
"Happy Anniversary sayang" Ucap Yuda yang duduk berhadapan dengan Kaila di halaman belakang rumahnya yang sudah ia sulap menjadi sebuah tempat yang begitu romantis dengan lampu lampu warna warni yang menghiasi setiap sudut taman belakang rumahnya itu membuat kesan romantis begitu terasa.
Malam ini Kaila terlihat sangat anggun dengan dres warna hitam yang baru saja ia beli beberapa hari lalu dengan rambut yang di tata dengan sedemikian rupa semakin menambah kesan cantiknya.
Dengan tersipu malu Kaila juga membalas genggaman tangan Yuda, "Happy Anniversary too Yuda" kaila juga mengucapkan kalimat yang sama dengan suara yang begitu lembut.
"Gak kerasa udah dua tahun kita ngelewatin setiap harinya bersama" Yuda menatap manik indah milik Kaila.
"Iyah gak kerasa ya, waktu cepet banget berlalu"
"Dan aku harap kita selalu bersama seperti ini" lanjut Kaila membuat Yuda terkekeh sebelum akhirnya menganggukan kepalanya.
"Amin" kata Yuda mengamini perkara Kaila.
Sesaat keheningan menyapa keduanya Kaila yang sangat suka dengan dekorasi taman belakang rumah milik Yuda terus memperhatikan setiap sudutnya lampu yang berwarna warni dan bunga mawar dan bunga tulip kesukaannya tertata rapi di tempatnya membuat Kaila merasa beruntung memiliki Yuda.
"Aku punya sesuatu buat kamu" Ucap Yuda membuat Kaila beralih menatap apa yang akan Yuda berikan kepadanya.
Yuda mengeluarkan kota persegi panjang dari bawah meja yang ia pegang dengan tangan satunya lagi dan menyodorkannya ke arah Kaila. "Buat wanita tercantik malam ini" kata kaya Yuda berhasil menimbulkan rona merah di pipi Kaila.
Dengan tersenyum malu Kaila meraih kotak berwarna pink yang di hiasi pita berwarna coklat itu dari tangan Yuda, perlahan Kaila membuka tutup dari kotak tersebut Kaila refleks langsung menutup mulutnya saat terlihat kalung yang sangat cantik di dalam sana.
"I-ini buat aku?" tanya Kaila memastikan karena kalung itu sangat indah sekali.
Yuda bangun dari kursinya dan berjalan ke sisi samping Kaila dengan memegang pundak kekasihnya, "Iyah ini buat kamu sayang"
"Kamu suka?" tanya Yuda.
__ADS_1
Kaila menganggukan kepalanya dengan cepat, "Iyah aku suka banget"
"Makasih Yuda" Kaila langsung memeluk pinggang Yuda dari samping menghirup aroma maskulin dari tubuh Yuda.
"Sama sama sayang"
Yuda mengusap punggung Kaila dengan lembut, di longgarkan nya sedikit pelukan itu untuk melihat wajah Kaila, "Biar aku pasangin ya?"
"Iyah" jawab Kaila antusias.
Yuda meraih kalung yang ada di dalam kotak tersebut untuk ia pasangkan di leher putih milik Kaila, Kaila membawa ke samping semua rambut panjangnya saat Yuda sudah berdiri di belakangnya dengan tersenyum senang Kaila memegangi liontin kalung yang berbentuk hati yang ada di lehernya itu dengan perasaan yang berbunga bunga.
Yuda yang memasangkan kalung di leher Kaila sedikit menundukan tubuhnya, aroma stroberi tercium sangat kuat dari rambut milik Kaila membuat Yuda tanpa sadar mendekatkan wajahnya ke leher kaila untuk mencium aroma itu lebih dalam lagi, membuat kaila merasa geli saat hidung mancung milik Yuda bersentuhan dengan lehernya.
"Yud..." panggil Kaila membuat Yuda sadar akan perbuatannya.
"Aku juga punya sesuatu buat kamu" ucap Kaila memecah kecanggungan yang terjadi di antara keduanya.
"Apa?" tanya Yuda penasaran.
Kaila meraih paper bag yang ada di samping kursinya dan memberikannya kepada Yuda, "Semoga kamu suka" ucap Kaila saat Yuda sudah menerima paper bag darinya.
"Aku pasti akan suka sama apapun yang kamu kasih Kaila"
"Ya udah buru an di buka" ucap Kaila yang malah tidak sabar sendiri.
Yuda membuka paper bag tersebut mengeluarkan isinya dari dalam sana dan terlihat baju futsal dengan gabungan kedua nama mereka, "YudKai11" kata Yuda membaca tulisan di baju futsal yang kaila kasih kepadanya.
__ADS_1
"Iyah YudKai, kepanjangan dari Yuda Kaila, dan angka sebelasnya itu tanggal jadian kita" jelas Kaila membuat Yuda baru paham dengan tulisan itu.
"Aku pasti bakal pakai ini selalu saat latihan futsal nanti" Yuda mencium kaos pemberian Kaila dengan mata yang menatap mata Kaila membuat hati kaila seperti diterbangi oleh ribuan kupu kupu berwarna warni malam ini.
Yuda memasukan kembali kaos tersebut ke dalam paper bag dan beralih meraih hp nya menyalakan salah satu lagu romantis di aplikasi berwarna merah.
Yuda mengulurkan tangannya ke arah Kaila seperti para pangeran kerajaan, "Maukah Dinda berdansa dengan Kakanda malam inj?"
Kaila terkekeh geli saat melihat tingkah Yuda yang sedikit konyol apa lagi dengan panggil apa tadi? Dinda? Kakanda? oh, tuhan membuat Kaila ingin tertawa dengan sangat lepas saat ini, Kaila melihat tangan Yuda yang menunggu sambutan dari tangannya membuat Kaila langsung menyambut uluran tangan itu tidak membiarkan Yuda menunggu lebih lama lagi "Dengan senang hati pangeran" ucap Kaila mengganti nama panggilannya karena itu lebih baik dari sebelumnya.
Saat Kaila sudah menyambut uluran tangannya Yuda membawa kaila ketengah taman belakang rumahnya dengan melingkar pergelangan tangannya di pinggang ramping milik Kaila dengan Kaila yang meletakan kedua tangannya di bahu milik Yuda kanan,kiri,kanan,kiri begitulah langkah mereka dengan mengikuti alunan romantis dari hp Yuda dengan tatapan mata yang tidak pernah lepas satu sama lain.
"Aku harap kita bisa seperti ini selamanya Yud sampai kita menikah nanti" ucap Kaila mengulang perkataannya tadi tapi kali ini dengan penuh harapan.
"Pasti" jawab Yuda tanpa ada keraguan sedikitpun dengan menatap lekat wajah cantik milik Kaila.
Kaila tersenyum senang saat Yuda akan selalu bersamanya, perlahan keduanya mulai terbawa suasana Yuda mendekatkan wajahnya ke arah wajah Kaila mengikis jarak di antara mereka, kaila yang dapat merasakan hall itu mulai memejamkan matanya dengan gerakan kaki keduanya yang masih ke saja kemari.
Keduanya mulai terbawa suasana yang mereka ciptakan kecupan ringan tadi berubah menjadi hawa ***** yang perlahan muncul dari diri mereka masing masing, Yuda melepaskan tautan kedua bibir itu melihat wajah Kaila yang masih memejamkan matanya di kecup nya ringan pelupak mata itu secara bergantian dan perlahan Yuda mengendong tubuh Kaila membuat Kaila langsung melingkarkan tangannya di leher Yuda agar tidak jatuh.
Kaila menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik Yuda saat Yuda membawanya masuk ke dalam rumah lebih tepatnya ke kamar Yuda, di turunkan nya secara perlahan tubuh Kaila di atas ranjang miliknya tubuh mereka yang sangat dekat membuat Keduanya dapat merasakan deru nafas mereka masing masing yang mengenai wajahnya, tangan Yuda menyingkir beberapa anak rambut yang menghalangi wajah cantik milik Kaila ke belakang telinganya.
"Kami sangat cantik Kaila dan aku beruntung bisa mendapatkan kamu" ucap Yuda lekat bola mata hitam itu.
Kaila tersenyum dan mengangguk malu akan pujian yang Yuda berikan, kembali Yuda mendapatkan bibirnya di bibir merah milik Kaila mengecupnya dengan pelan dengan perlahan Yuda menarik resleting dres kaila menurunkannya secara perlahan.
Kesalahan satu malam saat itu yang seharusnya tidak mereka ulangi lagi, harus mereka ulangi lagi malam ini dengan rasa cinta dan sayang yang begitu kuat di tubuh Kaila membuat keduanya melakukan hall itu kembali lagi malam ini.
__ADS_1