Dua Garis Merah Di SMA

Dua Garis Merah Di SMA
Kalah Taruhan.


__ADS_3

Berjalan keluar sekolah Kaila memegang tali tas nya dengan bersenandung kecil, entah kenapa sejak memakan bekal yang diberikan Raka tadi pagi mood Kaila lebih baik sekarang. Meski harus pulang lebih akhir dari pada yang lainnya karena harus mengerjakan ujian susulan Kaila merasa tak kesal apa lagi marah, berulang kali Kaila berfikir apa mungkin Raka memberikan sihir ajaib kedalam makanannya sehingga membuatnya tak henti senyam-senyum sendiri hari ini.


Keluar dari lobi Kaila melihat Raka yang tengah berdiri di samping mobil dengan memainkan benda pipih ditangannya, berjalan sedikit berlari Kaila menghampiri Raka membuat laki-laki itu kaget.


"Raka!"


Mendengar Kaila tiba-tiba teriak ponsel ditangannya hampir saja jatuh ke atas tanah kalo ia tak sigap menerimanya. "Kai" tegur Raka dengan suara lembut mengusap dadanya yang berdetak cepat. "Nakal ya sekarang" mengacak-acak rambut Kaila gemas membuat gadis itu tertawa, Kaila yang mulai terbiasa akan hal-hal kecil yang dilakukan Raka tak mempermasalahkan hal tersebut malah Kaila merasa seperti kak Riko berada dalam tubuh Raka.


"Gimana ujian susulan nya, lancar?" tanya Raka merapikan anak rambut Kaila yang sempat ia berantakan tadi.


Kaila mengangguk semangat menjawab pertanyaan Raka. "Semuanya beres"


"Sekarang mau pulang dulu apa mau jalan-jalan?" tanya Raka memberikan switer Kaila yang ia tinggalkan tadi di dalam mobil.


Menerima uluran switer nya Kaila memikirkan tempat mana yang mau ia kunjungi, baru membuka mulutnya suara seseorang lebih dahulu menghentikan ucapannya.


"Kaila,Raka, kalian belum pulang?" sapa Yuda menghampiri keduanya.


Melihat Yuda berjalan mendekat, Raka menarik tangan Kaila agar lebih dekat dengannya, melihat laki-laki itu yang tiba-tiba menaraik pergelangan tangannya Kaila hanya menatap wajah Raka yang berubah menjadi dingin dengan tatapan bingung.


"Mau apa lo!" tau Raka dengan penuh penekanan.


Menunjukan senyum misterius Yuda beralih menatap Kaila yang berada di samping Raka. "Udah lama gak ketemu ya Kai" sapa Yuda basa-basi.


Muak dengan suara laki-laki dihadapannya Kaila membalas ucapan tersebut galak. "Gak usah basa-basi, kalo mau ngomong tinggal ngomong!"


"Jangan galak-galak dong"


"Ayo Ka kita pulang, bicara sama anj*ng modelan kaya dia gk ada gunanya"


Membuka pintu mobil Raka membersikan Kaila masuk. Baru saja gadis itu akan memasukan kakinya tangan Yuda meraih tangan Kaila menjauh dari badan mobil.


"Lepas!" menghempas tangan Yuda kasar Kaila melayangkan tatapan tajam. "Jangan sentuh gue dengan tangan kotor lo itu!"


"Gue mau ngomong sama lo" ucap Yuda menahan emosinya.


"Cepat!"


"Nanti malam gue mau lo nemenin gue ketemu sama bokap, nyokap gue" kata Yuda to the poin.


Balapan kedua yang harus Raka selesai membuahkan hasil yang membuatnya merasa begitu puas saat bisa memenangkan putaran kedua yang artinya Kaila tidak akan jadi pergi dengan Yuda dua hari kedepan.


"Sesuai janji lo tadi kalo gue menang di putaran ini Kaila gak jadi pergi dengan lo besok!" ucap Raka menghampiri Yuda yang tengah menatapnya dengan tatapan tajam.


"Gue gak bakal kalah gitu aja dari lo!" ucap Yuda memikirkan jalan lain agar Kaila bisa tetap menemaninya besok.


Seketika ide liciknya muncul. "Kaila akan tetap pergi sama gue besok!"

__ADS_1


Mendengar pertanyaan laki-laki itu Raka merasa Yuda menyepelekan janji yang telah ia buat sendiri. "Lo gak bisa kaya gitu berengsek!, janji tetap janji dan itu harus tetap ditepati!" murka Raka.


Melihat teman mereka mulai tersurut emosi Rafly dan Rizky menahan tubuh Raka. "Ka tenang in diri lo!" keduanya juga merasa kesal dengan Yuda yang sejenak nya berbicara seperti itu.


"Apapun bisa gue lakuin sesuai dengan keinginan gue Raka!, dan lo...." jeda Yuda menusuk-nusuk dada Raka dengan jari telunjuknya. "Lo gak bakal bisa buat apa-apa"


"Brengsek!!"


Melihat Raka yang kembali ingin menghajarnya Yuda tertawa sinis. "Lebih baik lo izinin Kaila pergi sama gue besok!, atau gue bakal sebar nih berita dan bom.....lo tau apa yang akan terjadi besok?, wajah Kaila akan ada di mana-mana dengan kata-kata mencemoh"


"Brengsek!,anj*ng!,baj*ngan lo Yuda!!!"


"Semua itu ada di tangan lo sekarang Raka!, lo izinin Kaila pergi sama gue besok atau...." tak melanjutkan ucapannya Yuda bersiap memencet tombol publis.


"Stop jangan lakuin itu Yud!"


"Kenapa?, apa lo udah setuju buat Kaila pergi sama gue?" tanya Yuda tersenyum penuh kemenangan. "Tapi sepertinya belum lengkap kalo lo gak berlutut depan gue!"


Rafly, Rizky dan yang lainnya terperanjat kaget mendengar kata terakhir Yuda yang sangat mudah terlontar tanpa ada beban sedikitpun didalamnya. Sedangkan teman-teman Yuda tertawa dengan memanas-manasi Raka agar segera sujud.


"Lo udah gak punya otak?!" ucap Rafly.


"Otak lo mati apa gimana, anj*ng!" imbuh Rizky.


"Ayo Raka bertekuk lutut!" ucap teman-teman Yuda kompak.


"Semua ini ada di tangan lo Raka!, gue kasih waktu lo lima menit, lebih milih nih video kesebar atau lo ngizinin Kaila pergi sama gue plus bertekuk lutut dihadapan gue!" ucap Yuda melirik jam di pergelangan tangannya. "Tinggal empat menit waktu lo!"


"Lo bener-bener bukan manusia Yuda!, bahkan iblis saja tak sejahat lo!" ucap Raka menunjuk wajah Yuda.


"Gue gak perduli lo ngomongnya gue apa!, karena yang gue butuhin sekarang lo izinin Kaila pergi sama gue dan lo sujud depan gue!"


Berjalan mendekat ke arah Yuda Raka berdiri tepat di hadapannya, menahan emisinya agar tak meledak Raka mengepalkan tangannya kuat.


"Tinggal satu menit" ucap Yuda yang bersiap memencet tombol di hpnya.


"Gue yakin lo bakal lebih milih bertekuk lutut di hadapan gue dari pada lihat Kaila yang akan di tendang dari sekolah"


Raka yang tak punya pilihan lain akhirnya bertekuk lutut juga di hadapan Yuda, suara riuh terdengar sangat keras saat teman-teman Yuda menyorakinya.


Rizky dan Rafly yang melihat hal bodoh yang di lakukan Raka menghampiri teman baik mereka. "Ka ayo bangun jangan lakuin hal bodoh kaya gini!"


"Lo masih punya harga diri Ka!, lo masih bisa selesain nih masalah dengan cara lain tapi gak gini caranya!"


"Kalian berdua diam!" bentak Raka pada kedua temannya.


"Tapi Ka-"

__ADS_1


"Gue bilang diam!, diam!" potong Raka.


"Tepat sesuai dugaan gue" ucap Yuda tak dapat menyembunyikan wajah bahagianya.


"Sekarang lo tinggal bilang kalo lo izinin Kaila pergi sama gue!"


"Maaf in gue Kai" Raka menajamkan matanya menaraik nafas dalam mengisi dadanya yang terasa sesak. "Gue izinin lo pergi sama Kaila!" ucap Yuda dengan sangat jelas.


"Gak gue gak akan pernah mau ketemu sama orang tua lo!" tolak Kaila kasar.


Mencengram tangan Kaila dengan kuat Yuda merasa marah saat gadis itu terus jual mahal. "Gue bilang pergi sama gue dan lo harus nurut!"


"Au...sakit" ringis Kaila pada pergelangan tangannya.


Melihat Kaila yang hampir menangis dengan cengkraman tangan Yuda, Raka melepaskan cengkraman tangan tersebut. "Jangan pernah lo bikin Kaila kesakitan!" mendorong tubuh Yuda kebelakang Raka menatap tangan Kaila yang meninggalkan bekas cengkraman tangan Yuda pada pergelangan tangan putihnya.


"Sakit?" tanya Raka lembut meniup-niup tangan tersebut, Kaila mengangguk pelan sebagai jawabannya.


"Cengeng banget jadi cewek!" sinis Yuda.


"Ka gue mau pulang" ucap Kaila menatap manik mata Raka memohon.


"Iyah kita pulang sekarang" jawab Raka menuntun tubuh Kaila ke arah mobil.


"Lo harus pergi sama gue nanti malam Kai! karena Raka udah kalah taruhan sama gue!" kaya Yuda berteriak.


Menghentikan langkahnya Kaila membalikan badan manatap wajah Yuda dan beralih menatap Raka yang membuang pandangannya. "Taruhan?"


Melihat Raka yang tak bisa menjawab Yuda dengan senang hati menjelaskan apa yang terjadi. "Iyah!, Raka udah kalah taruhan balapan sama gue pas dimalam lo masuk rumah sakit dan sebagai jaminannya lo harus kencan sama gue buat ketemu sama orang tua gue nanti malam!"


Kaila menggeleng kepalanya cepat ia yakin ini cuma akal-akalan Yuda saja, ia yakin Raka tidak akan membuatnya menjadi bahan taruhan seperti itu. Mengoyangkan lengan Raka yang hanya diam saja Kaila meminta penjelasan. "Yang di bilang Yuda gak bener kan Ka?, lo gak mungkin jadi in gue bahan taruhan kan?" cecer Kaila.


Raka hanya diam tak menjawab pertanyaan Kaila yang di dalamnya tersirat penuh kepercayaan kalo saja kenyatannya itu sudah ia hancurkan lebih dahulu. "Raka jawab gue!, lo gk mungkin lakuin hal gila ini kan!"


"Raka jawab pertanyaan gue!!" teriak Kaila saat Raka tak kunjung menjawab pertanyaannya.


"Maaf Kai" jawab Raka lirih.


Tubuh Kaila seketika terasa sangat lemas, tangannya meraih badan mobil sebagai penopang tubuhnya yang hampir saja kehilangan keseimbangan. Kaila menatap wajah Raka dengan tatapan penuh kekecewaan. "Ja-jadi lo jadi in gue bahan taruhan?, dan gue harus nanggung kekalahan lo?"


"Kenapa lo harus sejahat ini Ka?!" ucap Kaila terisak tangisannya.


Melihat Kaila yang merasa sangat kecewa dengan Raka, dan Raka yang tak berani menatap wajah Kaila membuat Yuda tersenyum senang. Membuka ransel miliknya Yuda mengeluarkan paper bag menyodorkannya ke arah kaila.


"Dres buat lo, pasti in lo dandan yang cantik malam ini, ok sayang?" ucap Yuda mengusap wajah putih Kaila.


Jijik dengan sentuhan laki-laki itu Kaila menepis tangannya dengan kasar. Air matanya kini sudah bercucuran dari kedua bola matanya dengan sangat deras ia pikir Raka beda dengan Yuda yang tak akan menyakiti hatinya apa lagi menghancurkan kepercayaannya dengan makhluk yang bernama laki-laki. Tapi kenapa lagi-lagi ia menjadi korban makhluk tak ada akhlak seperti ini.

__ADS_1


***


Jangan lupa Like, Komen, Vote, dan Beri Hadiah 🤗♥️.


__ADS_2