
Libur pertama dirumah Raka Kaila melangkahkan kakinya turun kelantai satu menyapu setiap sudut ruangan yang sangat luas tersebut dirinya mencari perkejaan apa yang biasa ia lakukan. Biasanya kalo dirumah, Bunda pasti akan mengajaknya ke dapur dan mengajarinya membuat kue yang sangat enak, tapi kali ini situasinya sudah berbeda membuat Kaila harus beradaptasi dengan situasi sekarang.
Menatap kemoceng yang tergeletak begitu saja di atas sofa Kaila berniat beres-beres rumah menghilangkan kebosanannya yang hanya berdiam diri saja tanpa melakukan hal apapun. Dari membersihkan meja, sofa, rak buku, dan menyapu Kaila lakukan secara perlahan agar dirinya tak merasa cepat lelah.
"Ternyata bersih-bersih asik juga ya" guman Kaila senang, melanjutkan kegiatan selanjutnya ia memegang gagang pel tapi tangannya sudah di cegah oleh seseorang terlebih dahulu.
Mengikuti arah tangan tersebut Kaila mendapati Raka yang sudah berada di sampingnya dengan tatapan kesal. "Raka?"
"Siapa yang suruh kamu bersih-bersih!" ucap pria itu dengan suara berat.
"Se-sejak kapan kamu disini?" tanya Kaila yang tak menyadari kedatangan pria itu apa lagi suasana rumah yang sangat sepi membuat ia berpikir pasti Raka masih tertidur di kamarnya.
"Siapa yang suruh lo ngelakuin lakukan pekerjaan ini!" tanya Raka sekali lagi tanpa merubah ekspresi wajahnya.
Merasa nada bicara Raka tak selembut biasanya membuat Kaila mulai merasakan takut kalo pria dihadapannya ini akan melakukan hal kasar. "A-aku merasa bosan di dalam kamar jadi aku berniat bersih-bersih"
"Kamu tau, kamu tidak boleh melakukan hal berat seperti ini!" merampas kasar kembali pel di tangannya Raka membawa semua benda itu masuk kedalam gudang dan menguncinya agar Kaila tidak lagi melakukan hal tersebut.
Raka yang sebenarnya sudah bangun sejak tadi memilih berdiam diri didalam kamar merasa enggan untuk turun kelantai satu saat hari masih terlalu pagi seperti sekarang, merasa penasaran apa Kaila sudah bangun atau belum Raka berniat mengecek keadaan gadis itu karena ia yakin pasti Kaila akan bingung menghabiskan waktu libur di lingkungan baru. Baru saja Raka hendak berjalan kearah pintu kamar Kaila matanya sudah lebih dahulu menangkap seseorang yang tengah bersih-bersih dilantai satu, matanya membulat sempurna saat mendapati kaila membereskan setiap sisi rumahnya, berjalan menuruni anak tangga dengan langkah cepat ia merampas benda yang ada ditangan gadis tersebut.
__ADS_1
Menghampiri Kaila yang masih termenung di tempat dengan meremas ujung bajunya seperti anak tk yang takut dimarahi sang guru, Raka menghela nafas sabar ia tidak boleh terlalu kasar dengan Kaila apa lagi dari seputar informasi yang ia dapatkan dari internet bahwa ibu hamil memiliki sisi yang sangat sensitif membuatnya harus sangat hati-hati tak ingin membuat Kaila merasa takut apa lagi tertekan berada di rumahnya.
Mengusap surai milik Kaila lembut Raka berusaha tersenyum manis kerahnya. "Lain kali jangan kaya gini lagi ya" pinta Raka lembut.
"Tapi aku cuma mau bersih-bersih" ucap gadis tersebut dengan pelan.
Tepat seperti dugaannya dari suara Kaila saja Raka sudah bisa menebak bahwa gadis itu sangat takut jika diperlakukan dengan kasar mengingat bahwa istri kecilnya terlahir dari keluarga yang hangat pasti Deon dan Rina menjaganya dengan sangat lembut. Dan ia yakin ketakutan itu timbul saat Yuda berusaha dengan kuat mengugurkan janin yang ada di dalam kandungan Kaila, karena yang Raka rasakan sifat gadis itu berubah seratus delapan puluh derajat saat mengalami titik terendah dalam hidupnya
"Iyah gue tahu kalo lo cuma mau bersih-bersih, tapi lain kali gak usah ya cantik, nanti setiap minggunya udah ada orang yang datang kesini buat bersih-bersih" kata Raka tersenyum hangat.
"Apa cantik?" rasanya perut Kaila merasa mual mendengar ucapan manis itu keluar dari mulut Raka.
Dan benar saja perutnya langsung bergejolak seperti ingin mengeluarkan sesuatu, menutup mulutnya dengan cepat Kaila berlari kearah wastafel dapur yang dekat dengannya saat ini. Melihat Kaila yang tiba-tiba berlari membuat Raka juga menyeimbangkan langkah kakinya tak ingin sesuatu buruk terjadi dengan istri kecilnya.
"Minum dulu" menyodorkan segelas air hangat ia meminta Kaila meminumnya.
Menerima uluran gelas tersebut dari tangan Raka, Kaila mulai meneguknya secara perlahan, merasakan perutnya yang sedikit lega karena hawa hangat dari air tersebut membuat mualnya sedikit berkurang. Tak tega melihat wajah Kaila yang langsung pucat Raka menuntunnya ke arah sofa ruang tamu.
"Wajah lo pucet banget Kai" ucap Raka khawatir. "Kita kerumah sakit aja ya" lanjut Raka mengusap keringat yang muncul di dahi Kaila.
__ADS_1
Kaila mengelengkan kepalanya menolak ajakan Raka yang ingin membawanya kerumah sakit, ia tak ingin orang-orang yang ia kenali melihat dirinya pergi ke rumah sakit apa lagi pasti dirinya akan di periksa ke dokter kandungan membuat Kaila tak ingin berita dirinya telah menikah tersebar luas.
"Gak usah" tolak Kaila menyandarkan punggungnya pada badan sofa.
"Biar lo dapat penanganan dokter Kai" ujar Raka yang masih ingin membawa Kaila ke rumah sakit.
"Lo apaan sih Ka!, gue gak papa gak usah lebay kaya gitu!" ucap Kaila kesal dan langsung menepis tangan Raka yang dengan lancang mengusap keningnya.
"Tapi wajah lo pucet banget" kata Raka lirih
"Kalo gue bilang gue gak papa ya berarti gue baik-baik aja!" tegas Kaila menatap tajam Raka.
Memilih mengalah Raka mengiyakan saja ucapan Kaila dari pada ia bermusuhan dengan istrinya sendiri. "Ya udah kalo lo gak mau kerumah sakit gak papa. Gue mau keluar sebentar beli in lo bubur di depan kompleks"
"Terserah" jawabannya ketus mengalihkan pandangannya ke arah lain Kaila enggan menatap wajah pria disampingnya.
Melihat Kaila membuang pandangannya kearah lain Raka hanya bisa menghela nafas sebanyak-banyaknya. Berdiri dari duduknya ia meraih kunci motor di atas meja dan langsung pergi keluar rumah membeli sarapan buat Kaila yang harus makan tepat waktu.
Melihat Raka hilang dari balik pintu Kaila hannya mengedumel tidak jelas saat melihat perhatian Raka yang sangat berlebihan terhadapnya. Memilih kembali ke lantai atas kaila membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lengket dari pada harus menunggu Raka yang sangat lama membelikannya bubur.
__ADS_1
***
Jangan lupa Like, Komen, Vote dan Beri Hadiah 🤗♥️