Dua Garis Merah Di SMA

Dua Garis Merah Di SMA
Lo Telat Ka


__ADS_3

Mengendarai motornya dengan kecepatan penuh menuju rumahnya Raka tak peduli akan keselamatannya sekarang yang terpenting ia harus ketemu dengan Kaila dan memastikan keadaan gadis itu baik-baik saja.


Memarkirkan asal motornya di halaman rumah Raka berjalan kearah pintu, berniat membuka pintu tersebut Raka dibuat kaget saat pintu rumahnya masih terkunci dan kunci rumah ada pada dirinya jadi bagaimana Kaila bisa pulang?.


Membuka pintu rumah, dengan gerakan cepat Raka berlari menaiki anak tangga menuju kamar Kaila.


Membuka pintu kamar Kaila dengan sangat hati-hati laki-laki itu mengedarkan pandannya keseluruhan penjuru kamar. "Kai" panggil Raka lembut berharap gadis itu ada di dalam kamarnya, merasa keadaan kamar yang sangat sepi Raka berjalan lebih masuk kerah kamar mandi membuka pintu tersebut tanpa mengetuk terlebih dahulu, Raka dibuat frustasi saat kamar mandi juga dalam keadaan kosong.


"Kaila!" teriak Raka berjalan keluar dari dalam kamar.


"Kai lo dimana?" merasa tak ada sahutan oleh gadis itu Raka kembali keluar dari dalam rumah berfikir kemana gadis itu pergi.


"Kalo kaila gak ada di sini berarti Kaila pergi ke rumah orang tuanya" masih ada kemungkinan wanita yang ia cintai berada di suatu tempat tanpa pikir panjang Raka langsung mengendarai motornya menuju rumah Deon.


Memarkirkan motornya tidak jauh dari rumah orang tua Kaila, Raka ingin memastikan terlebih dahulu Kaila benar-benar ada di sana atau tidak. Raka tidak ingin masuk begitu saja dan menanyakan keberadaan kaila syukur kalo gadis itu ada disana tapi kalo sebaliknya? mungkin ia yang akan menjadi sasaran amarah Deon dan Riko yang sudah lali menjaga putri mereka.


"Bunda, kakak berangkat dulu" Riko mencium punggung tangan Rina yang mengantarnya sampai depan rumah.


"Kak gimana ya keadaan Kaila sekarang, Bunda kangen banget sama adek kamu" lirih Rina menatap wajah putranya.


"Kaila pasti baik-baik aja di sana Bun"


"Tapi kenapa perasaan Bunda mendadak gak enak seperti ini" ucap Rina memegang dadanya yang merasa hal buruk telah terjadi pada putrinya.


Riko mengusap pundak Rina lembut. "Nanti malam kita telfon Kaila biar Bunda tenang, sekarang kakak mau berangkat kekantor dulu dan katanya Bunda juga mau ke toko kue kan?" Rina mengangguk lemah membenarkan ucapan Riko yang tersenyum kearah

__ADS_1


"Jadi kaila gak ada di sini?" lirih Raka yang tak sengaja mendengar interaksi anak dan Bunda itu. "Kalo kaila gak ada di sini terus dimana gadis itu?" memikirkan mana saja tempat yang sering Kaila kunjungi membuat Raka berdiri lumayan lama di tempat persembunyiannya.


"Toko buku" ucap Raka pada dirinya sendiri, berjalan kearah motor Raka melajukannya menuju toko buku yang paling dekat dengan sekolahnya.


Sampai ditoko buku Raka berharap Kaila berada di dalam sana, berjalan masuk Raka menyusuri lorong demi lorong mencari keberadaan Kaila. "Kai lo dimana" lirih Raka yang tak kunjung menemui gadis itu.


Melewati lorong terakhir senyuman Raka mengembang saat dari kejauhan menatap seorang gadis dengan perawakan yang persis dengan Kaila, berjalan dengan cepat menuju kearahnya Raka memegang pundak gadis tersebut.


"Kaila" senyuman Raka seketika surut saat gadis yang ia pegang pundaknya ternyata bukan lah Kaila.


"Ada apa kak?"


"Maaf saya salah orang" ucap Raka langsung berlalu pergi dari toko buku tersebut.


Mengusap wajahnya frustasi mata Raka mulai berkaca-kaca saat dirinya tak kunjung menemukan Kaila sampai detik ini. "Kai lo dimana?, jangan bikin gue khawatir dengan keadaan lo"


"Kaila bukan tipe gadis yang suka memanfaatkan kesakitanya agar ia bisa pulang sekolah dengan cepat. Kalo kaila gak ada di rumah gue dan orang tuanya berarti-" Raka mengelengkan kepalanya cepat melihat jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukan pukul tiga sore. "Gak mungkin kaila ketinggalan di sekolah" Beruntung jarak toko buku dengan sekolahannya lumayan dekat membuat Raka kembali ke sekolah.


Dari kejauhan Raka melihat gerbang sekolah yang sudah tergembok dari luar dan itu membuatnya mengacak rambutnya, mencari jalan agar dirinya bisa masuk Raka memilih menggunakan gerbang belakang sekolah yang biasanya jarang sekali di kunci. Keadaan sekolah yang sangat sepi membuat Raka dengan leluasa mencari keberadaan Kaila tanpa ada orang yang mencurigai nya.


"Kaila! lo dimana?!" teriak Raka berjalan di lorong sekolah dengan langkah cepat. menuju tempat pertama yaitu UKS Raka mengintip melalui celah-celah jendela tapi hasilnya nihil saat ia tak mendapati keberadaan Kaila yang ada di dalam sana.


Tak ingin menyerahkan begitu saja Raka mengecek semua kelas baik dari lantai satu sampai lantai dua dan sialnya ia tak mendapatkan keberadaan kaila di salah satu ruangan tersebut.


Suara guntur yang mulai terdengar dari langit membuat langkah kaki Raka semakin cepat, tak mempedulikan kakinya yang terasa pegal, Raka terus mengecek seisi sekolah dan kali ini Raka mengecek toilet sekolah, karena sekolahnya memiliki empat titik toilet mau tidak mau Raka mengeceknya satu demi satu.

__ADS_1


"Kaila!!" teriak Raka memasuki toilet terakhir dan ini harapan satu-satunya untuk menemui keberadaan Kaila. "Kai lo ada di sini kan?!" panggil Raka membuka satu demi satu pintu toilet.


"Jawab ucapan gue Kai!"


Dahi Raka menimbulkan garis halus saat salah satu pintu toilet di kunci dari luar menggunakan sapu. "Setahu gue toilet nih baru jadi tiga bulan yang lalu masak Iyah udah rusak aja?"


Merasa penasaran akan apa yang ada di dalamnya Raka membuka pintu toilet tersebut dengan hati-hati.


Deg...


"Kaila" lirih Raka saat mendapati Kaila tergeletak di dalamnya dengan tangan yang di ikat kebelakang tubuh, melepaskan terlebih dahulu tali yang mengikat tangan gadis tersebut Raka membawa wajah pucat Kaila kedalam pelukannya, merasa suhu tubuh gadis itu sangat panas dan Raka bisa menebak jika Kaila sudah berada sangat lama di dalam sini. "Kai buka mata lo, ini gue Raka. Suami lo" ucapnya menepuk pipi Kaila lembut.


Mendengar suara hangat yang menganggilnya Kaila mengerjakan matanya perlahan menatap wajah Raka yang tidak terlalu jelas pada penglihatannya. "Lo telat Ka" ucap Kaila lemah dan kembali menutupkan matanya yang terasa sangat berat untuk dibuka.


"Maaf Kai" ucap Raka penuh penyesalan dengan memeluk tubuh ringkih tersebut.


Tak ingin terlalu lama di dalam toilet Raka merogoh kantong celananya menghubungi seseorang dari sebrang sana. "Bawa mobil kesekolah sekarang juga!" ucap Raka cepat mematikan sambungan telefonnya secara sepihak.


"Tahan ya Kai, gue bakal bawa lo kerumah sakit sekarang" mengusap wajah pucat Kaila sebentar Raka langsung menggendong tubuh tersebut keluar dari dalam sekolah.


Melihat Raka berjalan kearah mobil dengan sigap seseorang membukakan pintu belakang. "Tuan muda, nona Kaila kenapa?"


"Bawa mobil kerumah sakit sekarang juga!" perintah Raka langsung ikut duduk di kursi bagian belakang menemani Kaila yang masih tak sadarkan diri.


Merasa pertanyaannya tak di jawab oleh Raka pria tersebut mengangguk patuh. Mengendari mobil menuju rumah sakit keluarga Raka ia hanya menatap wajah Raka dari kaca mobil yang terlihat sangat khawatir.

__ADS_1


***


Jangan lupa, Like, Komen, Vote dan Beri Hadiah 🤗♥️


__ADS_2