Dua Garis Merah Di SMA

Dua Garis Merah Di SMA
Taman Bunga


__ADS_3

Hari kedua Kaila libur sekolah.


Mengerjakan matanya karena sinar mata hari yang mulai menelusup melalui celah-celah jendela kamarnya Kaila menatap seseorang yang baru saja masuk kedalam kamarnya membawakan nampan yang berisi makanan.


"Raka?" panggil Kaila dengan suara khas bangun tidur.


"Udah bangun?" duduk di tepi kasur Raka melihat Kaila menyenderkan punggungnya ke headboar tempat tidur. Kaila hanya mengangguk pelan mengusap wajahnya berapa kali.


"Gue bawain sarapan buat lo" lanjut Raka meraih satu piring berisi sandwich di tangannya.


Menerima piring tersebut Kaila mengulas senyumannya saat di atas sandwich tersebut tergambar emoji tersenyum dengan saus tomat. "Lo masak sendiri?"


"Lebih tepatnya gue pesan" jujur Raka.


"Gue pikir lo yang bikin" meraih sandwich tersebut Kaila mulai memakannya segigit demi segigit dengan lahap. "Lo gak makan?" tanya Kaila dengan mulut penuh.


Raka mengeleng sebagai jawabannya. "Mau?" tawar Kaila menyodorkan sandwich di tangannya.


"Gak usah lo aja yang makan, kan lo makan buat dua orang" tolak Raka halus.


Merasa beruntung Raka tak meminta sandwich miliknya Kaila melanjutkan acara sarapannya, meneguk segelas susu yang di sodorkan Raka sebagai penutup sarapannya Kaila menyapu bibirnya menggunakan tisu.


"Buruan mandi gue mau ngajak lo ke suatu tempat sebelum pulang" ujar Raka meraih nampan kosong dari atas nakas.


"Mau kemana?" tanya Kaila bingung, ia pikir setelah ini ia akan pulang tapi sepertinya laki-laki itu masih ingin mengajaknya liburan sebentar lagi.


"Nanti lo juga tau" jawab Raka seperti biasanya, Kaila yang selalu mendapatkan jawaban itu atas pernyataannya memutar bola matanya jenuh.


"Udah gak usah cemberut kaya gitu, buruan mandi"


"Tapi gue gak punya baju ganti" lesu Kaila saat Raka bangkit dari duduknya. Memang keduanya tadi malam tak jadi keluar karena Kaila yang ketiduran setelah makan mungkin karena terlalu asik bermain air membuat gadis itu cepat sekali tidur.


"Udah buruan lo mandi, nanti kalo lo udah keluar pasti tu baju ada di atas kasur" jawab Raka melanjutkan langkahnya keluar kamar membiarkan Kaila membersihkan tubuhnya.


Merasa penasaran Raka akan membawanya kemana Kaila bangkit dari atas ranjang berjalan ke kamar mandi membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Tak membutuhkan waktu lama untuk Kaila menyelesaikan ritual mandinya kini tubuhnya hanya berbalut kimono, mengintip terlebih dahulu keluar kamar melihat apa Raka ada atau tidak di kamarnya.


Merasa suasana kamarnya yang terlihat sepi baru Kaila berjalan keluar menuju ranjang mengingat Raka menagatakan bajunya akan ada di sana. Dan benar saja sebuah dres bermotif bunga dan switer yang berwarna pink terlihat begitu sangat cantik.


Meraih dres tersebut dan langsung mengenakannya Kaila membentuk sedikit rambutnya karena kali ini dirinya tak menggunakan polesan apapun pada wajahnya. Berjalan keluar ternyata Raka sendang menunggunya di sofa menghampiri laki-laki tersebut yang tengah fokus pada layar ponsel Kaila berdiri di sampingnya.


"Ka gue udah siap" kata Kaila.

__ADS_1


Menatap dari bawah ke atas secara perlahan terlihat Kaila yang sudah rapi bahkan dres yang ia pilih melekat sempurna di tubuh rampingnya walau Kaila tak menggunakan polesan apapun di wajahnya pada dasarnya saja gadis itu sudah sangat cantik dari dulu. "Cantik" guman Raka sayup-sayup.


"Lo ngomong apa Ka?" tanya Kaila seperti mendengar Raka berbicara tapi tak terdengar jelas di telinganya.


"Bu-bukan apa-apa, udah siap?" tanya Raka mengalihkan topik pembicaraan.


"Udah"


"Kita berangkat sekarang biar gak kemalaman sampai rumahnya" menganggukan setuju Kaila berjalan di belakang Raka keluar dari dalam Vila.


Mengedarkan pandangannya mencari motor Raka yang di gunakan saat kesini kemarin Kaila tak mendapati kendaraan tersebut yang ada malah mobil sedan berwarna putih terparkir tepat i depan Vila.


"Ka mana motor lo" tanya Kaila dengan polosnya.


Melihat Kaila yang kebingungan mencari motornya Raka membukakan pintu mobil untuknya. "Kita pulang pakai mobil" ujar Raka.


Membulatkan matanya Kaila menunjuk mobil sedan di hadapannya. "Sejak kapan motor lo berubah jadi mobil?"


"Mungkin sejak tadi" jawan Raka enteng. Mengingat gadis itu selalu mengeluh pegal pada punggungnya saat perjalanan kemarin membuat Raka tak tega untuk pulang menggunakan motor lagi mengingat perjalanan yang mereka tempuh membutuhkan waktu yang lumayan. "Buruan masuk sebelum panas, nanti hitam loh" goda Raka.


Mendengar hal tersebut Kaila di buat panik apa lagi dirinya tak menggunakan sunscreen pada wajahnya, tak ingin berdebat lagi dengan Raka mengenai kendaraan yang akan mereka gunakan Kaila masuk begitu saja kedalam mobil. Raka mengelengkan kepalanya melihat tingkah Kaila yang selalu terlihat menggemaskan dan itu yang membuat Raka suka karena Raka lebih menyukai gadis yang manja dan bersifat kekanak-kanakan agar dirinya merasa terhibur.


Mengendarai mobilnya meninggalkan Vila menuju suatu tempat Raka terus memancing agar Kaila tak merasa jenuh, dan hal itu bukanlah hal yang susah mengingat Kaila merupakan gadis yang cerewet walau sangat sensitif.


"Gue mau lo tutup mata lo pakai ini" ucap Raka menunjukan kain penutup mata berbentuk panda.


"Buat apa pakai ginian segala" tanya Kaila penuh curiga. "Lo mau buang gue di sini!" tuduh Kaila.


"Ya tuhan" pekik Raka saat gadis itu bisa-bisa berfikiran seperti itu. "Bukan Kai gue gak ada niatan buang lo di sini, gue kasih ini sama lo biar kelihatan romantis aja gitu"


"Sebenarnya kita kemana sih Ka?" tanya Kaila penasaran.


"Nanti lo juga tau sekarang di pakai dulu ya penutupnya" memasang kain tersebut pada mata Kaila secara perlahan agar tak menganai bola matanya dengan sangat hati-hati.


Memastikan penutup tersebut terpaksa sempurna di wajah Kaila, Raka turun lebih dahulu dari dalam mobil untuk membukakan pintu sebelah mobil, menuntun Kaila secara perlahan menuju suatu tempat Kaila terus mengomel sendiri.


"Ka masih jauh gak sih" kesal Kaila sat dirinya tak sampai-sampai. Raka memang sengaja memarkirkan mobilnya agak jauh dari tempat kejutan agar biar semuanya berjalan dengan lancar.


"Bentar lagi" jawab Kaila.


"Stop" perintah Raka saat keduanya telah sampai. "Gue bakal hitung sampai angka tiga dan dalam hitungan terakhir nanti lo boleh buka penutup mata lo" perintah Raka memberikan aba-aba, Kaila mengangguk paham menunggu aba-aba dari Raka yang bersiap untuk menghitung.

__ADS_1


"Satu...,Dua...,Tiga..." hitung Raka secara perlahan.


Melepas penutup dari wajahnya Kaila mengelengkan kepalanya sebentar sebelum matanya terpanah dengan hall di hadapannya yang begitu indah. Hamparan taman bunga yang begitu luas dengan berbagai jenis bunga terlihat sangat cantik, berjalan mendekat Kaila memegang satu demi satu bunga yang ia lewati.


"Indah banget" guman Kaila tak lepas memandang hamparan bunga tersebut.


"Lo suka?" tanya Raka tepat di telinga Kaila membuat gadis itu terlonjak kaget.


"Raka!, bisa gak sih lo gak ngeselin satu hari aja!" marah Kaila.


"Maaf kai, gue cuma mau tanya lo mau di foto apa enggak" ucap Raka lembut.


"Gak usah, gue gak suka foto-foto" tolak Kaila kembali memandangi bunga yang berwarna warni. "Bunga ini boleh di petik gak?" tanya Kaila menunjuk bunga berwarna pink.


Berjalan mendekat Raka langsung memetik salah satu bunga tersebut menaruhnya di belakang telinga Kaila. "Cantik" pujinya.


Terpanah akan apa yang di lakukan Raka membuat jantungnya berdetak dengan sangat kencang, padahal yang dilakukan Raka cuma hal sederhana dan Yuda juga pernah melakukannya pada dirinya tapi kenapa rasanya beda?.


"Gue tau lo gak terlalu suka dengan taman bunga, tapi semoga setelah ini lo suka" ucap Raka menatap wajah Kaila yang masih terpaku.


"Kenapa gue harus suka?"


"Biar gue bisa ajak lo kesini setiap bulannya, atau mau setiap minggunya juga boleh"


"Karena lo itu cewek yang paling aneh menurut gue"


"Lo ngatin gue!"


"Bu-bukan begitu" ralat Raka cepat saat dirinya malah memancing amarah gadis dihadapannya. "Lo itu suka warna pink tapi kenapa lo gak suka sama bunga?"


Menatap lekat bola mata Raka Kaila mencari kebohongan dari sana tapi sepertinya yang ada hanya tersirat kebingungan pada laki-laki tersebut. "Gue gak tau kenapa bisa gue gak terlalu tertarik dengan hal satu ini" menarik setangkai bunga berwarna pink Kaila menghirup aroma bunga tersebut dalam.


Melihat pemandangan yang sangat pas untuk di abadikan Raka diam-diam mengambil beberapa foto saat Kaila tengah memejamkan matanya. "Lo berhasil Ka" ucap Kaila menatap wajah Raka yang masih berdiri disampingnya.


"Berhasil apa?"


"Lo berhasil buat gue suka dengan bunga mulai detik ini, dan gue mau lo sering-sering ajak gue kesini karena gue merasa lebih tenang dan bisa kembali ke hidup gue yang dulu"


Raka mengembangkan senyumannya mengangguk setuju, keduanya melanjutkan melihat berbagai macam jenis bunga. Membiarkan Kaila memetik bunga yang akan ia bawa pulang Raka senantiasa berjalan di samping gadis itu membicarakan banyak hal yang bisa membuat Kaila tertawa sebelum kembali menghadapi hari esok.


***

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komen, Vote, dan Beri Hadiah 🤗♥️.


__ADS_2