
"Akan sulit jika kau tidak memiliki bukti fisik atas tuduhanmu," kata Jang So Ram, seorang pengacara yang bekerja untuk perusahaan Seok Jin.
Sebelumnya, Seok Jin telah menceritakan tentang kasus manipulasi asuransi yang dilakukan ayah Sian dan Do Hyun. Dia ingin mengkonsultasikan masalah tersebut pada So Ram.
"Apa tidak bisa jika kita hanya mengandalkan saksi?" Tanya Seok Jin. Dia memang tidak punya bukti fisik atas tuduhannya lantaran Hyun Woo mendapatkan informasi tersebut langsung dari mulut Hyuna, sekretaris ayah Sian dan Do Hyun, saat dia mengikuti Hyuna.
"Untuk membawa ini ke jalur hukum, harus ada setidaknya satu bukti fisik," jelas So Ram.
Seok Jin terdiam, dia merasa sangat khawatir pada Sian dan Do Hyun. Dia ingin membawa mereka pergi dari rumah itu. Namun, dia tidak memiliki hak hukum untuk melakukannya.
So Ram yang melihat wajah sedih Seok Jin, ikut khawatir. "Ini mungkin tidak sesuai ketentuan hukum, tapi kurasa ini yang terbaik jika kau ingin menyelamatkan mereka."
♡♡♡
"Tuan yakin mau melakukan ini? Kudengar perusahaan itu akan kolaps, ini hanga akan merugikan perusahaan kita," tegur Hyun Woo.
"Jika saja kau menggunakan mulut itu untuk mengutarakan solusi lain, maka aku akan menghargainya!" Tukas Seok Jin, membuat Hyun Woo terdiam.
Saat ini Seok Jin mencoba untuk berinvestasi di perusahaan ayah Sian. Banyak yang menentangnya, karena investasi yang akan dilakukannya tidak akan menguntungkan, mengingat perusahaan ayah Sian sudah hampir tak berproduksi lagi. Namun, Seok Jin tidak peduli, yang dia pedulikan hanyalah keselamatan Sian dan Do Hyun.
Lee Sung Kyun yang baru saja datang, segera menyambut keberadaan Seok Jin dengan senyum lebar. Seok Jin sangat benci melihat itu, pria dihadapannya saat ini nampak seperti iblis baginya.
__ADS_1
"Sialan! Dia bisa tersenyum cerah dengan melukai anak-anaknya," gumam Seok Jin.
"Anda bilang apa?" Tanya Lee Sung Kyun.
"Bukan apa-apa!" Tukas Seok Jin. "Kau sudah menyiapkan kontraknya?"
"Tentu saja." Sung Kyun memanggil sektetarisnya, Hyuna. Untuk mengambilkan kontrak investasi yang sudah disiapkannya.
"Ini, direktur," kata Hyuna, sembari menyerahkan kontak itu pada Seok Jin.
Tanpa basa-basi Seok Jin menandatangani kontrak tersebut, dengan harapan bahwa investasi darinya akan membantu ayah Sian melunasi hutangnya, dan tidak perlu menyakiti Sian dan Do Hyun.
"Kau tidak membacanya lebih dulu?" Lee Sung Kyun terheran-heran.
Seok Jin beranjak dari tempatnya, dan pergu meninggalkan kantor Sung Kyun tanpa menoleh.
♡♡♡
Changkyun memerhatikan tingkah kakaknya dari balik dinding. Ada yang mencurigakan tentang kakaknya dan kakak iparnya.
Sebenarnya apa yang mereka sembunyikan? Pikir Changkyun.
__ADS_1
Dia bersembunyi ketika kakaknya telah selesai melakukan sesuatu di dapur, dan pergi menuju kamar Sian dan Do Hyun.
Changkyun mengendap-endap ke dapur, memeriksa apa yang baru saja dibuang oleh kakaknya. Dia memungut botol kecil yang masih berisikan sedikit cairan.
"Apa ini?" Tanya Changkyun, sembari mengirup isi botol tersebut. "Ehmmm." Dan dia tersedak oleh aroma menyengatnya. Dia tidak tahu apa kandungan dari cairan tersebut. Namun, dia memiliki pikiran jelek tentang cairan itu.
Changkyun memutuskan untuk menyimpan botol tersebut, dia berpikir untuk memeriksakan kandungan dalam cairan di botol itu.
"Apa yang kau lakukan?"
suara itu...,
Changkyun segera memasukkan botol kecil tersebut ke dalam saku celananya. Dan memutar tubuhnya menghadap sang empunya suara.
"e-eoh, hyung, ini..., aku sedang mencari penaku, sepertinya jatuh di sini," kata Changkyun pada kakak iparnya.
"lalu, kau sudah menemukannya?"
"belum. Tapi lebih baik aku beli pena baru saja," kata Changkyun. "Aku berangkat kuliah dulu, hyung."
Changkyun bergegas pergi, meninggalkan kakak iparnya yang kini memandang kepergiannya dengan curiga.
__ADS_1
TO BE CONTINUE