Dua Garis Merah Di SMA

Dua Garis Merah Di SMA
Gak Mungkin Salah Lihat


__ADS_3

"Iyah cepet an"


Kaila yang penasaran perlahan membalikan badannya ke arah belakang bersamaan dengan itu pelayanan restoran tengah membersihkan meja yang berada di belakang Kaila.


Rara yang melihat itu berdecak kesal, "Mbak bisa cepet an dikit gak?"


"Ada apa sih Ra? orang gak ada apa apa juga" Kaila di buat bingung dengan sifat sahabatnya itu.


"Bawel deh, gue yakin kalo lo lihat lo bakal langsung marah" Rara yang kesal sendiri meminta pegawai tersebut agar cepat sedikit menyelesain pekerjaannya.


Setelah pegawai tersebut pergi Rara membulatkan matanya dengan mengedarkan pandangannya ke segala arah saat ia tidak melihat seseorang yang membuat darah rendahnya menjadi darah tinggi.


"Tuh lihat! gak ada apa apa?" ucap Kaila saat tidak melihat seorang pun di belakangnya.


"Tadi gue lihat dia di sana!" tunjuk Rara di tempat yang letaknya di pojok restoran tersebut.


"Gak ada siapa siapa Rara...."


"Lagian lo lihat siapa? bapak lo?" Kaila memutar bola matanya jenuh.


"Bukan, tadi gue lihat Yuda di sana" ucapan serius itu membuat Kaila mengerutkan keningnya.


"Yuda?" tanya Kaila memastikan.


"Iyah Yuda pacar lo, tadi gue lihat dia duduk di pojok sana sama cewek"


"Cewek?"


Rara mengangukkan kepalanya dengan cepat ia sangat yakin kalo yang ia lihat tadi itu benar benar Yuda yang duduk bersama seorang perempuan tapi sayang wajahnya tidak terlihat karena posisi duduknya yang membelakangi dirinya tapi ia lihat dengan jelas Yuda sangat akrab dengan perempuan itu bahkan Rata juga melihat Yuda menyuapi perempuan itu.


Sesaat kaila terdiam saat Rara mengatakan Yuda berada di restoran yang sama dengannya, "Kalo Yuda beneran ada di sini kenapa dia gak nyamperin aku?"

__ADS_1


"Apa Iyah Yuda ke sini sama perempuan?"pikiran negatif pun mulai bermunculan di otak Kaila.


"Iyah cantik hati hati, sebenarnya juga aku gak bisa pulang bareng kamu hari ini karena aku mau latihan futsal"


Pesan yang Yuda di kirim beberapa saat lalu membuat Kaila yakin kalo Yuda gak akan berani berbohong dengannya karena selama ini juga Yuda tidak pernah menyembunyikan sesuatu apa lagi berbohong darinya.


"Gak mungkin Yuda ada di sini, Yuda itu pasti sekarang ada di lapangan futsal" ucap Kaila melanjutkan memakan es krim di tangannya.


"Tapi gue yakin banget kalo itu Yuda Kai, wajahnya aja sama persis kok" kata Rara yang masih sangat yakin bahwa itu Yuda dan tidak mungkin ia salah lihat.


"Gue percaya sama Yuda kalo dia sekarang lagi latihan futsal, dan gak mungkin Yuda ke sini sama perempuan karena Yuda itu orangnya setia!" tegas Kaila yang langsung berdiri dari kursinya.


"Udah yuk pulang" ajak Kaila meraih tangan Rara.


"Tapi itu tadi beneran Yuda Kai" Rara masih sama meyakinkan Kaila akan orang yang mirip dengan Yuda dan Rara yakin kalo itu beneran Yuda.


"Udah ya, sekarang kita pulang"


"Lo harus percaya sama gue"


Di luar Mall Rara masih saja meyakinkan bahwa laki laki tadi beneran Yuda tapi kaila berusaha menutup telinga dan hatinya dengan ucapan yang tidak ia lihat dengan kedua mata kepalanya sendiri, walau sedikit ia merasakan ragu di dalam hatinya, sampai taksi yang Kaila pesan datang dan mengantarkan keduanya pulang.


***


Di satu sisi seorang laki laki baru saja menghentikan motornya di sebuah rumah, menurunkan satu cewek yang duduk di jok belakang motornya, menyerahkan hlem yang ia gunakan tadi dengan tersenyum sangat manis.


"Makasih udah mau antara sampai rumah"


"Sama sama, lain kali kamu mau kan jalan lagi sama aku?"


Wanita itu diam sejenak tidak menjawab pertanyaan laki laki tersebut. "Apa kak Kaila gak akan marah kalo Kak Yuda deket sama aku?" tanya cewek tersebut yang ternyata adik kelas Yuda yang bernama Suci.

__ADS_1


Suci tau Yuda merupakan kekasih dari seorang Kaila Sanjaya yang terkenal di sekolah kerena Kaila sempat memenangkan olimpiade matematika tingkat provinsi, parasnya yang cantik juga membuat Kaila sering di juluki ratu XII MIPA tiga, tapi siapa yang tidak suka dengan Yuda? seorang ketua tim futsal dan mempunyai paras yang tampan dan sangat cool itu membuat siswi siswi saling berlomba untuk mendapatkannya, begitu juga dengan Suci saat Yuda diam diam mengirimkan Dm melalui akun Instagram kedua miliknya ia tidak akan menyangka kalo Yuda berani senekat itu walau sampai sekarang Yuda belum menyatakan perasaannya tapi bagi Suci ini adalah kesempatan emas yang tidak akan datang dua kali untuk dekat dengan Yuda.


Sesaat Yuda juga ikut terdiam saat nama Kaila di sebut oleh Suci, tapi bagi Yuda sekarang selama Kaila tidak tau tentang hall ini itu tidakk masalah dan kalo suatu saat Kaila mengetahui hall ini baru ia akan pikirkan bagaimana cara menjelaskannya, "Dia gak akan marah kalo di antara kita gk ada yang membocorkan nya" ucap Yuda dengan tersenyum sangat manis.


Suci terpaku dengan senyuman manis yang semakin menyempurnakan ketampanan Yuda itu membuat otak Suci oleng untuk dan menganggukan kepalanya, "Ii-iyah suci janji gak bakal bilang sama siapa siapa" jawabannya dengan terbata bata karna salting sendiri.


Yuda mengangguk paham, "Kalo gitu aku pulang dulu" Yuda kembali ingin mengenakan helm miliknya tapi dengan cepat suci menahan tangannya.


"Suci boleh tanya sesuatu sama kakak?" tanya Suci ragu ragu.


"Apa?"


"Em...emmm...Aa-apa kak Yuda suka sama Suci?" pertanyaan penuh hati hati itu keluar dari mulut Suci dengan sorot mata yang penuh harap dengan laki laki di hadapannya saat ini.


Kali ini Yuda tersenyum kecut saat mendapatkan pertanyaan itu, bagaimana bisa ia mencintai Suci kalo nama Kaila saja masih tersemat dengan sempurna di hatinya, "Maaf" Yuda mengucapkan kata maaf sebelum melanjutkan ucapannya.


"Tapi di sini masih ada nama Kaila" lanjut Yuda dengan menunjuk dadanya.


Hati Suci terasa sangat sakit untuk sesaat tapi dengan cepat ia bisa menetralkan itu, toh dekat dengan Yuda tidak semua wanita bisa dan dia merupakan salah satu wanita yang bisa dekat dengan Yuda walau Yuda sendiri tidak memiliki perasaan apapun untuk dirinya tapi entah kenapa Suci yakin kalo Yuda suatu saat nanti juga bisa mencintai dirinya.


"Maaf" sekali lagi Yuda mengucapkan kata maaf.


Suci membalas kata maaf itu dengan senyumannya, "Gak papa kak santai aja lagian Suci cuma nanya sama kakak"


Yuda tersenyum lega setidaknya Suci tidak akan sakit hati dengan ucapannya tadi, "Buruan masuk gih udah malam"


"Kakak pergi duluan aja baru Suci masuk"


"Bener?" tanya Yuda memastikan dan mendapatkan anggukan dari Suci.


Yuda yang mendapatkan anggukan dari suci langsung memakai kembali helm miliknya menyalakan mesin motornya dan melajukannya meninggalkan halaman rumah Suci, Suci melihat kepergian Yuda sampai hilang dari pandangan matanya tersenyum senang karena hari ini hari pertama Yuda mengajaknya jalan walau Yuda tidak memiliki perasaan apapun kepadanya tapi bagi Suci itu sangat membahagiakan suci melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dengan senyuman yang tidak surut dari wajahnya.

__ADS_1


***


Jangan lupa Like, Vote dan Komennya 😘


__ADS_2