Dua Garis Merah Di SMA

Dua Garis Merah Di SMA
Dia Anak Gue!


__ADS_3

Yuda membunyikan klakson mobilnya beberapa kali menyuruh penghuni rumah agar segera keluar.


Kaila yang masih berada didalam kamar menghapus air matanya yang masih saja terus mengalir tanpa tau bagaimana caranya berhenti. Menghela nafas panjang Kaila menatap pantulan tubuhnya dari cermin, Yuda memberikannya dress berwarna biru lengkap dengan hiasan rambut, terlihat cantik tapi tidak dengan suasana hatinya sekarang.


Berjalan keluar Kaila bertemu dengan Raka yang tengah menunggunya di lantai satu. Memalingkan wajahnya ke arah lain Kaila berusaha tak menghiraukan laki-laki itu dan memilih melanjutkan langkahnya menuju pintu rumah.


"Kai" panggil Raka.


Mendengar laki-laki itu memanggil namanya langkahnya terhenti. Melihat gadis itu berhenti Raka berjalan mendekat. "Biar gue antar ya" ucapnya lembut.


"Buat apa lo anter gue!" tanya gadis itu galak.


"Gue cuma mau mastiin lo selamat"


"Gak usah!" jawabnya singkat. Melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti Kaila berjalan keluar rumah menemui Yuda yang sudah menunggunya di samping mobil.


Melihat Kaila yang keluar dari dalam rumah dengan sangat anggun Yuda membukakan pintu mobil untuknya. "Cantik Lo gak pernah hilang Kai" puji Yuda.


Malas meladeni ucapan laki-laki tersebut Kaila langsung masuk begitu saja tanpa meninggalkan sepatah katapun.


"Semakin lo cuek dengan gue, semakin gue tertantang buat dapatin lo balik!" Memastikan Kaila sudah masuk Yuda memutari mobilnya duduk di belakang kemudi melakukannya ke restoran di mana kedua orang tuannya sudah menunggu.


Di sepanjang perjalanan Kaila memilih membuang pandangannya kearah lain tak mempunyai niat menatap Yuda yang tengah mencuri-curi pandangannya.


Sampai disebuah restoran Yuda membuka pintu mobil mempersiapkan Kaila turun. Berjalan menuju tempat kedua orang tua Yuda pria itu terlebih dahulu menghentikan langkahnya.


"Kai senyum dong" tegur Yuda saat melihat Kaila yang terus menukuk wajah.


Memaksakan senyuman pada wajahnya Kaila memperlihatkan hal tersebut kepada Yuda. "Udahkan?"


"Sempurna, lo makin cantik saat tersenyum" mencolek dagu milik Kaila Yuda tersenyum penuh arti.


"Gak usah pegang-pegang, dan gue juga disini gak bisa lama hanya setengah jam!, cepat jalan!"

__ADS_1


"Gandengan dong" Yuda menunjukkan telapak tangannya meminta agar Kaila mau berjalan beriringan bersamanya.


Menatap sekilas tangan Yuda Kaila memutar bola matanya malas. "Jalan atau milih gue pulang!"


Menarik kembali uluran tangannya Yuda memilih berjalan lebih dulu. Sampai di meja kedua orangtuanya, mama papa Yuda terlihat sangat senang saat Kaila juga ikut.


"Sayang" memeluk tubuh mungil Kaila, Winda-mama Yuda mengusap lembut wajah Kaila. "Kamu apa kabar sayang"


"Baik tante, tante sama om gimana kabarnya?" tanya Kaila basa basi.


"Tante sama om baik, ayo duduk" ajak Winda menarik kursi sampingnya. "Kamu sama Yuda baik-baik saja kan?"


"Maksud tante?" tanya Kaila meminta penjelasan lebih.


"Kamu sama Yuda masih menjalin hubungan bukan?" jelas Winda.


Tak berani menjawab hal tersebut Kaila hanya menunjukan senyum kakunya.


"Masih dong ma iyah kan Kaila?" memegang tangan Kaila yang berada di atas meja Yuda menatap kedua bola mata gadis itu untuk mengiyakan ucapannya.


Memulai acara makan malam dengan membahas obrolan ringan Kaila hanya sesekali menimpali ucapan orang-orang disekitarnya dan selebihnya ia memilih diam tak berniat menanyakan ini, itu toh dia disini juga buat menebus kekalahan Raka bukan karena rasa maunya.


Jam terus berputar dan hari semakin larut, beberapa kali Kaila mengusap kedua lengannya yang terasa dingin karena memang Yuda memberikannya baju dengan lengan terbuka dan Kaila baru sadar bahan baju yang ia gunakan sangatlah tipis beberapa Kaila Kaila menatap wajah ketiga orang di hadapannya yang masih asik berbicara tanpa menghiraukan dirinya yang tengah kedinginan.


"Yuda" panggil Kaila.


Menoleh kearah Kaila Yuda tersenyum hangat. "Ada apa?"


"Gue mau pulang sekarang" bisik Kaila dengan mengusap kedua lengannya.


Melihat Kaila terus mengusap kedua lengannya Yuda tersenyum penuh arti. Pamit kepada kedua orangtuanya untuk mengantar Kaila pulang ke rumah, Winda dan sang suami mengiyakan ucapan putranya.


Mengendarai mobil memecah jalan yang mulai longgar Yuda memperlambat laju mobilnya melihat Kaila yang masih saja membuang pandangannya kearah lain. Mengatakan tangannya menggenggam tangan Kaila Yuda mengusap punggung tangan tersebut lembut.

__ADS_1


Merasa tangannya di pegang seseorang Kaila segera menepis tangan Yuda. "Gue gak suka dipegang-pegang, dan bisa gak lebih cepat dikit!"


Menepikan mobilnya di pinggir jalan dengan penerangan yang minim Yuda melepas setbel pada tubuhnya. "Ngapain harus buru-buru?, bukannya dulu lo suka lama-lama sana gue?"


Melihat Yuda memiringkan tubuhnya dengan tersenyum membuat bulu kudu Kaila berdiri. "Yuda jalan sekarang!"


"Kenapa?" majukan tubuhnya secara perlahan Yuda menatap lekat wajah Kaila.


"Yuda gue bilang jalan sekarang atau gue teriak!!" ancam Kaila mulai ketakutan.


Melihat Kaila mulai gugup akan situasi yang ia buat Yuda mengusap wajah Kaila dengan sangat lembut menciptakan desiran penuh ketakutan pada tubuh gadis itu. "Semakin lo menghindar dari gue semakin gue tertantang buat dapatin lo balik. Kaila" ucap Yuda lembut pada kalimat terakhirnya.


"Dasar gila!" mendorong tubuh Yuda kebelakang Kaila mencoba turun dari dalam mobil.


"Mau kemana Kai?" tahan Yuda.


"Lepas Yuda!"


"Gimana kalo kita mengenang malam itu lagi kali ini?" Yuda mengedipkan sebelah matanya.


Kaila menggeleng cepat. "Ingat Yuda gue istri Raka sekarang dan jangan pernah macam-macam sama gue!"


"Lo memang istri Raka tapi anak di dalam kandungan lo ini" Yuda mengusap perut datar Kaila dan lagi-lagi ditepis kasar oleh Kaila. "Dia anak gue!"


"Gak!" teriak Kaila. "Ini bukan anak lo, ini anak Raka dan lo bukan siapa-siapa dari anak ini"


Yuda mencengangkan pipi Kaila dengan kuat. "Gue gak suka di bentak oleh siapapun termasuk lo, dan anak di kandungan lo itu anak gue bukan anak Raka!!"


"Gue gak bakal sudi ngakuin lo ayah dari anak gue!, karena lo sendiri yang udah gak mau ngakuin dia sejak awal dan saat itu juga gue bersumpah anak gue gak perlu tau siapa ayah kandungnya!"


"Ok kalo itu yang lo mau!, tapi malam ini gue bakal ubah semuanya dan pertama kali yang mau gue ubah adalah buat lo cerai sama Raka dan jadi milik gue!" ucap Yuda mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Kaila.


***

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote, Komen dan Beri Hadiah 🤗♥️


__ADS_2