Drama

Drama
Take 30


__ADS_3

"Tunggu sebentar, dokter Cha." Pinta ibu Changkyun.


Eum Ji Eun menghentikan langkahnya, dan menolah pada ibu Changkyun. Na Yu Jung.


"Ada apa?" Tanya Ji Eun.


"Aku hanya ingin menanyakan keadaan mereka, apa mereka sudah membaik?" Yu Jung balik bertanya.


"Tidak ada perubahan signifikan, jadi aku meyarankan ayahnya untuk membawa mereka ke rumah sakit kenalanku di Swiss," jawab Ji Eun.


"Begitukah?" Yu Jung terdiam, dan cemas. "Kuharap mereka baik-baik saja."


"Kau masih di sini, dokter Eum?" Tanya Lee Sung Kyun, membuat ibu mertuanya merasa bingung.


"Dokter Eum? Bukankah marganya Cha?" Tanya ibu mertuanya.


Sung Kyun menggigit bibir bawahnya, sudah sering kali dia salah menyebut Ji Eun dengan marga aslinya. Bahkan di depan Sian pun dia sering salah menyebutnya, untungnya kondisi Sian tidak sedang dalam keadaan baik hingga bisa memerhatikan itu.


"A-ah iya, maksudku dokter Cha." Sung Kyun meralatnya. "Kalau begitu aku akan mengantar dokter Eu..., dokter Cha keluar dulu, bu."


Lee Sung Kyun dan Eum Ji Eun melangkah pergi. Meninggalkan Na Yu Jung yang sedikitnya merasa aneh dengan sikap sang menantu.


"Bagaimana bisa kau terus-menerus menyebut nama asliku di depan mereka, eoh? Kau tidak pandai berakting!" Tukas Ji Eun.


"Kau pikir mudah menganggap seorang pecandu narkoba sepertimu sebagai seorang dokter sehebat Cha Yoon Ju? Entah apa dosa Cha Yoon Ju dimasa lalu hingga memiliki dirimu sebagai salah satu dari tujuh orang yang ditakdirkan mirip dengannya!" Ejek Sung Kyun. Membuat Ji Eun agak kesal.


"Tapi tetap saja kau membutuhkanku!"


"Ya ya ya, terserah saja!" Tukas Sung Kyun. "Pastikan kau membawa surat rujukannya lusa! Aku harus menunjukkannya ke kantor asuransi agar mereka percaya."


"Ya akan kulakukan. Tapi ingat! Bayar aku dua kali lipat dari biasanya!" Tukas Ji Eun.

__ADS_1


"Dua kali lipat?! Kau gila?!"


"Yaa kalau kau bisa melakukannya sendiri, maka tak perlu membayarku!" Tantang Ji Eun, membuat Sung Kyun mendengus kesal, dan mau tak mau menerima tawaran itu. Ji Eun mempunyai teman yang memang hebat dalam memalsukan dokumen hingga tanda tangan seseorang. Sehingga surat rujukan yang sudah disiapkannya nyaris tidak terlihat perbedaannya dengan surat rujukan aseli.


"Ya baiklah, lakukan saja pekerjaanmu dengan baik."


♡♡♡


Sung Kyun memberikan rekap medis Sian dan Do Hyun pada Taehyung, membuat pria 45 tahun itu menautkan alisnya saat membacanya, "bagaimana bisa kondisi mereka semakin memburuk?" Tanya Taehyung.


"Aku juga tidak mengerti, dokter bilang dia sudah melakukan yang terbaik, tapi kondisi mereka terus menurun. Kalau terus begini, aku takut jika...," Sung Kyun tertunduk, dan mulai menitihkan airmata palsunya. "Aku sangat mencintai mereka, aku bahkan meminta dokter Cha Yoon Ju untuk merawat mereka, tapi semua sekan sia-sia." Dia terisak. "Dokter Cha justru menyarankan ini pada kami." Sung Kyun menyerahkan surat rujukan palsu pada Taehyung.


"Rumah sakit Lausanne?"


"Iya, dia bilang peralatan serta pengobatan di sana sangat canggih, banyak kemungkinan Sian dan Do Hyun akan sembuh jika dirawat di sana."


Merasa Sung Kyun telah membawakan bukti untuk pencairan dana asuransi Sian dan Do Hyun, Taehyung pun menandatangani dokumen terkait dan tersebut. Padahal kenyataannya, rumah sakit yang tertuju pada surat rujukan itu adalah rumah sakit yang telah lama tak beroperasi.


"Terimakasih banyak," sahut Sung Kyun. Dia beranjak dari tempatnya, dan pergi keluar dari ruangan Taehyung.


Taehyung menghela napas berat. Dia merogoh ponsel di saku celananya, kemudian dia menghubungi gadis yang paling dicintainya di dunia ini, putrinya.


"Kyung-ah, sedang apa?" Tanyanya ketika teleponnya di terima oleh putrinya.


"Aku sedang makan siang, ayah sendirinya sedang apa?"


Taehyung tersenyum, dia merasa bersyukur karena anaknya diberikan kesehatan. "Ayah sedang merindukanmu."


♡♡♡


Seok Jin menunggu di depan rumah Changkyun, sudah dua hari dia menunggu kabar dari Changkyun. Namun, pria itu tak kunjung mengabari.

__ADS_1


"Apa mungkin dia mengkhianatiku? Dia berbohong dengan segala takdir yang dia katakan?!" Guman Seok Jin agak kesal.


"Sialnya aku tidak memiliki alasan untuk masuk ke sana. Otak yang biasanya pintar ini, kenapa tidak bisa memberikan satu idepun pada ...," Seok Jin terdiam barang sejenak. "Tunggu! Mungkin cara ini bisa membantu!"


Seok Jin merogoh saku celananya, mengeluarkan ponselnya dari sana.


"Hyun Woo-ssi."


"Ada apa, tuan?"


"Datanglah kealamat yang akan kukirimkan, dan jangan lupa untuk membawa dokumen investasiku di perusahaan ayah Sian!"


♡♡♡


"Sampai kapan kau akan mengurung Changkyun?" Tanya Changmi. Ada sedikit rasa cemas dihatinya terhadap adiknya.


Sembari mengepak barang-barangnya, Sung Kyun mendecih, "cih! Sejak kapan kau mencemaskannya, eoh? Kau bilang kau membencinya karena dia adalah anak dari gundik ayahmu!"


Changmi terdiam. Meskipun begitu, setidaknya ada sedikit kenangan menyenangkan antara mereka. Takdir bukanlah urusan manusia, sebagaimana takdir Changmi yang harus menerima kedatangan Changkyun di saat usianya masih10 tahun. Changmi berusia 10 tahun harus berbesar hati menerima kenyataan bahwa mendiang ayahnya meninggalkan seorang putra yang baru berusia 1 tahun. Ayah Changmi dan ibu kandung Changkyun meninggal dalam sebuah kecelakaan di mana dalam kecelakaan itu hanya Changkyun yang selamat. Changmi begitu heran pada ibunya karena dengan hati lapang dia menerima Changkyun, merawat dan menyayangi anak itu sebagaimana dia menyayangi Changmi. Bahkan banyak orang mengatakan bahwa ibunya lebih dekat dengan Changkyun daripada Changmi.


"Aku hanya takut jika ibuku curiga, Changkyun selalu menghubunginya ke manapun dia pergi," jawab Changmi.


Sung Kyun menghentikan aktifitasnya, kemudian menghampiri Changmi. "Kita akan membebaskannya setelah kita sampai di Swiss, paham?" Kata Sung Kyun. Dia dan Changmi memang berniat pergi ke Swiss dengan semua uang asuransi Sian dan Do Hyun, untuk menghindari inpeksi dari perusahaan asuransi. Sung Kyun mendengar bahwa dalam waktu dekat akan ada inpeksi besar-besaran terhadap semua perusahaan berbasis asuransi. Hal itu dikarenakan PT. Chonghuen, perusahaan asuransi terbesar di Korea yanh baru-baru ini terlibat dalam mega scandal, koruptor dan penipuan. Sehingga pemerintah memerintahkan badan penanganan KKN untuk melakukan inpeksi ke seluruh perusahaan asuransi.


"Kau yakin kita akan aman di Swiss?" Tanya Changmi ragu.


"Tentu saja. Saat kita keluar dari Korea, maka tidak akan mudah bagi pemerintah untuk menyentuh kita. Dan kudengar, di Swiss, kita bisa mengajukan tunjangan untuk anak-anak yang membutuhkan pengobatan serius, kita bisa memanfaatkan Sian dan Do Hyun di sana," jelas Sung Kyun.


Changmi menghela napas, "ya baiklah, aku akan ikut saja. Tapi pastikan kita membebaskan Changkyun. Setidaknya dia bisa menjaga ibuku di sini!"


"Baiklah, sayang."

__ADS_1


TO BE CONTINUE


__ADS_2