah Clara dan kemudian melanjutkan permainannya.
"G papa opa.." Clara menjawab Rey.
" Bener.. ayo bilang kenapa hayo? " Rey berdiri dan pindah duduk di samping Clara sambil terus memainkan game di hpnya.
"Udah main y main aja opa.. g usah tanya- tanya.. " Clara sedikit kesal.
Rey memandang Clara sebentar sambil tersenyum dan kemudian kembali menundukkan kepalanya melihat hpnya kembali dan memainkan game nya..
Tak butuh waktu lama.. Rey menaruh hpnya dan kemudian memfokuskan diri kepada Clara.
" Baiklah ayo sekarang katakan padaku ada apa?" Rey menggenggam tangan Clara.
"Hem.. 😀 gemnya? tentu saja peri.. aku cukup ahli dalam hal ini.." Rey menyombongkan diri.
"Jangan mengalihkan pembicaraan cepat katakan, kamu pasti sedang memikirkan sesuatu kan?" Rey semakin penasaran karena Clara terus saja menghindari pertannyaannya.
"G pa pa opa.. tadi aku tiba- tiba keinget negeri sihir.. " Clara menunduk dan melihat gambar tongkat sihir miliknya yang terdapat di pergelangannya.
"Jangan khawatir peri.. nanti kalo kamu sudah sembuh, kamu bisa ke sana.. kalau bisa aku pasti membawamu kesana sekarang juga..😁" Rey mencoba menghibur Clara.
"Opa g cemburu?" Clara menggoda Rey.
"Cemburu" Rey memandang Clara dengan tajam.
Rey yang sejak tadi berwajah santai dan ceria tiba- tiba berubah menjadi sangat tegang dan serius.
Clara sangat terkejut melihat exspresi Rey. Tatapan Rey tak pernah terlihat setajam itu.. Clara tau betul kali ini Rey sungguh serius dengan jawabannya. Rey sungguh cemburu berat.
Clara yang tadi menggoda menjadi gugup.
__ADS_1
"Opa.. apa kamu marah? " Clara bertanya.
" Tidak peri.. hanya saja.. tidak pernahkah kamu merasakan kecemburuanku? " Rey menunduk ke bawah.
" Apa maksudmu opa.. ?" Clara bingung dengan perkataan Rey.
Clara selalu menganggap Rey kakak dan sahabat terdekatnya.. ia berpikir kalau Rey tidak pernah cemburu dan keberatan tentang kunjungannya ke negeri sihir. Kali ini Clara sadar ternyata hal itu cukup menyinggung perasaan Rey.
"Sejak pertama kali kamu menceritakan hal ini ke padaku peri.. aku tidak keberatan.. Bahkan tentang kedekatanmu dengan Styfen.. tapi sejujurnya aku sangat cemburu peri.. tidakkah kamu tau? " Rey menggenggam tangan Clara.
"Maaf opa.. " Clara mulai berkaca- kaca.. ia sadar tentang hal itu.
" Hehh.. jangan menangis peri.. aku hanya bercanda.." Rey mencoba mencairkan suasana karena ia melihat Clara hampir menangis.
Clara melihat wajah Rey.. wajah tampan yang tersenyum lebar ini sangat menyayanginya.. Clarapun menangis.. ia meneteskan air mata.. sambil memandangi Rey. Hati Clara sangat sakit.. ia begitu kecewa dengan tindakannya selama ini.. terlebih melihat Rey yang sangat memperdulikannya.
Rey yang melihat Clara menangis memeluknya dengan lembut..
" Maaf peri.. aku membuatmu menangis.. jangan menangis lagi y.. cup- cup... " Rey menepuk punggung Clara.
Mendengar Rey berkata seperti itu Clara mendongak melihat wajah Rey.. dan Clarapun tersenyum.
Rey selalu punya cara untuk membuat Clara merasa senang.
Terjadi berbagai kemesraan antara mereka di rumah sakit.. setelah 1 Minggu, Clara diperbolehkan pulang.
Rey pun mengantar Clara kembali ke rumah.
Clara yang duduk di kursi roda di dorong oleh Rey masuk ke kamarnya. Sementara Rey yang juga masih tinggal di rumah Clara ikut masuk ke kamarnya. Rey pergi mandi.. setelah meninggalkan Clara bersama Mbak Ani ..
Clara sedang bercakap dengan Mbak Ani yang sedang membantunya mengganti baju. Di kamar Clara sedikit ada pemandangan baru.. tirai Clara yang tadinya berwarna biru tua.. diganti menjadi merah muda oleh Mbak Ani.
Mereka sedang membicarakan taman bunga belakang rumah yang baru- baru ini sedang di atur ulang oleh Mbak Ani. Mbak Ani meminta pendapat Clara untuk jenis bunga yang akan di tanam berikutnya ..
Selang beberapa waktu mereka bercakap.. tiba- tiba terdengar suara biola yang dimainkan.
Bersambung....
__ADS_1