Dua Garis Merah Di SMA

Dua Garis Merah Di SMA
Bandara


__ADS_3

"Ayah!" teriak Kaila saat melihat sosok yang sangat ia rindukan belakang ini, ya... dia adalah Deon Ayah dari Kaila dan juga Riko yang baru saja melakukan perjalanan bisnis ke luar kota.


Teriakan Kaila yang begitu kencang membuat beberapa orang yang lalu lalang di bandara menatap ke arahnya membuat Riko langsung menyenggol lengan adik perempuannya itu yang tidak tau tempat saat berteriak.


"Malu malu in" bisik Riko dengan nada malu saat beberapa orang menatap ke arahnya, sedangkan Kaila hanya memutar bola matanya malas saat Riko menegurnya.


"Ayah Kalila kangen" Kaila langsung memeluk Deon yang sudah datang di antara ketiganya.


"Ayah juga kangen, kamu gak nakal kan saat Ayah pergi?" tanya Deon melepaskan pelukannya agar bisa menatap wajah cantik putri sematang wayangnya. Kaila mengangukkan kepalanya tanda ia baik baik saja selama di tinggal Deon pergi ke luar kota.


Deon beralih menatap Rina yang berdiri di samping Riko, Rina merupakan Bunda dari Riko dan juga Kaila, merupakan seorang ibu rumah tangga yang selalu di buat pusing dengan tingkah kedua anaknya itu setiap hari eh...salah bukan setiap hari tapi setiap saat kalo keduanya sudah saling bertemu, selain menjadi ibu rumah tangga yang memiliki seribu satu profesi dalam satu orang Rina juga mengelola bisnis toko kue atas se izin suaminya.


"Bunda baik baik saja?"


"Bunda baik yah, ayah sendiri sehat?"


"Seperti yang Bunda lihat Ayah sangat sehat"


"Gimana yah perjalanannya lancar?" kini gantian Riko yang bertanya yang langsung memeluk tubuh gagah milik Deon.


"Sangat lancar" Deon menepuk pelan punggung putra semata wayangnya. "Gimana kuliah kamu?"


"Seperti biasa" jawab Raka yang di angguki oleh Deon.


"Ayah kaila laper" rengek Kaila.


"Putri Ayah lapar?" tanya Deon yang di angguki sangat lucu oleh Kaila membuat Riko, Rina, dan Deon terkekeh kecil melihat betapa lucunya wajah Kaila.

__ADS_1


"Ya sudah kita makan sekalian saja sebelum pulang" saran Deon yang di angguki ketiganya, karena memang mereka belum makan apapun saat perjalanan menjemput Deon.


Ke empatnya berjalan keluar dari area Bandara saat semua barang sudah di masukin ke dalam mobil dengan satpam bandara yang di pinta Deon untuk memasukan barang bawaannya.


Tapi sesaat langka mereka terhenti saat Dion menghentikan langkahnya secara tiba tiba. "Kenapa yah?" tanya Raka bingung.


"Kaki kamu kenapa sayang?" tanya Deon saat Kaila yang berjalan di sebelahnya sedikit pincang dengan memperhatikan kaki Kaila mencari apa yang menyebabkan Kaila berjalan seperti itu.


Kaila yang mendapatkan pertanyaan seperti itu di buat salah tingkah apa lagi Deon menundukan kepalanya menatap secara bergantian kedua kakinya. "Ka-kaila gak papa yah" jawan Kaila.


"Terus kenapa kamu jalan pincang seperti itu?"


"Itu tadi kaki Kaila keseleo jadi agak sedikitnya sakit" ujar Kaila menundukan kepalanya sedikit untuk mengusap kakinya yang sebenarnya tidak sedang sakit.


"Keselo? kapan?"


"Lain kali kalo jalan itu hati hati jangan asal jalan aja, mau ke dokter?" tawar Deon menatap kaki yang masih di usap kaila.


Kaila mengelengkan kepalanya dengan tersenyum kaku. "Gak usah yah nanti juga sembuh, lagian ini cuma keselo"


"Bener gak mau ke bawa ke dokter?" tanya Deon memastikan.


"Iyah yah gak usah"


"Ya sudah, tapi lain kali hati hati" ingat Deon kenapa Kaila membuat Kaila hanya bisa menganggukkan kepalanya dan ke empatnya langsung berjalan ke arah mobil yang sudah terparkir di parkiran Bandara.


***

__ADS_1


Kini Deon,Rana,Riko dan Kaila sudah sampai di rumah setelah mampir sebentar untuk mengisi perut mereka yang lapar saat di bandara, Kaila yang merupakan seorang anak perempuan yang sangat dekat dengan Deon selalu berceloteh dari keluar bandara menceritakan setiap hari harinya.


Sedangkan Riko yang mendengar kecerewetan Kaila yang tiada habisnya langsung memasang airphon miliknya, bagi Riko Kaila begitu ceret kalo sudah dengan Deon, Ratih yang melihat tingkah kedua anaknya hanya mengeleng gelengkan kepalanya.


"Ayah oleh oleh buat Kaila mana?" Kaila menumpuk kedua tangannya seperti anak kecil yang meminta permen kepada sang Ayah.


Deon mengacak ngacak rambut putri kesayangannya sebelum ia mengambil paper bag berwarna pink yang ada di sebelah kopernya. "Ini buat Kaila"


Dengan sangat antusias Kaila menerima paper bag tersebut mengeluarkan isi di dalamnya terlihat kotak bekal berwarna pink dengan gambar beruang yang sangat lucu yang satu set dengan bonekanya juga. "Aa...lucu" pupil mata kecil itu terlihat sangat menggemaskan saat melihat satu kotak bekal dengan satu boneka yang sama persis seperti yang ada di gambar.


"Kaila suka?" tanya Deon.


"Suka benget yah" jawan Kaila senang sebelum akhirnya ia kembali menatap kedua barang yang ada di tangannya lagi.


Setelah menyerahkan satu paper bag ke Kaila Deon mengambil dua paper bag di samping kopernya lagi. "Ini buat Riko, dan ini buat bunda" ucap Deon menyerahkan masing-masing paper bag tersebut.


"Bunda gak butuh oleh oleh yah, ayah sampai rumah dengan selamat aja bunda udah seneng banget" ujar Rina menerima paper bag dari tangan suaminya.


"Iyah yah, lain kali gak usah bawa oleh oleh" Imbuh Riko dengan menyenggol bahu Kaila membuat nya memanyunkan bibirnya.


"Gak papa lagian cuma hadiah kecil"


"Kalo gitu ayah mau ke kamar dulu udah gerah banget" Deon mengibas ngibaskan baju yang ia gunakan.


"Ayah mau Bunda siap in air buat mandi?" tawar Rina.


"Boleh Bun"

__ADS_1


Keduanya keduanya langsung naik ke lantai dua meninggalkan Kaila dan juga Riko yang lebih memilih duduk di ruang keluarga untuk menonton televisi dengan sejuta kejahilan yang mereka miliki satu sama lain untuk menjahili dan juga membalas kejahilan satu sama lain.


__ADS_2