
Plak....
Bunyi tamparan sangat keras terdengar sangat jelas di dalam mobil. Yuda memenangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan Kaila yang lumayan keras.
Melihat Yuda kesakitan pada pipinya Kaila langsung turun begitu saja dari dalam mobil berlari sekuat tenaga kemanapun, asalkan Yuda tidak bisa menangkapnya.
Melihat Kaila berlari keluar Yuda tak tinggal diam, menyusul Kaila yang lebih dahulu berlari dengan kencang, karena langkah kaki Yuda yang sangat lebar membuatnya dengan mudah bisa menangkap gadis itu.
"Mau lari kemana Kaila?" ucap Yuda dengan seringai di bibirnya.
"Gak!, gue gak mau Yuda! lepasin gue!" teriak Kaila berharap ada orang yang bisa mendengar suaranya.
"Teriak Kaila! Teriak!!!!" ucap Yuda yang ikut berteriak. "Sampai suara lo habis malam ini juga gak bakal ada satupun orang yang bakal nolongin lo!"
Menarik tubuh Kaila agar mendekat kearahnya Yuda dapat merasakan aroma rambut Kaila yang tidak pernah berubah dari dulu, mengulurkan tangannya membelai rambut,wajah dan turun ke bahu jenjangnya membuat Kaila menangis sejadi-jadinya berusaha melepaskan cengkraman tangan Yuda pada pergelangan tangannya yang ada tangannya terasa semakin sakit akan usahanya.
Krek....
"Aaaa" teriak Kaila histeris saat Yuda merobek kain baju dipundaknya. "Hiks...hiks... lepas in gue Yuda!" mohon Kaila ketakutan.
"Husttt,jangan nangis baby!" ucap Yuda menghapus jejek air mata Kaila. Menurunkan kecupan ringan pada pundak Kaila berlanjut pada leher putihnya.
Melihat Yuda semakin menggila dengan kelakukannya Kaila semakin dibuat ketakutan, kakinya terasa sangat lemas tubuhnya bergetar hebat, mencari keberadaan ponselnya Kaila baru sadar benda pipih itu masih berada di dalam mobil. "Raka tolong gue!!!"
Mendengar Kaila memanggil nama Raka Yuda terkekeh geli. "Mau Lo teriak nama Raka seribu kali pun suami yang lo bangga-banggain itu gak bakal datang!, karena jalan ini hanya orang-orang tertentu saja yang tau Kaila!"
"Lo salah Yuda!, Raka pasti bakal datang selamatkan gue dari pria brengsek kaya lo!"
"Dari pada lo teriak-teriak gak guna kaya gini lebih baik Lo menciptakan suara merdu yang bisa gue denger malam ini!" ucap Yuda berbisik tepat pada telinga Kaila.
Yuda yang terlalu fokus pada aroma tubuhnya menjadikan kesempatan untuk Kaila, mendorong kuat tubuh laki-laki itu kebelakang menginjak kaki Yuda dengan high heels miliknya Kaila berniat kabur.
"Au..." pikik Yuda mengangkat salah satu kakinya yang baru saja diinjak oleh Kaila. Mengetahui akan rencana gadis itu tangan Yuda satunya mencengkeram erat pergelangan tangannya. "Dasar wanita mur*han!" bentak Yuda kasar.
"Lo gak bakal bisa pergi dari gue Kaila!!!"
"Raka tolong gue, lo pasti datang kan?"
"Tolong lepasin gue!"
"Lo harus terima hukuman dari gue!, agar Lo tau sama siapa lo berurusan!"
Krek....
Yuda semakin memperlebar robekan pada baju Kaila membuat belahan dadanya semakin terlihat jelas.
__ADS_1
Dengan cepat Kaila menyilang kan tangannya pada dadanya. Tangisnya semakin pecah dan tanda-tanda Raka datang juga tidak ada sejak tadi, pikirannya mulai kalut sekarang apa malam itu akan ia ulangi lagi bersama Yuda?, apa Raka akan benar-benar menceraikannya setelah tahu ia berhubungan dengan Yuda lagi saat ia tengah resmi menjadi istrinya?.
Kaila memejamkan matanya berdoa kepada tuhan agar tak membuatnya menjadi bahan mainan untuk kesekian kalinya, setidaknya biarkan dia beruntung kali ini saja dan setelahnya ia tidak akan meminta apapun lagi doa Kaila.
Cukup lama Kaila memejamkan matanya sampai ia merasakan seseorang yang tengah memeluknya dengan sengat erat, mencium aroma tubuh orang tersebut secara dalam Kaila mulai tersenyum dengan mata terpejam.
"Raka?" panggil Kaila lirih ada nada bahagia didalam ucapannya
Pria tersebut mengangguk cepat saat namanya di panggil dengan lirih, "Iyah Kai ini gue, gue datang buat lo, maaf lagi-lagi gue telat"
"Lo gak telat Ka" jawabnya.
Melepas pelukannya Raka melihat Kaila yang masih memejamkan matanya dengan tangan menyilang di depan dada. Melepas jaket yang ia kenakan Raka memakaikannya pada tubuh mungil gadis itu.
"Buka mata lo Kai" pinta Raka mengusap pelan pelupuk matanya.
Kaila menggeleng pelan tak berniat membuka matanya.
Mendekatkan wajahnya Raka menatap lekat wajah tersebut. "Buka mata lo Kai" pinta Raka sekali lagi dengan lembut. "Jangan sembunyi di dalam sana terlalu lama" lanjutnya.
Membuka pelupuk matanya secara perlahan Kaila menatap wajah Raka tepat di hadapannya. "Raka?"
Raka tersenyum membalas ucapannya.
"Ikut gue!!" teriak orang banyak di belakang Raka.
Sedikit demi sedikit rasa takutnya mulai hilang tak kala ucapan sederhana tersebut terlontar dengan jelas. Menuntun Kaila kearah mobilnya Raka menurunkan sandaran kursi agar Kaila bisa istirahat saat mata lelahnya tergambar dengan jelas.
Melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang Raka tersenyum simpul saat Kaila tertidur dengan menggenggam tangannya.
***
Mengikuti mobil Yuda dari belakang Raka tak mungkin begitu saja membiarkan pria itu membawa istrinya. Melihat mobil Yuda berhenti di salah satu restoran berbintang Raka bernafas lega setidaknya Yuda benar-benar membawa Kaila restoran kali ini.
Melajukan mobilnya ke suatu tempat Raka disambut hangat oleh orang-orang yang ada di sana.
"Raka?" ucap mereka senang saat laki-laki itu turun dari dalam mobil.
"Tumben lo kesini?" tanya Rafly menyodorkan minuman bersoda yang baru saja ia ambil.
Meneguk minuman miliknya Raka menjawab pertanyaan itu. "Gue kebetulan lewat habis nganter Kaila"
Semua orang saling pandang dan tidak sedikit diantaranya menatap mobil Raka mencari keberadaan Kaila di dalamnya tapi gadis itu tak berada di sana. "Terus Kaila kemana?"
"Pergi sama Yuda"
__ADS_1
"Apa!!!" teriak semuanya kompak.
Melihat teman-temannya yang terlalu histeris Raka meneguk habis minuman ditangannya.
"Mending lo susul Kaila sekarang!" ucap Rizky meraih kunci mobil Raka di atas meja.
"Kenapa kali ini lo bego benget sih Ka?, lo tau siapa Yuda bahkan kelakuannya kaya gimana dan bisa-bisanya lo ninggalin Kaila sama manusia bajingan kata gitu!" marah Rafly mengguyur rambut gondrongnya kebelakang.
Diam sejenak Raka melihat jam di layar ponselnya. "Jam sepuluh" batinnya.
Kalo Yuda benar-benar ingin mengajak Kaila makan bersama kenapa harus selarut ini?, apa orangtuanya tidak marah?, apa Kaila dulu terbiasa makan malam bersama keluarga Yuda selarut ini?, Dan baru Raka sadari dress yang digunakan Kaila tadi sangat tipis tanpa lengan.
"Sialan!" umpat Raka meraih kunci mobilnya pada tangan Rafly meninggalkan tempat tongkrongannya.
Jarak yang lumayan jauh membuat Raka harus mengendarai mobilnya sedikit kencang.
Turun dari dalam mobil Raka mencari keberadaan Kaila dan Yuda dari sudut ke sudut, tak kunjung menemukan keberadaan wanita yang ia cari Raka menanyakan kepada pelayan restoran dengan menunjukan foto Kaila yang ia ambil secara diam-diam ditaman bunga hari itu.
"Ohh nona ini, tadi baru saja pergi sama kekasihnya kelihatannya buru-buru banget" jelas pelayanan cafe tersebut.
Mengucapkan terimakasih Raka kembali kedalam mobil melajukannya kejalan yang tadi di gunakan Yuda. Di sepanjang perjalanan Raka tak menemukan tanda-tanda mobil Yuda dari kejauhan kalo Yuda baru saja pergi pasti ia dapat melihat keberadaannya.
Menepikan mobil dipinggir jalan Raka menghubungi Rizky agar membantunya menemukan kebaradaan Kaila di jalan sepanjang restoran. Sementara itu Raka akan mencari keberadaannya ke arah lain.
Hampir satu jam Raka mengendari mobilnya di sepanjang jalan dan tanda-tanda mobil Yuda juga tak kunjung ia temui.
Deret...deret...
"Ka gue nemuin Kaila sama Yuda di jalan xxx, buruan ke kesini"
"Share look lokasinya"
Ting...
Melihat titik kebaradaan Kaila tidak jauh dari dirinya sekarang Raka memotong jalan agar cepat sampai dititik tersebut.
Keluar dari dalam mobil bola matanya memanas tak kala Yuda yang mencoba mencium Kaila, sedangkan penampilan gadis itu sudah sangat berantakan.
Berlari kearah keduanya Raka mendorong kuat tubuh Yuda tergelatak jatuh diatas tanah, memukulinya dengan membabi buta.
Rafly,Rizky dan yang lainnya baru saja datang mendapati Raka yang tengah memukuli Yuda tanpa memberikan laki-laki itu celah sedikitpun.
"Ka cukup!" Rafly menarik paksa tubuh Raka dari atas tubuh Yuda. "Mending lo nenangin Kaila, biar Yuda urusan kita"
Berbalik badan Raka mendapati gadis itu masih memejamkan matanya dengan erat, berlari kerahnya Raka langsung memeluk tubuh itu erat.
__ADS_1
***
Jangan lupa Like, Vote, Komen, dan Beri Hadiah 🤗♥️