
Melihat istrinya menangis, sang rajapun mendekati istrinya.
" Styfen akan menjelaskannya kepadamu.." sang raja berbicara kepada Clara dan pergi membawa sang ratu.
Styfen yang tadinya bersandar di dinding, berjalan mendekati Clara dan duduk di sampingnya.
" Kamar yang kamu datangi itu adalah kamar kakak ku Laura, ia juga bisa masuk ke dalam sana, sama sepertimu.. tapi satu orang pun dari kami tidak ada yang dapat masuk. Kami juga melihat dinding di balik meja rias itu, tapi ketika mencoba masuk kami terbentur oleh dindingnya" Styfen bercerita.
"Emm.. Jadi gitu, pantes aja kamu g terlalu terkejut melihat aku masuk dan keluar dari sana.." Clara mulai memahami situasi.
" Sebenernya aku sedikit terkejut, aku tidak pernah melihat kakak ku masuk atau keluar, aku mengetahui hal ini karena ia bercerita kepadaku, makanya tadi aku mencoba memegang tembok... mungkin setelah kedatanganmu temboknya berubah dan dapat membuatku masuk juga" Styfen berdiri dan berjalan menuju jendela.
" Lalu apa yang terjadi dengan kakakmu? kenapa ada hubungannya dengan kedatanganku?" Clara penasaran.
" Kakak menghilang setelah bertengkar dengan ibu.." Styfen menjawabnya, sambil melihat keluar jendela.
Kala itu tiba- tiba Laura menghilang entah ke mana, Raja dan Ratu juga seluruh penghuni kerajaan sudah mencarinya, hanya saja tidak di temukan di manapun. Terakhir terlihat Laura lari sambil menangis masuk ke dalam kamarnya. Kemungkinan besar ia masuk ke tembok yang berada di belakang meja rias itu.
Entah apa yang terjadi kepadanya, hingga 1 tahun berlalu ia tidak pernah kembali.
__ADS_1
"Kenapa mereka bertengkar?" Clara bingung 🤔.
" Entahlah.. ibu dan ayahku tidak mau memberi tau alasannya... tapi.. kemungkinan besar tentang perjodohan kakak.." jawab Styfen.
" Perjodohan?" Clara semakin penasaran.
"Iya.. kakak pernah bilang kepadaku, kalau ia tidak mau menikah dengan pangeran itu, dia bilang sudah memiliki pangeran lain dalam hatinya. Mungkin ia bicara dengan ibu dan ibu tidak setuju." Styfen mengira- ngira.
Kemudian Styfen melangkah ke pintu, dan mengajak Clara keluar dari sana. Mereka melanjutkan percakapan di taman yang berada di sebelah istana. Taman itu luas dan indah, banyak pepohonan rindang, berbagai macam bunga, bahkan pohon buah pun ada. Padang rumput hijau yang membentang luas menambah keindahan taman itu.
" Wah.. indahnya.. ini buat main golf pun sisa ni.." Clara tercengang, mulutnya terbuka lebar sambil berputar memandangi taman itu.
" 🙂 kamu ini lucu dan aneh... aku semakin penasaran sebenernya kamu ini datang dari mana.." Styfen tersenyum dengan manis.
Melihat Clara terkesima Styfen tersenyum semakin lebar dengan mengeluarkan sedikit suara sambil menjentikkan jarinya di depan Clara.
" Papamu em maksudku yang mulia raja, tadi bilang kalo di sini negeri sihir kan.. selain bisa menghilangkan dan menerbangkan benda, apa kalian berpergian dengan sapu dan karpet terbang juga?"Clara bertanya memecah suasana canggung yang terjadi.
" hah? kami berpergian dengan kereta kuda.. kadang kami menerbangkannya agar cepat sampai. Tergantung jarak dan kemauan kami saja, apa di tempatmu penyihir berpergian dengan sapu dan karpet?" Styfen penasaran.
__ADS_1
" Tidak.. di tempatku tidak ada penyihir, adanya pesulap yang dapat melakukan berbagai hal dengan trik. Tapi ada beberapa film, novel dan komik yang menceritakan bahwa penyihir menggunakan hal2 itu, bahkan di ceritakan juga kalau mereka memakai tongkat untuk merapal mantra mereka, y semacam tongkat sihir" Clara menjelaskan sambil duduk di sebuah kursi yang terbuat dari batu.
Mendengar perkataan Clara tiba- tiba Styfen menjentikkan jarinya dan muncul sebuah tongkat berwarna kuning seperti emas dari telapak tangannya.
Tongkat itu tidak panjang hanya sekitaran 15 cm saja. Tapi tidak terlihat ringan, sedikit berbobot karena terbuat dari kayu yang bercampur emas murni.
"Seperti ini?" Styfen memegang tongkat itu dan mengerakkanya di depan Clara.
" wah.. iya bener semacam ini.. aku kira kalian g pake cos kamu g ngluarin ini saat ngilangin biola sama nerbangin gaun.." Clara memandang tongkat itu.
⏰tiba- tiba terdengar bunyi jam dari kerajaan..
" Tunggu jam berapa ini?" Clara teringat dengan rumahnya.
" Tujuh.. kenapa" Styfen bingung.
Tanpa menjawab pertanyaan Styfen Clara lari begitu saja kembali ke dalam kamar. Styfen pun mengikutinya sampai ke kamar.
" Aku terburu-buru besok kita sambung lagi y.. da.." Clara masuk ke dalam tembok sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1
Styfen hanya diam sambil melihat Clara pergi melalui tembok.
Bersambung....