
Tidak berselang lama setelah kepergian Rara. Raka menghampiri Kaila yang masih berdiri di depan lobi menggunakan motornya. Raka sebenarnya sudah berada di sana sejak lama dan ingin menghampiri Kaila harus menunggu agar Rara pergi terlebih dulu.
"Maaf lama" Raka menyodorkan helem ke arah Kaila.
"Iyah gak papa" menerima uluran helem itu Kaila langsung mengenakannya dan langsung naik ke atas motor milik Raka.
"Kenapa diam aja?" tanya Kaila saat motor Raka belum juga jalan.
Raka memutar kepala menatap wajah Kaila sebentar sebelum menurunkan pandangannya ke bawah mengambil tangan Kaila yang ada di atas paha Raka melingkar kedua tangan itu di pinggangnya secara otomatis tubuh Kaila sangat dekat dengan tubuh laki-laki di hadapannya.
"Gue gak mau lo jatuh" ucap Raka saat melihat ekspresi wajah Kaila yang sedikit kaget. "Pegangan yang erat" mendengar itu Kaila hanya menganggukkan kepalanya membiarkan tangannya memeluk pinggang milik Raka.
Di sepanjang perjalanan Keduanya hanya diam saja tidak ada yang berani mengeluarkan suara sekedar menegur atau mengatakan hall yang tidak penting. Motor Raka berhenti di salah satu toko boneka di mana di dalamnya terdapat banyak sekali ratusan jenis boneka. Kaila turun dari atas motor menatap toko itu sebentar sebelum pandangannya beralih pada sepasang kekasih dengan sang perempuan yang memegang boneka bebek dengan ukuran sedang di tangannya membuat Kaila tidak sabar masuk ke dalam.
Raka yang melihat Kaila berjalan ke arah toko meraih pergelangan tangan gadis itu.
"Ka ngapain sih!, katanya lo mau beli in gue boneka?" Kaila menatap kesal wajah laki-laki itu.
"Iyah gue akan beli in boneka yang lo mau tapi..." ucap Raka mengantung kalimatnya dengan tangan yang meraih pengait helem yang di gunakan Kaila membuat gadis itu baru sadar akan keteledorannya. "Tapi lo gak bisa masuk ke dalam sana pakai helem, yang ada lo bisa di ketawa in sama satu toko" lanjut Raka setelah melepaskan helem dari kepala Kaila menaruhnya di atas kaca sepion motornya.
Menyisir rambut Kaila menggunakan jari-jari tangannya membenarkan rambut Kaila yang sedikit berantakan. "Nah kalo gini kan cantik" perkataan laki-laki itu berhasil membuat kaila tersipu malu.
"Kelamaan!" Kaila yang tidak ingin menahan malu lebih lama lagi melangkah masuk terlebih dahulu ke dalam toko itu meninggalkan Raka yang mengelengkan kepalanya karena tingkah lucu Kaila.
Tidak ingin terjadi sesuatu pada gadis itu di dalam sana Raka berjalan sedikit cepat menyusul Kaila yang sudah masuk lebih dulu.
Deretan boneka yang lucu-lucu memenuhi etalase toko tersebut membuat Kaila sangat antusias mengambil satu demi satu boneka untuk ia pegang Kaila mencari boneka yang ia suka. Sedangkan Raka ia hanya mengikuti kemana gadis itu melangkah wajah ceria itu membuat pandang Raka tidak bisa lepas dari wajah cantik milik Kaila, ternyata Raka baru sadar kalo Kaila memiliki satu lesum pipi di sebelah kanan tapi lesum pipi itu baru akan terlihat jelas kalo Kaila tertawa.
"Raka lihat bonekanya persis kaya kamu" ucap Kaila menyodorkan boneka Shaun the sheep ke arahnya.
__ADS_1
"Benarkah?"
"Iyah dari mata,hidung bahkan satu muka persis kaya kamu, hahaha...." tawa Kaila.
Tangan Raka meraih satu boneka yang ada di etalase dan menunjukannya pada Kaila yang masih tertawa. "Tapi sayang boneka ini sepertinya juga mirip kayak kamu"
Kaila menatap boneka yang ada di tangan Raka seketika tersurut emosi saat Raka menunjukan boneka kingkong di tangannya. "RAKA!" Kaila memukulkan boneka Shaun the sheep di tangannya pada lengan laki-laki itu dengan kuat.
"Mirip tau Kai, hahaha...."
"Brengsek lo Ka!!" umpat Kaila.
Saat keduanya tengah sibuk dengan ucapan mereka masing-masing seorang wanita berjalan ke arah keduanya. "Mas, Mbak jangan di gitu in bonekanya nanti rusak" tegur seorang wanita yang ternyata seorang karyawan toko tersebut. Raka dan Kaila seketika diam saat mendapatkan teguran itu.
"Tuh kan bonekanya rusak" lanjut wanita itu dengan manatap boneka yang ada di tangan Kaila.
Raka dan Kaila mengikuti arah pandang karyawan tersebut dan benar apa yang wanita itu ucapkan boneka yang ada di tangan Kaila sudah mengeluarkan kapasnya.
"Kalo kaya gini bonekanya udah gak bisa di jual lagi" Kaila menaikan pandangannya menatap wanita fi hadapannya yang menatapnya dengan tatapan kesal.
Raka yang berdiri di samping Kaila melihat wajah gadis itu merasa tidak nyaman mengambil alih boneka yang ada di tangan kaila.
"Bawa ini ke kasir nanti saya bayar!" Raka menyerahkan kedua boneka yang sempat mereka gunakan perang tadi ke karyawan tersebut.
Karyawan tersebut langsung membawa boneka di tangannya ke kasir untuk Raka bayar. setelah kepergian wanita itu Raka menatap Kaila yang hampir menangis.
"Kai udah jangan nangis, kan gue udah tangung jawab" tangan kekar milik laki-laki itu menangkup wajah Kaila.
"Tapi gue belum pilih boneka yang gue suka Ka!, gue gak mau boneka itu!, gue gak suka! hiks...hiks..."
__ADS_1
Raka yang tadinya berfikir Kaila menangis karena ucapan karyawan tadi menahan tawanya saat ternyata gadis itu menangis hanya karena belum memilih boneka yang ia sukai.
"Siapa bilang boneka tadi bakal punya lo"
"Tapi lo udah kasih tu boneka ke wanita tadi dan lo bakal bayar, hiks...hiks..."
"Iyah gue kasih ke wanita tadi sebagai pertanggung jawaban bukan untuk kasih ke lo"
Mendengar itu isakan tangis Kaila terhenti. "Jadi?"
"Seperti janji gue tadi kalo gue bakal beli in lo boneka panda, sekarang dari pada lo nangis mending lo cari boneka yang lo mau" setelah menghapus sisa air mata di wajah gadis itu dengan cepat Kaila mencari boneka yang ia inginkan.
Raka yang melihat itu hanya menunjukan senyumannya mengikuti langkah kaki Kaila Raka menemani gadis itu untuk mencari boneka yang ia sukai. Tidak butuh waktu lama satu boneka dengan warna coklat yang begituan cantik berada di tangannya.
"Gue mau yang ini" Kaila menunjukan boneka berwarna coklat menggunakan baju dan pita dengan warna yang senafa juga di tangannya pada Raka.
Dahi laki-laki itu menimbulkan garis harus. "Bukannya tadi lo bilang mau boneka panda?" tanya Raka saat boneka beruang yang malah ada di tangan Kaila.
"Gak jadi Ka gue suka yang ini"
"Ya udah, yuk pulang" ajak Raka, Kaila menganggukan kepalanya antusias dan berjalan ke arah kasir untuk membayar boneka miliknya.
"Totalnya jadi dua ratus lima puluh ribu" ucap karyawan kasir setelah menotal seluruh belanjaan Raka.
Merogoh saku celana sekolahnya Raka mengeluarkan dompet berwarna hitam membuat Kaila mengintip isi di dalamnya, isi dompet Raka memang hanya berisi uang receh tapi kartu debit nya begitu banyak mungkin kalo di perkirakan ada lima kartu yang berjejer di dalamnya.
Menyodorkan satu kartu blackcard membuat pelayanan kasir dan Kaila membulatkan matanya, dari mana laki-laki itu bisa mendapatkan kartu blackcard?. setelah membayar seluruh barang belanjaannya Raka mengajak gadis itu untuk pulang sebelum hari berganti malam.
__ADS_1
***
Jangan lupa Like, Komen, Vote, dan beri hadiah๐๐๐