
Setelah tamu Tn.Styven pulang, merekapun kembali melakukan aktivitas masing2. Tn.Styven mempelajari beberapa kasus yang ia tangani di ruang kerjanya. Sementara Ny. Intan dan ketiga anaknya melakukan yoga bersama.
Setelah selesai, mereka mandi dan kemudian makan malam bersama.
"Libur sekolah masih satu Minggu lebih kan ma?" tanya Tn Styven setelah selesai makan kepada Istrinya.
" Iya pa.. kenapa?" tanya Ny. Intan penasaran.
" Enggak, kalo kita liburan dulu ke Bali 1 Minggu gtu kan pas.. g harus minta izin ke sekolah anak2 ma" jawab Tn.Styven.
"iya pa mepet juga g papa, kan kita naik pesawat, aku baru ngajuin tambahan cuti pa, g tau dsetujui ap g...emang pa2 uda dapet persetujuan cuti tambahan?" tanya Ny.Intan.
"Uda.. kebetulan kasus yang aku tangani semuanya di proses bulan depan ma.." jawab Tn.Styven.
"Beruntungnya papa.. Clara, Sofy, Vira nyiapin perlengkapan sendri lo y, g usah bawa barang banyak-banyak.. klo Vira kesulitan minta tlong mbk Ani buat ngrapiin di koper y.." Ny.Intan menjelaskan.
" Iyaa ma.. paling kita cuma bawa.." Clara senyum sambil ngode adik2nya.
" Camilan... " Clara,Sofy, dan Vira serentak menjawab, sambil tertawa.
__ADS_1
Tn.Styven dan Ny.Intan ikut tertawa melihat mereka. Pasalnya memang setiap pergi liburan keluarga mereka akan banyak membawa camilan, dan minuman favorit di banding membawa barang.
Jam tidur pun tiba, mereka pergi ke kamar masing2 dan Vira di temani Ny.Intan hingga tertidur.
"Emmhhh... " Clara terbangun dari tidurnya sambil merentangkan kaki dan tangannya, iapun melihat jam dinding.
"Heh..😦 jam 4 lagi.. kenapa aku jadi bangun jam 4 pgi terus.." gumam Clara kesal.
Baru mau mencoba tidur tiba- tiba ia mendengar suara.
" 🎼.. "
Sesampainya di depan pintu, Clara membuka pintu itu dan memberanikan dirinya untuk menyentuh tembok.
Tak lama Clara menyentuh tembok itu, ia merasakan dingin yang sedingin salju tetapi begitu lembut selembut sutra, ia terus mengajukan tangannya masuk ke dalam hingga mendorong sesuatu, dan kemudian ia mulai merasakan kehangatan di suatu tempat, ia pun menarik tangannya kembali.
" Pintu ini pasti terhubung ke suatu tempat.. suara biolanya bener dari sini kok.." Clara bergumam, sambil menempelkan telinganya ke tembok itu..
Tak disangka tubuhnya kehilangan keseimbangan sehingga Clara terjatuh masuk ke dalam pintu itu, tubuhnya mendorong sesuatu bergerak lebih jauh.
__ADS_1
" Aduh.. dingin.." Clara bergumam, kemudian ia tersadar jika berada di suatu tempat yang hangat. Ternyata rasa dingin dan lembut itu hanya ketika melewati pintu itu saja.
Clara melihat ke atas, ia melihat atap dengan lampu yang besar dan sangat cantik, penuh kristal memanjang ke bawah. Ia pun cepat2 berdiri, menarik kakinya yang terasa sangat dingin agar menjadi hangat. Ia melihat sekeliling, ternyata yang ia dorong dengan tangan dan badannya itu adalah sebuah meja rias besar, terdapat roda kecil di ke4 sudut kaki meja itu sehingga mudah sekali digerakkan.
Clara terus mengamati ruangan itu, di sana ada tempat tidur, kemudian ada sofa, jendela yang besar dengan tirai tebal berwarna merah muda, dan beberapa interior yang terlihat seperti sebuah ruang kerajaan di film-film. Setelah melihat lemari pakaian dan alat make up di meja rias itu, Ia pun tersadar bahwa ruangan itu adalah sebuah kamar yang begitu luas milik seorang wanita.
Jendela kamar itu terbuka, ternyata ada seorang pria bermain biola di sana.. Clara mendekat dan berniat menyapa pria itu. Baru dua langkah, ia berhenti dan berfikir.
"Dia ini baik apa jahat y.. apa g papa aku nyapa dia? lagian aku juga g tau di mana in.. haduh gimama y..." Clara jalan ke kanan dan ke kiri.
" Sapa aja lah.. toh dia mau ngapain aku, masak iya mau di bunuh? kalo iya juga g papa berati takdir aku... 😳" Clara membulatkan tekadnya.
Clara mendekati pria itu, sesampainya di depan pria itu ia langsung mendekatkan wajahnya.
" Haii.." Clara melambaikan tangan.
Serentak pria tampan yang tidak menyadari kedatangan Clara karena asik memainkan biola pun kaget, ia berhenti bermain biola, dan menatap Clara tajam.
" Siapa kamu?" pria itu bertanya dengan tenang walaupun hatinya berdebar kencang karena terkejut.
__ADS_1
Bersambung...