
Seok Jin menatap nanar foto pernikahan palsunya dengan Sian, dalam foto itu juga ada Do Hyun yang saat itu bertugas mendampingi Sian. Seok Jin amat sangat merindukan kedua orang itu. Baginya, mereka adalah keluarga, meskipun semua hubungan yang terjalin di antara mereka diawali dengan kebohongan.
"Aku sangat merindukan kalian, sangat," lirihnya.
Ponsel yang dia letakkan di atas dasbor mobilnya, bergetar. Menampilkan nama Hyun Woo sebagai panggilan masuk.
Secepat kilat Seok Jin meraih ponsel tersebut. Dia memang sedang menanti kabar dari Hyun Woo.
"Bagaimana?" Cecar Seok Jin ketika dia menerima panggilan tersebut.
"Aku salah, tuan. Mereka tidak sedang dalam perjalanan pulang, kurasa mereka akan ke bandara."
"Apa?! Bagaimana bisa kau..., aku akan segera ke sana. Terus ikuti mereka!" Titah Seok Jin. Dia memang memerintahkan Hyun Woo untuk mengikuti Sung Kyun dan Changmi seusai makan malam, untuk memberikan kode darurat pada Seok Jin kalau-kalau dia belum keluar dari rumah Sung Kyun.
Seok Jin melajukan mobilnya, meninggalkan pekarangan rumah Sung Kyun.
Jadi beginikah cara mainmu, Sung Kyun ********?! Kau akan membawa Sian dan Do Hyun pergi?! Tidak akan kubiarkan!
♡♡♡
"Apa kita akan langsung ke bandara?" Tanya Changmi yang saat ini sudah berada dalam mobil bersama Sung Kyun.
"Eoh!"
"Lalu bagaimana dengan anak-anakmu, dan Changkyun?" Kembali Changmi bertanya.
"Aku sudah meminta orang untuk membawa Sian dan Do Hyun ke bandara, serta membebaskan Changkyun dari gudang."
"begitukah?"
"eoh," sahut Sung Kyun sekenanya.
Changmi tersenyum puas, "kalau begitu kita hanya akan perlu bersenang-senang dengan semua uang ini."
"Tentu saja!"
Sung Kyun mempercepat laju mobil sewaannya, dia sudah tak sabar untuk segera pergi dari Korea, dan bersenang-senang dengan uang asuransi anak-anaknya serta uang hasil dia menipu Seok Jin, di Swiss.
Butuh waktu sekitar satu jam lebih bagi Sung Kyun untuk sampai di Bandara Incheon. Di sana, dia memarkirkan mobilnya secara asal, kemudian berlari bersama Changmi dengan terburu-buru menuju titik kumpul yang dia sudah berikan kepada orang suruhannya.
"Di mana mereka?" Tanya Changmi.
"Orangku bilang dia akan segera membawa mereka ke sini."
"Suruh mereka cepat! Aku tidak sabar untuk segera pergi dari negara ini!" Titah Changmi.
Sung Kyun mendengus, dia merogoh ponselnya dari saku jasnya, kemudian menghubungi orang suruhannya.
"Yaa! Kau di mana? Kenapa lama sekali, hah?!" Tanya Sung Kyun agak membentak.
"Masalahnya adalah..,"
♡♡♡
__ADS_1
Seok Jin mengedarkan pandangannya ke setiap sudut bandara. Dengan perasaan kelam yang bercampur aduk, dia terus mencari Sung Kyun. Hingga akhirnya langkahnya terhenti ketika melihat pria 50 tahunan itu berdiri dihadapannya.
"Sialan!" Seok Jin menggeram, dia hendak menghampiri Sung Kyun ketika dua orang polisi menghalanginya.
"Tuan Han Seok Jin?" Tanya salah satu dari dua polisi itu.
"Iya, itu aku. Ada apa?"
"Anda di tahan atas tuduhan menerobos masuk ke rumah orang tanpa izin!" Tukas polisi itu, membuat Seok Jin terbelalak.
"Apa?"
"Tangkap saja dia, beraninya dia menerobos masuk ke rumahku!" Titah Sung Kyun, membuat Seok Jin berpikir, bagaimana bisa dia tahu?
FLASHBACK ON
"*Di mana mereka?" Tanya Changmi.
"Orangku bilang dia akan segera membawa mereka ke sini."
"Suruh mereka cepat! Aku tidak sabar untuk segera pergi dari negara ini!" Titah Changmi.
Sung Kyun mendengus, dia merogoh ponselnya dari saku jasnya, kemudian menghubungi orang suruhannya.
"Yaa! Kau di mana? Kenapa lama sekali, hah?!" Tanya Sung Kyun agak membentak.
"Masalahnya adalah nona Sian dan Do Hyun tidak ada di kamarnya!"
Sung Kyun terbelalak, "apa?! Tidak mungkin! Mereka tidak bisa bergerak, jadi bagaimana mungkin mereka...," Sung Kyun mencoba untuk tenang ketika melihat sekelilingnya memerhatikannya. "Bagaimana dengan Changkyun? Dia ada di gudang, 'kan?"
Sung Kyun naik pitam, dia menendang tempat sampah dengan kuat, tidak lagi peduli dengan orang-orang di sekitarnya.
"Yaa! Bagaimana bisa kau kehilangan mereka, hah?!"
"Maaf tuan, tapi aku juga tidak tahu, aku datang dan mereka sudah tidak ada," jelas orang suruhan Sung Kyun, Jo Tae Woo. "Tapi, aku melihat tuan memasang cctv di rumah tuan, mungkin tuan bisa memeriksanya."
Sung Kyun teringat dengan hal itu. Fakta bahwa dia memasang cctv di setiap sudut rumahnya untuk mengawasi Sian dan Do Hyun kalau-kalau mereka kabur.
Sung Kyun menutup telepon Tae Woo, dan segera membuka folder cctv yang tersambung ke ponselnya.
"Ada apa?" Tanya Changmi resah setelah melihat sikap Sung Kyun tadi.
Sung Kyun hanya diam, dan mulai memeriksa rekaman cctv. Dia terkejut melihat semua cctv di dalam rumahnya mati. Hanya cctv yang ada di halaman rumahnyalah yang menyala, dan menampilkan sosok Seok Jin di sana.
"Dia...,"
"Siapa dia?" Tanya Changmi yang ikut menonton rekaman itu.
Sung Kyun terkekeh, membuat Changmi menatap bingung padanya.
"Yaa, ada apa?!" Tanya Changmi agak kesal karena sejak tadi pertanyaannya tidak dijawab oleh sang suami.
"Wahhhh dia mengeluarkan banyak uang hanya untuk mengelabuiku? Waahhh bocah sialan itu!"
__ADS_1
"Sebenarnya ada apa?!"
Sung Kyun menolehkan pandangan pada isterinya. "Sian, Do Hyun, dan Changkyun. Mereka tidak ada di rumah."
"Apa?!"
"Hahhh presdir muda sialan itu!" Umpat Sung Kyun.
"Lalu bagaimana?"
"Kita cari mereka!" Titah Sung Kyun.
"Apa?! Mencari mereka? Bukankah lebih baik jika kita segera pergi? Lagipula kita memiliki semua uang ini."
Sung Kyun menyunggingkan ujung bibirnya, dia meremas kerah baju Changmi, membuat wanita itu tertegun.
"Pergi tanpa Sian dan Do Hyun? Yaa! Kau gila? Tanpa mereka bagaimana kita bisa mendapatkan tunjangan hidup di Swiss, huh? Kau pikir uang ini akan bertahan lama?" Tanya Sung Kyun, agak membentak. Kemudian dia menghempaskan Changmi.
"Hubungi polisi, laporkan seseorang atas tuduhan menerobos rumah orang tanpa izin!" Titah Sung Kyun.
Changmi mengindahkan titah suaminya, dia menghubungi polisi, dan...,
"Katakan pada polisi untuk datang ke sini. Orang yang kita cari datang dengan sendirinya," kata Sung Kyun ketika dia melihat Seok Jin di bandara.
**FLASHBACK OFF***
Sung Kyun menghampiri Seok Jin, mendekatkan wajahnya ditelinga Seok Jin. "Kau pikir aku tidak tahu? Hei, jangan berlagak lebih pintar dariku!" Kata Sung Kyun, kemudian dia menarik wajahnya.
"Aku mungkin tidak merasa begitu, tapi yang jelas aku merasa bahwa aku lebih manusiawi daripada dirimu!"
Sung Kyun mendecih, "cih! Apa maksudmu, huh?"
Seok Jin mendekatkan diri pada Sung Kyun. "Kau pikir aku tidak tahu, eoh? Aku tahu kau bermain-main dengan asuransi anak-anakmu!"
Sung Kyun tertegun, berpikir bagaimana Seok Jin bisa mengetahui hal itu.
"Yaa! Kenapa hanya diam saja?! Cepat tangkap dia!" Titah Sung Kyun.
Kedua polisi itu menahan tangan Seok Jin, membuat Seok Jin memberontak, "yaa lepaskan! Seharusnya dia yang kalian tangkap, bukan aku! Dialah penjahatnya! Lepaskan! Dia menyakiti anak-anaknya untuk mendapatkan uang asuransi, dia penjahatnya!"
Kedua polisi itu tertegun mendengarkan perkataan Seok Jin. Mereka menatap Sung Kyun dengan curiga. Membuat Sung Kyun tertekan.
"I-itu tidak benar! Yaa aku akan menuntutmu untuk pencemaran nama baik juga!" Tukas Sung Kyun.
"Lakukan! Lakukan saja! Aku juga akan melaporkanmu untuk penipuan asuransi!"
"Kau punya bukti?! Buktikan perkataanmu! Buktikan!"
"Cukup!" Bentak salah satu polisi itu. "Sebaiknya kalian berdua ikut denganku!"
"Tapi...,"
"Jangan membantah!"
__ADS_1
TO BE CONTINUE