Dua Garis Merah Di SMA

Dua Garis Merah Di SMA
Raka Tolong Gue


__ADS_3

"Di kerjakan dengan sungguh, tidak ada yang boleh saling tanya sama temannya, tidak ada yang boleh mencontek, waktu pengerjaan satu setengah jam. Paham semuanya?" ujar Bu Dian setelah membagikan kertas ujian.


"Paham bu" jawab satu kelas kompak.


Memulai mengerjakan soal ujian hari pertama dengan sangat teliti Kaila mulai mengisi kertas jawabannya satu demi satu tak menghiraukan suara Rara yang terus memanggilnya dari sebrang sana, sudah bisa di pastikan bahwa gadis itu akan meminta jawaban nya. Waktu terus berputar sampai bel ulangan pertama berbunyi menandakan ulangan telah berakhir, sebelum di ambil oleh Bu Dian Kaila mengecek sekali lagi jawaban soal isey nya.


"Sudah Kaila?" tanya bu Dian yang sudah berdiri di samping mejanya.


"Sudah bu" menyerahkan lembar soalnya Kaila bernafas dengan lega.


Memastikan semua sudah mengembalikan soal dan kertas jawabannya, bu Dian pamit undur diri dari kelas.


Memastikan bu Dian sudah keluar kelas Rara menghampiri Kaila yang tengah bersantai pada badan kursi. "Sial lo, gue panggil dari tadi juga" ucap Rara kesal.


"Kan gak boleh nyontek sayang" goda Kaila dengan tersenyum puas telah membuat temannya itu kesal.


Rara memutar bola matanya malas mendengar sindiran Kaila yang selalu ia dapatkan saat ujian. Merasa perutnya sedikit mulas Kaila pamit kepada Rara yang masih berdiri di samping mejanya untuk pergi ke kamar mandi sebentar.


"Lo gak mau gue anter?" Kaila mengelengkan kepalanya tanda ia bisa sendiri, meminta Rara pergi terlebih dahulu ke kantin ia akan menghampiri nya setelah dari kamar mandi. Mengangguk setuju keduanya keluar dari dalam kelas dengan arah yang berlawanan.


Buru-buru masuk kedalam toilet Kaila tak menyadari keberadaan seseorang yang juga ingin keluar dari dalam akibatnya kedua tubuh itu saling bertabrakan.


"Heh kalo jalan tuh pakek mata!" marah seorang gadis.


Merasa suara itu begitu familiar di telinganya Kaila mengangkat wajahnya menatap siapa pemilik suara tersebut. "Lo?" ucap Kaila sinis saat dugaannya tepat sasaran kalo pemilik suara tersebut adalah Suci-kekasih Yuda.


"Lo lagi, lo lagi, bosen gue lihat muka lo!" kata Suci berdecak pinggang menatap tubuh Kaila dari atas sampai bawah.


"Lo pikir gue gak males liat muka uler lo itu?, muka yang luarnya doang polos tapi dalamnya sangat busuk!" cibir Kaila. Malas berdebat dengan Suci yang tak akan ada habisnya saat di ladeni Kaila segera masuk ke dalam kamar mandi untuk menyelesaikan hajat kecilnya,baru saja tangannya memegang headline pintu tubuhnya sudah di dorong dengan kasar oleh gadis itu beruntung dengan sigap tangan Kaila memegang dinding kamar mandi dengan begitu tubuhnya tak terlalu kasar menyentuh dinding tersebut, membalikan badannya Kaila menatap Suci dengan tajam yang berdiri tepat di belakang pintu yang sudah tertutup.


"Sial! lo berani sama gue!" amuk Kaila mendorong bahu Suci kebelakang.


"Ngapain gue harus takut sama cewek kaya lo?" tantang Suci kembali membalas perbuatan Kaila yang ia lakukan kepadanya.


"Gue gak punya urusan ya sama lo!, mending lo pergi dari sini!" usir Kaila.

__ADS_1


"Lo memang gk punya urusan sama gue, tapi gue yang punya urusan sama lo!"


"Dasar gak waras!"


"Mendingan lo keluar sekarang sebelum gue teriak!" ancam Kaila, tapi sepertinya gadis itu tak merasa takut sedikitpun dengan ancaman yang ia layangkan, yang ada suci meraih satu gayung dan menyiramkannya ketubuh Kaila.


Byur...


"Aaaa" pekik Kaila yang kaget akan mendapatkan serangan dadakan seperti itu. "Lo udah gila!" ucap Kaila sedikit berteriak saat mendapati tubuhnya basah.


"Apa mau lagi?" kembali mengisi gayung di tangannya Suci menguyur tubuh Kaila berulang kali. Tak ingin diam saja mendapatkan perlakuan seperti itu Kaila berusaha merampas gayung di tangan Suci tapi sepertinya gadis itu sudah tau akan gerak geriknya sehingga dengan mudah Kaila terus mendapatkan serangan dari diri Suci.


"Semakin lo terus berontak semakin gue gila-gilaan nyiksa lo!" tegas suci yang tak henti-hentinya menyirami tubuh Kaila bahkan air di bak mandi hampir habis akibat ulahnya.


Entah setan apa yang merasuki gadis itu sehingga bisa-bisanya ka melakukan hal senekat ini, setahu Kaila dirinya tak punya masalah dengan gadis itu tapi kenapa Suci menyiksanya sekejam ini.


Melihat Kaila yang mulai kedinginan Suci mendudukan tubuhnya itu dengan kasar ke atas lantai kamar mandi, mendongak wajah cantik Kaila Suci mengarahkan gayung di tangannya pada mulut Kaila mau tidak mau kaila meminum air itu bahkan air itu masuk kedalam hidungnya membuat kepalanya berdenyut dengan hebat.


Uhuk...uhuk...uhuk...


Melihat Kaila yang batuk-batuk membuat Suci memutar bola matanya malas akan akting gadis itu. "Gak usah akting deh lo! lemah banget jadi cewek!"


Dug...


"Hiks...hiks...." Kaila yang sudah tak sanggup mendapatkan perlakuan seperti itu mulai terisak tangis nya, tubuhnya benar-benar lemas sekarang ia butuh pertolongan tapi tidak mungkin dengan keadaannya seperti sekarang ini.


"Gais" panggil Suci dari dalam.


Melihat apa yang akan di lakukan gadis itu lagi Kaila menatap kedua teman Suci yang masuk kedalam membawa tali ditangannya.


"Lo mau apa?" tanya Kaila saat perasannya mulai tak enak.


Tak menjawab ucapannya kedua teman Suci berjalan mendekat ke arah Kaila mengikat tangan gadis itu kebelakang.


"Jangan lakuin itu sama gue!" ucap Kaila terus berusaha berontak dari cengkraman keduanya.

__ADS_1


"Diam!" teriak Suci. "Kalo lo gak diam gue bakal habisin lo sekarang juga!" ancam Suci.


Tak ingin janinnya sampai kenapa-kenapa Kaila memilih diam dari pada janinnya harus menjadi korban kegilaan gadis dihadapannya. "Bawa dia kesini" perintah Suci saat bak kamar mandi sudah di isi penuh dengan air.


"Jangan gue bisa ma-" ucapan Kaila terpotong saat kedua teman suci sudah memasukan wajahnya kedalam bak kamar mandi berulang kali.


"Raka tolong gue"


***


Bel sekolah yang sudah berbunyi sejak sepuluh menit lalu membuat Raka yang menunggu kedatangan Kaila di buat gelisah akan gadis itu yang tak segera muncul dari lobi sekolah. Berniat menghampiri Kaila ke kelasnya dahi Raka menimbulkan garis halus saat melihat Rara berjalan seorang diri, biasanya kalo ada Rara pasti disitu ada Kaila tapi kenapa sekarang berbeda?.


Tak ingin berdebat dengan pikirannya terlalu lama Raka berjalan menghampiri Rara, berhenti tepat di hadapannya Raka melayangkan pertanyaan sebelum gadis itu mengomel tidak jelas. "Ra, Kaila mana?"


"Ngapain lo cari Kaila!" tanya Rara galak.


"Gue cuma nanya, lo tau dia dimana?"


"Gak penting buat lo tau dimana Kaila!" mendorong tubuh Raka minggir dari hadapannya Rara berjalan ke arah sepeda motornya.


"Ra jawab pertanyaan gue!, Kaila dimana!" tanya Raka tegas saat gadis itu malah berniat pergi.


Rara menatap kedua bola mata Raka dalam saat laki-laki itu dengan keras kepala ingin tau keberadaan sahabatnya. "Lo mau ap-"


"Dimana Kaila!!" ulang Raka sekali lagi.


Rara yang belum pernah mendengar Raka berbicara sekasar itu akhirnya memberitahukan keberadaan kaila dari pada ia menjadi santapan Raka yang sedang marah. "Kaila udah pulang"


"Pulang?" tanya Raka memastikan.


"Iyah saat jam ujian pertama tadi perutnya tiba-tiba sakit, dan gue dapat wa dari tuh anak kalo dia udah pulang duluan" jelas Rara.


"Jadi Kaila gak ikut ujian kedua?" Rara mengelengkan kepalanya menatap raut wajah Raka yang berubah khawatir saat mendengar hal tersebut.


"Gak bisanya Kaila kaya gini" perasaan Raka yang mulai tak enak akan keadaan gadis itu berlari kerah motornya meninggalkan Rara yang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

__ADS_1


***


Jangan lupa Like, Komen, Vote dan Beri Hadiah 🤗♥️.


__ADS_2