Dua Garis Merah Di SMA

Dua Garis Merah Di SMA
Mall


__ADS_3

"Sisa lima menit sebelum istirahat, kalian catat dulu rumus ini sebelum keluar" ujar guru Fisika yang di kenal dengan sebutan pak Li padahal nama aslinya pak Yuli, guru yang terkenal dengan kesantuannya itu membuat siswanya betah mengikuti jam nya.


"Ingat jangan keluar sampai bell istirahat, kalo begitu bapak keluar dulu" setelah memberikan peringatan kepada siswa dan siswanya pak Yuli langsung meninggalkan kelas.


Setelah menulis rumus yang di tulis pak Yuli di papan tulis Kaila menoleh ke samping di mana sahabatnya Rara masih tidur dengan nyenyaknya, Kaila setiap hari di buat bingung dengan kebiasaannya itu sebenarnya kalo malam dia tidur jam berapa sih? kenapa sampai di sekolah juga masih tidur.


"Ra...Rara..." panggil Kaila mengoyangkan lengan Rara pelan. "Bangun..."


"Brisik Kai..." bukannya bangun Rara malah menutup telinganya dengan telapak tangannya.


Bel panjang terdengar tanda istirahat kedua telah datang membuat siswa dan siswi yang tadinya masih duduk dengan tenang di mejanya masing-masing mulai kasuk kasuk sendiri berlomba untuk cepat cepat an meluncurkan ke kantin untuk makan siang.


"Hoam...." suara nguap an itu membuat Kaila yang duduk di samping Rara berdecak kesal, karena cuma bel sekolah lah yang bisa membangunkan temannya itu.


Kaila memutar bola matanya dengan tangan yang merogoh kolong meja miliknya mengeluarkan kotak bekal berwarna pink yang di berikan Deon kemarin setelah pulang dari luar kota, Rara yang mencium aroma makanan menoleh ke samping dimana Kaila sudah membuka tutup bekalnya yang memperlihatkan satu kotak penuh dengan nasi goreng yang belum Kaila makan, karena memang saat istirahat pertama tadi Kaila tidak sempat sarapan karenanya harus menyelesaikan tugas kelompok.


"Bagi" Rara dengan keusilannya langsung meraih sendok milik Kaila dan menyuapkan nasi goreng itu ke dalam mulutnya.


"Ini punya gue!" kesal Kaila yang langsung merampas sendoknya dari tangan Rara.


"Bagi dikit doang juga, pelit banget lo jadi orang" ucap Rara memutar bola matanya malas setelah menelan nasi goreng dimulutnya.


Kaila tidak menghiraukan ucapan Rara karena sekarang ini perutnya sudah sangat lapar karena belum di isi sama sekali oleh makanan, karena saat kerja kelompok tadi yang banyak berfikir dirinya sedangkan Rara yang katanya salah satu orang yang masuk ke dalam lima besar malah sesuka hatinya sendiri, bantu kagak usil iyah.


Rara yang melihat Kaila makan dengan lahapnya menelan air liurnya sendiri, karena nasi goreng yang di makan Kaila memang sangat enak jadi ia ingin lagi tapi kalo ia minta bisa bisa di marah in Kaila, Rara berfikir bagaimanapun caranya ia juga bisa makan nasi goreng itu karena satu suapan aja kurang sampai ingatannya berputar saat ia mendapatkan dua kartu bioskop secara gratis dari sang Mama.


Rara merogoh tas miliknya mencari kertas bioskop yang di masih sang Mama padanya tadi malam, karena seingat nya ia taruh di dalam tas dan rencananya ia akan memberikannya kepada Kaila karena sudah sangat lama sekali ia dan Kaila tidak menghabiskan waktu berdua.


"Kai gue punya sesuatu buat lo" ujar Rara setelah menemukan kertas yang ia cari.


Kaila menghentikan acara makan siangnya dan beralih menatap Rara yang tengah menatapnya. "Apa?" tanya Kaila sebelum akhirnya kembali fokus pada makanannya.


"Tada...." Rara menunjukan kartu bioskop di tangannya membuat mata Kaila terlihat sangat antusias dengan benda yang dipegang sahabatnya itu.


"Bioskop? wah....lo dapet dari mana?" Kaila meraih satu kertas dari tangan sahabatnya karena ia sendiri juga sudah lama sekali tidak nonton terakhir kali ia pergi nonton dengan yuda saat kelas XI semester pertama dan sampai sekarang Yuda belum mengajaknya kembali menonton.


"Mama, dan mumpung tiketnya ada dua gimana habis sekolah kita nonton" ujar Rara.

__ADS_1


Kaila menganggukkan kepalanya dengan cepat. "boleh nanti gue izin sama Bunda kalo gue bakal pulang telat"


"Tapi ada syaratnya" saat mendengar persyaratan dari sahabat itu Kaila sedikit mendengus kesal karena setiap Rara baik pasti aja ada matinya tapi sekarang baginya tidak apa lah karena itu sebanding dengan tiket nonton yang di berikan Mama Rara.


"Syarat apa?"


"Gue minta nasi goreng lo yah, gue juga laper" Rara menunjukan senyuman kudanya dengan memperlihatkan deretan barisan gigi rapinya.


Kaila menatap bekalnya yang juga masih banyak karena Bunda menata nasi gorengnya di buat padat jadi masih cukup untuk di makan berdua.


"Boleh kan?" suara Rara yang kali ini terdengar mengemaskan membuat Kaila bergidik ngeri.


"Boleh, tapi lo beli in minum ya"


"Ck... kebiasaan kenapa lo gak tau bawa minuman sih, dimana mana kalo orang bawa bekal itu juga bawa minum" Rara mendengus kesal ini namanya senjata makan tuan saat dirinya mengajukan syarat untuk meminta bekal milik Kaila malah Kaila juga memintanya untuk membelikan minum.


"Mau gak? kalo gak mau ya udah" Kaila ingin menyendokkan satu sendok nasi goreng itu ke dalam mulutnya tapi dengan cepat Rara mencegahnya.


"Ok...ok...gue beli in tapi jangan di makan!" Rara langsung berlari keluar kelas dengan masih berteriak mengingatkan Kaila untuk tidak memakan bekalnya sampai dirinya kembali.


Kaila membuka aplikasi berwarna hijau tempat biasanya ia chatingan dengan Yuda, mengirimkan pesan kepada kekasihnya itu kalo dirinya tidak bisa pulang bareng karena dirinya akan nonton terlebih dahulu dengan Rara. Sesaat notif ponselnya kembali terdengar membuat kaila langsung membuka pesan yang paling atas di mana Yuda juga mengatakan kalo dirinya juga tidak bisa pulang bersama karena durinya ada latihan futsal.


Dahi Kaila menimbulkan garis tipis setelah membaca pesan itu. "Latihan futsal? bukannya kemarin udah?"


"Ah... mungkin mau ada turnamen" Kaila berusaha berfikiran positif dengan pesan yang di kirim Yuda, setelah membalas pesan Yuda kaila meletakan kembali ponselnya di atas buku bersamaan dengan Rara yang kembali dengan dua botol air mineral di tangannya, dan mulailah acara makan bersama dengan satu sendok yang sama lagian mereka juga sudah biasa seperti itu jadi tidak ada kata jijik, bau jigong lah atau apalah itu.


***


Kini Kaila dan Rara sedang berada di salah satu Mall, keluar dari ruangan bioskop setelah menonton filem dan sebelum pulang mereka berdua memutuskan untuk ber jalan jalan sebentar mencoba permainan yang ada di dalam mall tersebut canda, tawa dan keusilan mereka juga tidak luput dari tatapan para pengunjung lain yang


"Masuk ke situ yuk" ajak Kaila menarik tangan Rara tanpa menunggu jawaban dari sahabatnya itu.


Kaila dan Rara menyusuri lorong demi lorong untuk melihat aksesoris yang sangat lucu, Rara yang tomboi tidak terlalu suka dengan hall seperti itu hanya mengikuti kemana saja langkah sahabatnya itu.


"Ini bagus gak?" tanya Kaila menunjukan bando yang ada telinga kelinci me arah Rara.


Rara yang melihat itu hanya tersenyum masam "Hehe bagus kok"

__ADS_1


Kaila nampak ke girangan dan memutuskan untuk membeli bando tersebut, sedangkan Rara yang berada di belakangnya entah kenapa tubuhnya bergetar sendiri mungkin efek ia tidak pernah membeli atau memakai barang barang seperti itu.


"Udah yuk, gue mau coba in es krim yang lagi viral di tik tok di lantai bawah" Ajak Rara membuat kaila menghentikan aktivitas melihat lihat aksesoris itu dan langsung menuju kasir untuk membayarnya.


Setelah membayar barang belanjaannya Kaila dan Rara turun ke lantai bawah untuk membeli es krim yang lagi viral di aplikasi tiktok, beruntung saat Keduanya datang restoran yang menjual es krim tersebut tidak ada antrian membuat prosesnya sedikit cepat.


Keduanya duduk di kursi restoran tersebut saling berhadapan dengan memakan es krim masing masing dengan masih bertukar cerita yang tiada habisnya, sampai tidak sengaja mata Rara melihat seseorang yang sangat familiar duduk di pojok restoran tersebut membuat Rara menajamkan matanya memastikan apa yang ia lihat tidak salah.


"Lo tau Ra gue udah beli novel nya loh...bagus banget lo juga harus baca gue jamin lo bakal ketagihan" ucap Kaila yang masih sibuk membahas Novel yang baru saja ia beli di aplikasi online shop.


Saat ucapannya tidak mendapatkan respon dari sahabatnya Kaila menoleh ke arah Rara dan sahabatnya itu ternyata tidak mendengarkan ucapannya.


"Ra..." panggil Kaila tapi tidak mendapatkan sahutan dari sahabatnya itu.


"Rara binti suneo" ucap Kaila kaki ini dengan nada mengejek dengan mengoyangkan pelan tangan Rara.


"Hah, apa?" tanya Rara yang baru saja sadar karena terlalu fokus pada seseorang yang berada di sudut restoran itu.


"Lo kenapa?" tanya Kaila bingung.


"Lo jangan marah ya" bukan nya menjawab pertanyaan Kaila, Rara mengucapkan kalimat itu membuat dahi Kaila menimbulkan garis tipis.


"Marah? marah kenapa? orang kita gak ada masalah kok" ucap Kaila dengan nada bingung.


"Janji?" Rara menunjuk jari kelingkingnya.


"Lo kenapa sih hah?" tanya Kaila yang di buat bingung dengan sifat Rara.


"Intinya lo harus janji jangan marah" ucap Rara membuat Kaila memutar bola matanya malas.


"Iyah gue janji gak bakal marah" ucap Kaila malas dan langsung menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Rara. "Buruan ada apa hah?"


"Coba lihat kebelakang" perintah Rara.


"Belakang?" tanya Kaila memastikan.


"Iyah cepet an"

__ADS_1


__ADS_2