
Pagi menjelang siang pada hari yang telah di sepakati, Laura datang bersama suami dan anak lelakinya.
Clara yang sudah menanti sejak pagi bergegas ikut menyambut kedatangan mereka.
" Salam kenal, saya Clara.." Clara memperkenalkan diri setelah di suruh oleh papanya.. ia tersenyum sangat lebar karena begitu senang.
Mereka pun kemudian duduk dan berbincang.. selagi suami putri Laura menyelesaikan urusan surat menyurat dengan Tn. Styven, Clara mengambil kesempatan ini untuk berbincang dengan Putri Laura yang kebetulan sedang mengajak putranya jalan- jalan di kebun belakang rumah Clara.
"Permisi.. " Clara mendekat perlahan.
" Em.. Clara.. iya ada yang bisa saya bantu?" Putri Laura menoleh dan bertanya kepada Clara.
" 😁" Clara malah bingung ingin memulai percakapan dari mana, ia tersenyum lebar di depan Putri Laura.
"Kamu lucu y.. 😊 ayo duduk di sana.. kita ngobrol.. " Putri Laura melangkah pergi menuju sebuah tempat duduk kayu dengan meja.
Sambil memangku anaknya Putri Laura duduk di sebelah Clara.
" Kamu masih kuliah kan y.. uda semester berapa sekarang?" Putri Laura mengawali pembicaraan.
__ADS_1
"Em.. saya baru masuk tahun ini kok putri.."
Clara keceplosan.
Putri Laura hanya memandang Clara, ia mencoba menebak. Putri Laura bukan hanya dikenal sangat cantik tapi juga begitu cermat, cerdas dan sangat pintar. Ia putri kerajaan yang sangat sempurna. Maka dari itu menghilangnya Putri Laura membuat semua orang berfikir kalau memang ia tidak ingin ada di kerajaan. Ia sengaja menghilangkan dirinya.. hal itu sangat mungkin ia lakukan.
Clara menyadari kalau Putri Laura mulai curiga terhadapnya.
" Em.. baiklah sebenarnya begini.. " Clara berhenti bicara.
" Silahkan di makan dan di minum non Laura sudah lama baru ketemu y non.." mbak Ani datang membawa camilan dan minuman.
" Sehat non sehat sekali.. untung Tuan meminta pengurus rumah ini tetap keluarga saya non, kalau tidak pasti sudah g di sini saya non.. sedih mesti saya.. terimkasih banyak lo non" Mbk Ani berbicara sambil mengusap keringatnya.
"Iya mbk.. 😊" Putri Laura tersenyum lagi.
"Y sudah saya tinggal dulu y non.. non Clara jangan ngomong yang macem- macem lo non.. " Mbk Ani berjalan pergi sambil melihat Clara.
"😁 "Clara meringis melihat Mbk Ani.. Setelah mbak Ani pergi Clara melanjutkan perkataannya.
__ADS_1
" Lihatlah ini.. " Clara membuka jam tangannya dan memperlihatkan gambar tongkat sihir di pergelangan tangannya kepada Putri Laura.
Melihat gambar itu Putri Laura sangat terkejut ia menatap tajam mata Clara.
" Jangan bilang apa yang aku pikirkan benar.. apa kamu dapat masuk ke dalam pintu itu?" Putri Laura bertanya.
Clara mengangguk dan menarik tangan Putri Laura .. benar di tangan Putri Laura memang masih terdapat gambar, ada 3 gambar di sana.. sebuah biola, tongkat sihir, dan mahkotanya.
" Dengarkan aku apapun yang telah kamu alami di sana tidak baik untuk mu, sebaiknya berhentilah masuk kedalam pintu itu.." Putri Laura menasehati hal yang sama seperti mbk Ani ketika pertama kali tau kalo Clara sering keluar masuk pintu rahasia itu. Keduanya sama- sama menyuruh Clara berhenti pergi ke sana.
"Aku akan berhenti, tetapi katakan dulu apa alasan anda untuk tidak pulang, tidak sekalipun berkunjung, bahkan memberi kabar.. Anda sungguh senang tinggal di sini hingga rumah ini pun Anda jual?" Clara mulai sedikit terbawa suasana.. ia mulai langsung kepada intinya.
"Aku sungguh ingin pulang.. tetapi tidak bisa.." Putri Laura mengambil sebuah kue dan memberikannya kepada anaknya yang mulai tidak tenang duduk di pangkuannya.
" Lalu kenapa anda tidak pulang? Anda sungguh ingin menikah dengan pria pilihan anda.. walau begitu, tidak benar kalau anda tidak pulang Putri.. Raja, Ratu dan adik anda Styfen sangat menghawatirkan anda.. " Clara menggenggam tangan Putri Laura.
" Kamu sungguh bertemu dengan keluargaku, bagaimana kabar mereka? apa Styfen sudah bisa bermain biola?" Putri Laura memandang Clara dengan mata yang berkaca- kaca.. ia menahan air mata.
" Sebenarnya apa yang terjadi? melihat kondisi anda saat ini tidak mungkin anda sengaja tidak pulang bukan?" Clara semakin penasaran.
__ADS_1
Bersambung...