
"Waahh pengusaha muda memang berbeda, dia memilih tempat seperti ini untuk pertemuan," kagum Sung Kyun, saat memasuki tempat pertemuan yang Seok Jin kirimkan padanya. Tempat pertemuan di sebuah cafe kanamaan di Gangnam, memiliki interior yang elegan. Namun, kekinian.
Seung Kyun duduk di sofa bludru, didampingin isterinya, Changmi.
Pertemuan di jam makan malam ini bertujuan untuk memperbaruhi kontrak investasi. Seok Jin menjanjikan akan menambahkan modal investasinya di perusahaan Sung Kyun. Namun, kenyataannya, Sung Kyun sudah tidak lagi bekerja di sana. Ketika mendapat telepon dari sekretaris Seok Jin tentang penambahan modal investasi, Sung Kyun sudah berencana akan membawa kabur modal tersebut ke Swiss hari ini.
"Tuan Han Seok Jin memikirkan kenyamanan kliennya, karena itu dia memintaku mencarikan tempat seperti ini," kata Hyun Woo, mewakili Seok Jin yang tidak hadir dalam pertemuan.
"Tapi, di mana presdir Han, dia tidak hadir?" Tanya Sung Kyun.
"Iya, aku ingin berterimakasih padanya karena telah mengundangku makan malam, dan membantu bisnis suamiku," sambung Changmi.
"O-oh i-itu...," Hyun Woo menggaruk kepalanya. Bagi dia yang tidak terbiasa berbohong, sulit sekali untuk menemukan jawaban dari pertanyaan itu. "T-tuan H-han sedang rapat direksi, karena itu dia memintaku ke sini untuk melayani kalian, dan mewakili perusahaan mengenai penanaman modal investasi."
"Ahh begitu rupanya."
Hyun Woo menghela napas lega. Semoga kau berhasil tuan muda. Bisik hatinya, berharap.
♡♡♡
Seok Jin memerhatikan sekelilingnya, tidak ada orang. Dia bersyukur karena rumah Lee Sung Kyun berada di tengah perumahan yang rata-rata penduduknya adalah pekerja, sehingga lingkungan ini cukup sepi pada pagi hingga siang hari, dan sepi sekali saat malam hari.
Seok Jin membuka pintu rumah Sung Kyun dengan membongkar digital lock pada pintu tersebut. Dia bersyukur memiliki teman sepintar Kang Hyun, yang sering membongkar digital lock di rumahnya setiap kali ibunya kesal padanya dan ayahnya hingga mengubah kata sandi pintu rumahnya.
"Bagaimana, Seok Jin-ah, apakah berhasil?" Tanya Kang Hyun.
"Iya, sudah berhasil. Terimakasih, Kang Hyun-ah."
__ADS_1
"Oke, ini hanya masalah kecil, katakan padaku jika kau lupa kode rumahmu, aku sangat lihai dalam hal ini."
"Eoh, terimakasih, aku tutup dulu," kata Seok Jin, kemudian dia menutup telepon Kang Hyun yang sebelumnya mengarahkan dirinya untuk membangkar dan memasang kembali digital lock tersebut.
Seok Jin masuk ke rumah Sung Kyun dengan santai, dan mulai mencari keberadaan Sian dan Do Hyun. Dia sengaja meminta Hyun Woo untuk mengundang Sung Kyun dan isterinya makan malam dengan embel-embel investasi. Padahal kenyataannya itu hanyalah umpan yang Seok Jin buat untuk bisa masuk ke rumah Sung Kyun dan membebaskan Sian dan Do Hyun.
♡♡♡
Samar-samar Changkyun melihat seseorang menuruni anak tangga. Bukan hanya karena pengelihatannya yang kabur setelah dipukul tiga kali dengan tongkat golf oleh Sung Kyun tapi juga karena keadaan gudang yang terlalu gelap untuk dia bisa memastikan siapa orang itu.
"S-siapa?" Tanya Changkyun lemah.
Orang itu tak menjawab, dia terus menghampiri Changkyun, dan kemudian...,
♡♡♡
"Akhhh," pekiknya. Namun, dia tidak berhenti, dia masih tetap pada pendiriannya untuk melakukan sesuatu demi kebebasannya dan sang adik. Dengan susah payah dia mencoba menggerakkan tangannya, untuk dipakainya merangkak ke pintu ketika..., pintu itu lebih dulu terbuka.
Siang terbelalak, seseorang berlari ke arahnya, dan kemudian...,
♡♡
Tidak ada!
Seok Jin merasa risau. Dia sudah memeriksa setiap ruangan, setiap sudut rumah Sung Kyun. Namun, dia tidak menemukan Sian ataupun Do Hyun.
"Mungkinkah Sung Kyun sialan itu sudah memindahkan mereka?!" Risaunya. Dan tak lama setelahnya ponsel di saku celananya bergetar.
__ADS_1
Seok Jin mengambilnya dari sana, dan mendapati nama Hyun Woo sebagai panggilan masuk.
"Apa tuan berhasil menemukannya? Sung Kyun dan isterinya baru saja pulang, mungkin sekitar satu jam lagi mereka akan sampai di rumah." Hyun Woo memperingatkan.
"Aishhh kenapa tidak kau cegah?!"
"Mereka segera beranjak ketika aku memberikan uang yang tuan berikan sebagai umpan."
Seik Jin mengacak rambutnya, frustasi. Seharusnya aku mengundang mereka makan malam di Busan, agar mereka lebih lama sampai di rumah!
♡♡♡
"Apa kita akan langsung ke bandara?" Tanya Changmi yang saat ini sudah berada dalam mobil bersama Sung Kyun.
"Eoh!"
"Lalu bagaimana dengan anak-anakmu, dan Changkyun?" Kembali Changmi bertanya.
"Aku sudah meminta orang untuk membawa Sian dan Do Hyun ke bandara, serta membebaskan Changkyun dari gudang."
"begitukah?"
"eoh," sahut Sung Kyun sekenanya.
Changmi tersenyum puas, "kalau begitu kita hanya akan perlu bersenang-senang dengan semua uang ini."
"Tuntu saja!"
__ADS_1
TO BE CONTINUE