Don'T Forget Me , Only You My Love Forever

Don'T Forget Me , Only You My Love Forever
Aku Padamu


__ADS_3

Rey menemani Clara semalaman ia bahkan tidak dapat tidur... Rey mengotak- atik hpnya sambil duduk di sebelah Clara .. sesekali ia memandangi Clara yang masih saja tidur terlelap.


Rey tersenyum dan menggenggam tangan Clara.. Clara tetap terlihat cantik walau tanpa riasan dan wajah yang pucat karena sakit.


Rey sangat mencintai Clara.. ia ingin hidup selamanya hanya dengan satu wanita saja.. yaitu Clara..


"Rey.. opa....... opa.." Clara memanggil Rey sambil mengerakkan tangannya yang berada di genggaman Rey.


" Hem.. peri kamu bangun... em ini baru jam 5, pagi sekali kamu bangun.." Rey menggosok matanya, sambil melihat jam tangannya.


Rey tertidur di samping Clara .. baru satu jam ia tidur .. Clara sudah membangunkannya. Rey melepaskan tangan Clara yang ia genggam, dan pergi ke kamar mandi untuk cuci muka.


" Opa.. kamu sudah bisa berjalan .. aduh.. " Clara berusaha bangun tapi ia merasakan sakit di kakinya.


Clara sangat senang melihat Rey yang melangkah pergi ke kamar mandi. Ia mencoba turun dari ranjang, tetapi tidak bisa.. kakinya di perban.. karena terdapat jahitan pula.


Rey yang melihat Clara kesakitan karena berusaha turun.. melangkah kembali mendekat kepada Clara.


" Heh.. jangan turun dulu.. lihat.. aku baik- baik saja.. ini semua berkat kamu peri.." Rey membantu Clara kembali ke posisi semula..


Rey tersenyum sangat manis dengan aura ketampanannya.. walau baru bangun tidur, dan terdapat sebuah garis yang membekas di wajahnya, karena terkena lipatan bajunya.. ia tetap berkarisma.


"Apa maksud opa? bagaimana bisa opa bisa berjalan karena aku?" Clara bingung melihat Rey.


"Kamu lupa.. aku yang nylametin kamu kemarin peri.. aku bahkan menciummu untuk membuatmu bangun.. " Rey mencubit kecil pipi Clara.


"Eh.. iya kah? kapan opa? emm.." Clara mencoba mengingat- ingat.. pipinya merah seperti tomat.


"Opa tidak menciumku.. itu bukanya nafas buatan.. aku mengingatnya dengan benar.. " Clara memprotes Rey.


" Peri.. jawab pertanyaan aku y... posisi wajah kita deket apa g?" Rey melirik Clara.


" Deket.. " Clara menjawab.


"Terus.. bibir kita nempel g?" Rey sedikit mendekatkan tubuhnya.


"Y..y.. nempel opa.." Clara bingung.

__ADS_1


"Nah itu namanya ciuman dong..." Rey semakin mendekatkan wajahnya.


"Opa.. mandi sana bau tau... " Clara yang gugup segera mendorong tubuh Rey untuk menjauh, ia mencari- cari alasan.


Rey yang terlontar tersenyum dan pergi ke kamar mandi.


" Hari ini aku akan ke kantor sebentar peri.. ada hal penting yang harus aku urus.. jadi tolong jaga dirimu baik- baik ya... akan lebih baik jika kamu dapat tidur lagi.. "Rey keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil miliknya.


Melihat Rey berpakaian sangat rapi dan terlihat sedikit serius.. Clara tau kalau kepergiannya ke kantor pasti untuk mengurus hal besar dan bukan hal remeh.. terlebih dalam kondisinya yang baru saja dapat berjalan.


" Apa tidak kepagian opa? ini setengah 6 pagi baruan?" Clara memandang jam di dinding ruangan.


"Tidak.. aku akan pulang dulu dan menyiapkan beberapa berkas bersama Rio.. dah aku berangkat ya peri.. " Rey membuka pintu dan melambaikan tangan.


"Hati- hati opa... di sini kan ada mama jadi jangan khawatir... pasti dia akan sering melihatku.. hehe" Clara menunjukkan giginya yang rapi dan putih sambil melambaikan tangannya.


Rey langsung pergi ke rumah dan kemudian berangkat ke kantor dengan menaiki mobil hitam bersama seorang supir. Ia menyelesaikan sebuah rapat dan kemudian kembali ke rumah sakit.


" Opa.. sebentar sekali? baru 3 jam opa pergi, apa semua lancar? " Clara bingung ketika ia melihat Rey masuk ke dalam kamar.


"Aku hanya mengurus hal yang perlu aku urus saja peri.. yang lain aku percayakan ke Rio.." Rey melepas dasinya, dan dua kancing yang dekat dengan lehernya di buka juga. Kemudian duduk di sebelah Clara.


" Sudah makan? " Rey memandang wajah Clara.


" Sudah opa.. tadi mama dateng.. nyuapin aku.. 😊" Clara sangat senang.


" Bagus lah kalau begitu.. 😊 " Rey tersenyum lega.


"Opa sudah makan?" Clara memandang wajah Rey.


Rey tidak menjawab ia diam saja sambil tersenyum.


" Pasti belum kan? kenapa opa tidak mkan dulu? opa terlihat seperti zombi.. berwajah pucat dan nafas bau.. sana pergilah makan dulu" Clara sedikit membentak.


"Iya kah? tapi pasti aku zombi yang tampan kan..?" Rey menggoda Clara.


"Iya opa.. opa zombi yang sangat tampan dan penuh dengan karisma.. jika opa pergi makan nanti tambah gantengnya opa.. gih makan..." Clara membujuk Rey.

__ADS_1


" Tidak mau aku tidak lapar.. aku mau di sini saja.. " Rey membaringkan kepalanya di sebelah Clara.


Sambil senyam- senyum Rey memandangi Clara. Clara marah.. ia mencoba mengangkat kepala Rey menjauh dari ranjang.


" Apa sih.. peri.. aku tu ngantuk biarin aku berbaring sebentar di sini.. paling tidak untuk melihatmu.. " Rey menggenggam tangan Clara dan kembali menaruh kepalanya di ranjang.


" Tu kan.. bau nafas opa.. cepet sana aduh aku g betah... " Clara mencari alasan agar Rey segera makan, ia menarik tangannya dari genggaman Rey dan menutup hidungnya.


"Jadi nafasku bau? " Rey mengangkat kepalanya dan memandang Clara.


Clara mengangguk.. Rey tau Clara sedang berusaha membuatnya makan ..


" Baiklah aku akan pergi makan.. tapi.. " Rey memandang Clara dengan tajam.


Rey berdiri dan duduk di ranjang tepat di sebelah Clara.. Clara bergeser dan bingung melihat Rey .. entah apa yang ingin dia lakukan.. Rey mendekatkan tubuhnya.. kemudian wajahnya.. hingga akhirnya Rey mencium Clara.. Clara yang kaget hanya terpaku diam.. tanpa ia sadari matanya terpejam.


Rey yang melihat Clara memejamkan matanya.. ikut memejamkan mata juga. Ia tau Clara tidak keberatan.


Mereka berciuman cukup lama.. hingga tiba- tiba pintu terbuka.


Rey dan Clara terperanjat dan langsung salah tingkah. Keduanya berprilaku aneh.. Clara mengambil hp milik Rey yang terdapat di sampingnya dan memainkannya seperti miliknya sendiri. Sedangkan Rey bermain kelopak bunga yang terdapat di meja sebelah Clara.


Ternyata itu ibu Clara..


" Kalian tidak perlu seperti itu .. aku tidak melihat kalian berciuman.." ibu Clara tersenyum.


"Maaf tante.. Permisi.. aku akan ke kantin untuk makan.. mari.. " Rey melewati ibu clara.. sambil menyembunyikan rasa malunya Rey pergi makan.


" Eh.. maaf Tante.." Rey masuk lagi..


" hp ku peri.. " Rey mengigit bibirnya menahan malu.. dan mengambil hpnya dari tangan Clara.


Begitu Rey mendapatkan hpnya ia bergegas pergi.. Wajah Rey merah seperti tomat. Begitu juga dengan Clara.


Ibu Rey geli melihat tingkah Rey.. Rey tak pernah terlihat segugup itu..


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2