Dua Garis Merah Di SMA

Dua Garis Merah Di SMA
Guru Les


__ADS_3

"Panas banget" beruang kali mengibaskan buku dihadapan wajahnya.


Jam istirahat yang tengah berlangsung membuat Kaila memilih tetap berada dikelas seorang diri.


"Tumben Raka gak kesini" guman Kaila menatap datar pintu kelasnya.


Baru saja ia mengharapkan Raka agar datang kelasnya malah Yuda datang dengan kotak bekal ditangannya menghampiri Kaila yang memutar bola matanya malas.


"Lo belum makan kan Kai?, nih gue bawain makanan buat lo dan anak kita"


"Makasih tapi gue gak lapar" tolak Kaila menyodorkan kembali kotak bekal dihadapannya.


"Ayo dong dimakan, gue udah delivery khusus buat lo, makan ya" bujuk Yuda sekali lagi.


"Udah gue bilang gue gak mau Yuda!, kenapa sih maksa banget jadi orang!" kesal Kaila.


Berulang kali Kaila celingak-celinguk berharap Raka masuk membawakan makanan untuknya yang tengah kelaparan karena bekalnya sudah habis saat jam istirahat pertama tadi.


"Kai" panggil Yuda merasa dicueki oleh Kaila yang pasti tengah menunggu kedatangan Raka.


"Mending lo pergi deh Yud!, gue risih dekat lo!" usir Kaila.


"Gue mau kita balik kaya dulu Kai" ucap Yuda tak menghiraukan usiran Kaila. "Kita balik kaya dulu ya Kai jalan bareng,nonton bareng, menghabiskan weekend bareng dan gue mau hidup dengan lo sama anak gue" lanjut Yuda.


Mendengar ucapan Yuda yang selalu membahas hal itu dan itu lagi Kaila mengusap telinganya kasar. "Telinga gue panas tau gak dengar omong kosong lo!"


"Gue serius Kai"


Kaila menatap Yuda yang duduk disampingnya dengan jijik. "Sekarang gue tanya sama lo, kalo seandainya Suci selingkuhin lo dan lebih milik laki-laki lain, apa lo bakal nerima dia kembali saat dia udah menyesal nantinya?"


Yuda menggeleng cepat. "Tentu gue gak mau balikan dengan orang yang udah menduakan gue!" tegas Yuda.


"Tepat sekali!" jawab Kaila cepat mendengar jawaban Yuda. "Itu sama halnya dengan gue yang gak mau balikan dengan laki-laki yang udah nelantarin pacarnya yang tengah mengandung darah dagingnya sendiri!"


"Bu-bukan itu-"


"Bukan,bukan apa?!" potong Kaila. "Lo itu manusia da'jal yang pernah gue temuin!. Dihadapan orang lain lo hina gue gara-gara badan gue melebar!, dan saat lo sama gue Lo ngemis-ngemis minta balikan apa lo masih waras dengan semua yang udah lo lakuin?!"


"Gue lakuin itu agar lo jauh dari Raka dan kembali sama gue Kai!, gue benar-benar dibuat gila setelah kehilangan lo!"


"Bacot lo, emang dari lahirnya aja lo udah gila!. Mau dengan cara apapun lo misahin gue dengan Raka gak bakalan bisa karena apa?" Kaila menjeda ucapannya membuat Yuda semakin penasaran.


"Karena gue udah jatuh cinta sama Raka!" lanjut Kaila memperpelan ucapannya agar Yuda mendengarnya dengan jelas.

__ADS_1


Beberapa saat hening menyapa keduanya sampai Yuda meralat ucapan Kaila. "Lo gak boleh jatuh cinta sama Raka Kai!, gak boleh!"


"Terus lo suruh gue jatuh cinta dengan laki-laki setengah normal kaya lo?!. Hanya perempuan bodoh yang jatuh cinta dengan Lo Yuda!"


"Lo hanya milik gue Kai, milik gue!. Dan Raka!, dia bukan saingan gue untuk dapat in lo kembali!"


Kaila terkekeh mendengar ucapan Yuda yang semakin melantur kemana-mana. "Terus lah bermimpi Yuda!, karena mimpi lo gak akan pernah satupun menjadi nyata!"


"Karena gue sama Raka akan keluar kota yang sangat jauh!" lanjut Kaila.


"Brengsek!!!!" Yuda menepis kotak makanan yang tadi ia beli buat Kaila jatuh keatas lantai membuat isinya berhamburan kemana-mana. "Setelah anak itu lahir gue pastikan akan gue ambil alih!"


"Apa lo pikir gue bakal selemah itu untuk melindungi anak gue dari ayah psikopat kaya lo?!. Mending lo pergi dari sini!" usir Kaila.


Brak...


Suara meja begitu melengking saat Yuda memukulnya dengan sangat kuat.


Kaila menghela nafas panjang melihat sifat tempramen Yuda.


***


"Kai" panggil Raka mengetuk pintu kamar mandi.


Berapa saat Kaila keluar dari dalam menatap Raka yang tengah menunggunya didepan pintu.


"Ada apa?" tanya Kaila.


"Guru les nya udah datang. Turun sekarang yuk" ajak Raka.


Setelah mendapatkan jadwal ujian kelulusan dari pihak sekolah saat itu juga Raka memutuskan untuk mengundang bimbel private datang kerumahnya. Awalnya Kaila marah mendengar ide gila Raka tapi saat Raka berkata sudah memastikan orang itu tidak akan membocorkan rahasianya Kaila mulai mengikuti bimbel tersebut dengan sedikit paksaan dari Raka.


"Ayok" mengambil buku diatas meja belajarnya Raka dan Kaila turun kelaintai satu.


"Malam Kaila, Raka" sapa seorang wanita bernama Wawa-sarjana pendidikan.


"Malam kak" jawab Kaila duduk disamping Naswa.


Memulai bimbelnya Naswa memberikan soal-soal pada Raka dan Kaila sebagai bahan untuk kelulusan yang akan mereka hadapi dua minggu lagi.


"Rencananya kalian mau ambil fakultas apa?" tanya Naswa mengoreksi soal yang telah Raka dan Kaila jawab.


"Rencananya Raka akan mengambil menejemen bisnis, dan aku akan mengambil jurusan desainer" jawab Kaila disela-sela membaca buku paketnya.

__ADS_1


Naswa beralih menatap Kaila dan Raka yang tengah sibuk dengan bukunya masing-masing. "Kalian hebat sekali memiliki tujuan untuk sukses bersama"


Kaila juga ikut menoleh kearah Naswa yang tengah menatapnya kagum. "Kakak juga hebat bisa menjadi sarjana saat kondisi ekonomi kakak yang tidak mendukung" ucap Kaila.


Tahu sedikit kehidupan Naswa dari Raka, Kaila semakin termotivasi pada wanita berumur dua puluh dua tahun itu yang bisa kuliah dengan bantuan beasiswa.


"Kamu bisa saja" jawab Naswa tersipu malu.


Kaila menggeleng kecil melihat sikap Naswa yang gampang sekali tersipu malu.


"Auuuu" ringis Kaila mengusap perutnya.


Mendengar rintihan Kaila Raka menoleh cepat kearahnya yang tengah mengusap perut. "Kamu kenapa?" tanya Raka khawatir.


"Aku gak papa, hanya saja dia menendang dengan keras" jawab Kaila menyandarkan punggungnya kebadan sofa.


Raka bernafas lega mendengar jawaban Kaila. Sesaat Raka menepuk jidatnya karena telah melupakan sesuatu.


"Kamu kenapa?"


"Aku lupa kalo bulan ini kita belum melakukan USG"


"Sudahlah tidak apa, yang penting dia baik-baik saja didalam sana"


"Tidak bisa seperti itu. Aku ingin memberikannya yang terbaik, dan aku ingin melihat bagaimana dia dengan aktifnya didalam sini" ucap Raka ikut mengusap perut Kaila.


Naswa yang melihat adegan romantis seperti itu mengigit ujung kukunya. "Apa kalian tidak kasian dengan ku yang jomblo ini?"


Raka dan Kaila menatap kearah Naswa yang nampak sangat memelas akibat sikap Raka.


"Sabar kak, siapa tau habis dari sini dapat jodoh" goda Kaila.


"Amin paling serius" jawab Wawa.


***


Aku minta maaf buat kalian yang udah baca bab 50 kemarin, seharusnya isi bab itu buat sekitar bab 52/53 keatas tapi malah aku up di bab 50😭😭😭.


Malu dan takut kalo kalian kecewa karena sikap aku yang sangat" tidak ramah bintang 10😭.


Yang heran kenapa aku bisa seteledor ini karena kemarin aku gk kepikiran kalo masih ada scandal yang harus diselesaikan sebelum Raka sama Kaila pergi keluar kota.


Buat yang kesel atau marah aku maklum in karena memang ini benar-benar salah aku yang udah teledor banget jadi authornya😭.

__ADS_1


__ADS_2