
Suasana di rumah Deon pagi ini tak terlalu ramai hanya ada beberapa orang saja yang hadir bahkan Raka dan Andrian sudah datang setengah jam yang lalu dan mereka semua tinggal menunggu Kaila yang turun dari lantai dua bersama Rina. Laki-laki itu meremas kedua tangannya karena grogi akan mengucapkan ijab Kabul untuk pertama dan terakhir kalinya dan hari ini juga Raka akan menggantikan status remajanya menjadi seorang suami dari Kaila.
Andrian semalam di buat tidak bisa tidur saat sang keponakan mengatakan kepadanya bahwa ia akan menikah dengan seorang gadis besok yang tengah mengandung anaknya dan itu membuat Andrian marah besar dengan Raka. Bagaimana biasa keponakan yang ia kenal selama ini bisa melakukan hall gila seperti itu?, dan pasti ia sudah membuat sang kakak yang melihat dari atas sana sangat kecewa dengan dirinya yang telah gagal menjaga putra semata wayang mereka.
Laki-laki itu terpaksa berbohong kepada om nya kalo ia lah yang telah membuat Kaila hamil dan itu cara satu-satunya agar ia tetap bisa menikahi Kaila. Kalo sampai Andrian tau hall yang sebenarnya pasti dengan tegas pria itu akan melarangnya untuk tidak ikut campur dengan urusan orang lain yang bukan urusan mereka. Tapi di satu sisi Raka juga tidak tega melihat anak yang ada di dalam kandungan Kaila kehilangan nyawanya. Raka tidak peduli dengan orang-orang yang ia bohongi menganggapnya dirinya laki-laki berengsek yang terpenting saat ini ia bisa menyelamatkan nyawa yang tidak bersalah.
Sedangkan Kaila, gadis itu menatap pantulan wajahnya di cermin meja rias melihat seorang gadis yang terlihat sangat memprihatinkan dengan kedua mata yang sudah bengkak karena tidak henti-hentinya menangis dari tadi malam. Kaila menundukan wajahnya dadanya terasa sangat sesak saat ini dan ingin rasanya Kaila teriak dengan kencang meluapkan apa yang ada di dalamnya.
__ADS_1
Rina menghampiri Kaila mengajaknya untuk turun ke lantai satu. Awalnya Kaila mengelengkan kepala tidak mau turun tapi dengan sedikit paksaan dari Rina akhirnya Kaila menuruti apa kata bunda nya. Berjalan menuruni anak tangga bersama sang Bunda Kaila menghampiri Raka yang sudah menunggu dirinya di depan penghulu.
Raka menatap wajah Kaila dari samping saat gadis itu sudah duduk di sampingnya. Kaila hanya menggunakan dress panjang berwarna putih dengan hijab yang membalut rambutnya sunggu sangat sederhana karena Deon yang tidak ingin banyak orang mengetahui acara pernikahan diam-diam ini bahkan orang yang hadir sudah ia sogok dengan uang tutup mulut agar tidak membocorkan pernikahan ini pada orang di luar sana.
"Bagaimana apa sudah bisa di mulai ijab Kabul nya?" tanya penghulu saat kedua mempelai sudah ada di hadapannya.
Raka menganggukan kepalanya sebagai jawaban dari laki-laki itu. Walaupun Deon sangat kecewa dengan perbuatan Kaila tapi untuk menikahkan putrinya kejadian ini tidak akan terulang lagi membuat Deon yang akan menikahkan putrinya dengan Raka.
__ADS_1
Raka menarik nafas panjang sebelum ia mengucapkan ijab kabul. "Saya terima nikah dan kawinnya Kaila Putri Sanjaya Binti Deon Sanjaya dengan maskawin tersebut di bayar tunai" ucap Raka dengan satu tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi sah?" tanya penghulu yang ada di samping Deon menatap para saksi.
"Sah!"
Kata sah terdengar sangat jelas di ruang keluarga membuat Kaila lagi-lagi meneteskan air matanya yang sudah berhenti beberapa saat lalu. Bukan ini pernikahan yang ia impikan sejak dulu menikah dengan cara tertutup seperti ini dan dengan orang yang tidak ia cintai sama sekali.
__ADS_1
Raka mengambil tangan Kaila menyematkan cincin pernikahan mereka di jari manis gadis yang sudah resmi menajdi istrinya itu, baru gantian kaila yang menyematkan cincin tersebut ke jari manis Raka. Tangan Kaila bergatar saat mengambil tangan kanan Raka untuk ia cium isakan yang sangat memilukan terdengar di telinga Raka membuat Raka sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak tumpah, kini gantian Raka mencium kening Kaila dengan waktu yang lumayan lama setelah gadis itu melepaskan tautan tangan mereka.
Kini keduanya sudah resmi menjadi suami istri yang sah di mata hukum dan agama saat menandatangani buku pernikahan. Raka mengucapkan syukur kepada tuhan yang telah mempersatukan dirinya dengan Kaila walau harus dengan cara seperti ini. Sesuai dengan janjinya tadi malam mulai detik ini juga Raka akan membahagiakan Kaila dengan caranya sendiri dan melindungi gadis itu dari segala marabahaya.