
Raka yang baru pulang setelah membelikan bubur untuk Kaila tidak mendapati gadis itu berada di sofa saat ia tinggal beberapa saat lalu, mengedarkan pandangannya Raka mencari keberadaan Kaila was-was kalo gadis itu kembali melakukan pekerjaan rumah lagi dan sepertinya keadaan rumah yang sepi membuat Raka berfikir mungkin Kaila berada di dalam kamarnya.
Menaruh bubur di tangannya ke atas meja dirinya langsung melangkah menuju lantai atas dan saat dirinya akan berbelok ke kamar Kaila gadis itu lebih dahulu keluar dari dalam kamar dengan keadaan yang sudah wangi, lagi-lagi Raka dibuat terbuai dengan aroma tubuh Kaila yang selalu membuatnya menghirup aroma tersebut dengan dalam.
"Ngapain lo disini?" ketus Kaila.
"Gue mau manggil lo buat makan bareng" ajak Raka.
Memutar bola matanya malas Kaila berjalan terlebih dulu di ikuti Raka yang mengekori dibelakangnya. Mendudukan tubuhnya di atas kursi tangannya meraih kotak bubur yang di belikan Raka dan langsung memakannya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Berjalan ke arah dapur Raka membuka rak khusus untuk stok makanan kering, meraih kotak susu dari dalam lemari Raka membuatkan segelas susu coklat untuk Kaila, menaruh setetes susu tersebut pada kulit tangannya Raka merasakan terlebih dahulu suhu susu yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin sebelum ia berikan kepada Kaila, merasa susu yang ia buat sudah pas ia membawanya ke meja dimana Kaila yang masih asik makan.
"Gue buatin susu buat lo" ucap Raka menyodorkan segelas susu ke arah Kaila.
Melirik gelas di sampingnya dengan tatapan datar Kaila kembali fokus pada makanannya. Tak ingin membuat suasana semakin canggung Raka maulai memakan bubur miliknya baru saja tiga suap Raka memakan bubur miliknya Kaila kembali mengeluarkan isi perutnya.
Menaruh kembali sendoknya Raka menghampiri Kaila yang mengeluarkan semua makanannya. "Kai jangan di buang semua"
"Gu-gue mual huek..."
"Iyah gue tahu, tapi jangan di buang semua nanti perut lo kosong lagi"
"Huek...huek..."
Melihat Kaila yang terus memuntahkan isi perutnya tanpa henti Raka di buat pusing bagaimana cara agar Kaila tidak mengeluarkan semua makanannya agar gadis itu tidak kembali pucat seperti tadi. Tanpa pikir panjang Raka memberanikan diri mengusap perut datar milik Kaila dengan lembut.
"Dedek bayi jangan mual-mual doang kasian mama Kaila muntah-muntah terus" ucap Raka pada janin Kaila.
"Ka huek..."
"Iyah Kai gue disini" ucap Raka lirih dan terus mengusap perut Kaila tanpa henti.
"Dedek bayi udah ya sayang jangan bikin mama Kaila kaya gini, kalo dedek bayi mau mual-mual kasih aja ke papah ya nak" ucap Raka lembut.
Menahan gejolak perutnya Kaila menatap wajah Raka yang nampak sangat khawatir dan terus mengajak janinnya bicara layaknya ayah kandung yang sangat sayang terhadap anaknya sendiri. Perasaan Kaila perlahan mulai hangat saat melihat Raka menitikan air mata saat dirinya menahan mual.
"Dedek sayangkan sama mama?" tanya Raka pada janinnya dan tentu ucapan itu tak akan mendapatkan respon dari sang anak. "Kalo dedek bayi sayang sama mama jangan nakal dong papa kasihan lihat mama mual-mual terus, hiks.."
"Ka" panggil Kaila lirih, dengan cepat Raka mengusap air mata yang membasahi kedua pipinya.
Merasa Kaila melihat kecengengan nya dengan cepat Raka menjauhkan tangannya dari tubuh Kaila. "Ma-maaf Kai kalo gue lancang, gue cuma gak tega lihat lo mual-mual" membuangnya ke arah lain Raka malu menatap wajah Kaila.
Air mata Raka yang tak henti menetes membuat pria itu membalikan badannya membelakangi tubuh Kaila yang masih menatapnya. "Debu nya banyak banget sih, perasaan baru minggu kemarin dibersihin nih rumah"
Kaila tau itu cuma omong kosong Raka yang tak mau kelihatan cengeng dihadapannya. Suasana yang mulai canggung antara keduanya Kaila dan Raka hanya saling diam dengan posisi Raka yang masih membelakangi tubuh Kaila.
__ADS_1
"Kai"
"Ka" ucap keduanya secara bersamaan.
"Lo duluan" (ujar Raka)
"Lo duluan" (ujar Kaila)
"Lo duluan aja" ucap keduanya masih secara bersamaan.
Kembali hening keduanya tak mengeluarkan suara dan memilih diam dengan pikirannya masing-masing. Beberapa detik keduanya saling tatap dan dengan cepat pula mereka membuang pendangan kearah lain.
"Huek..." Kaila kembali menutup mulutnya agar tak mengeluarkan isi perutnya.
"Masih mual?" tanya Raka khawatir.
Kaila menganggukan kepalanya menahan gejolak perutnya yang kembali muncul. "Ka gue gak tahan"
"Jangan di keluarin Kai" pinta Raka.
"Tapi gue gak tahan" ujar Kaila masih menutup mulutnya.
Raka menggaruk tengkuknya yang tak gatal ia kembali di buat bingung harus melakukan apa, tak mungkin ia kembali mengusap perut Kaila seperti tadi bisa-bisa ia membuat wanita itu merasa tak nyaman dengan sikapnya.
Bukannya melakukan apa yang di inginkan Kaila Raka mematung seperti orang bodoh. Apa ini mimpi? apa Kaila mengizinkan dirinya mengusap perutnya? apa ini sebuah mukjizat?. Sungguh hati Raka berteriak kegirangan di dalam sana saat mendapatkan hal kecil tapi begitu bermakna untuknya.
"Ka!" Teriak Kaila saat laki-laki itu hanya diam saja.
"I-iyah Kai?"
"Ck...usap perut gue!"
"I-iyah" dengan gerakan kaku Raka mulai mengusap perut Kaila.
Merasakan sentuhan Raka yang tak selembut tadi Kaila segera menipis tangan itu menjauh dari perutnya. "Kalo gak ikhlas mendingan gak usah!" kesal Kaila berlaku pergi meninggalkan Raka yang mematung di tempat.
Melihat Kaila yang melangkah menjauh Raka melangkahkan kakinya dengan lebar kerahnya, meraih tangan Kaila Raka menahan tangannya yang ingin menaiki anak tangga. "Maaf Kai" ucapnya dengan nada bersalah.
Bukannya menjawab raut wajah Kaila berubah seperti orang yang ingin menangis. "Hiks...hik..."
"Loh, loh kok nangis?" ucap Raka bingung saat melihat Kaila tiba-tiba menangis.
"Hiks...hik...."
__ADS_1
Menangkup wajah cantik Kaila, Raka mengusapnya lembut. "Cup...cup... jangan nangis nanti cantiknya hilang"
"Raka!, hiks...." teriak Kaila saat pria itu malah menggodanya.
Raka terkekeh kecil mendapati sifat Kaila yang bisa berubah-ubah dengan sangat cepat yang sangat persis dengan bunglon yang selalu merubah warna kulitnya saat-saat tertentu. "Enggak, enggak, cantiknya gak bakal ilang kok"
"Kamu mau apa?" tanya Raka.
"Kamu tahu aku bosan!, aku tidak biasa dirumah tanpa ada kegiatan seperti ini, aku lelah belajar Raka! aku ingin jalan-jalan!" rengek Kaila mengelurkan kegaduhan dalam dirinya.
Raka mendekatkan tubuhnya pada tubuh Kaila mengusap air mata yang terus mengalir tersebut. "Kenapa tidak bilang kalo mau jalan-jalan?"
"Aku takut orang-orang lihat kita bersama dan mereka berfikir yang macam-macam sama seperti Yuda yang sudah tahu kalo kita udah nikah!, dan itu buat aku gak tenang!"
Raka diam sesaat mendengar hal tersebut menyunggingkan senyumnya Raka beralih mengusap pundak Kaila. "Mau jalan-jalan kan?" Kaila menganggukan kepalanya cepat.
"Sekarang siap-siap kita jalan-jalan sekarang"
"Kemana?" tanya Kaila masih terdengar isakan dari bibir mungil tersebut.
"Nanti kamu juga tahu. Sekarang siap-siap gih aku juga mau mandi dulu"
"Gak lama kan?" tanya Kaila sekali lagi memastikan.
"Enggak, cuma sebentar"
Mengangguk cepat Kaila menaiki anak tangga menuju kamarnya. Melihat punggung Kaila yang sudah masuk kedalam kamar Raka juga bergegas masuk kedalam kamarnya tak ingin membuat gadis itu menunggu terlalu lama.
Ternyata Raka yang selesai paling awal harus menunggu Kaila yang belum keluar dari dalam kamar. Menunggu di halaman rumah sejak sepuluh menit lalu Raka tak melihat batang hidung Kaila yang belum muncul juga, berniat memastikan bahwa gadis itu tak mengalami masalah Raka di buat terpanah saat Kaila tiba-tiba keluar dari dalam rumah dengan sangat cantik walau Kaila selalu menggunakan make up yang tipis tapi ootd nya gak pernah gagal sama sekali.
"Maaf nunggu lama"
"I-iyah, mau langsung berangkat?" Kaila mengangguk dan menerima uluran helem dari Raka.
"Ka ini susah banget" ucap Kaila saat tak bisa mengunci helemnya.
"Biar gue benerin" berjalan mendekat Raka sedikit menundukan tubuhnya memasang pengait helem Kaila.
Wajah mereka yang saling berdekatan membuat jantung Raka berdetak dengan sangat cepat, tak ingin Kaila sampai mendengar detak jantungnya Raka menegapkan tubuhnya.
"Yuk berangkat" naik ke atas motor keduanya meninggalkan halaman rumah menuju suatu tempat.
***
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen, Vote dan Beri Hadiah 🤗♥️.