
Dret...dret...dret...
Mendengar nada ponselnya berbunyi Raka melonggarkan sedikit pelukannya pada Kaila secara perlahan menempelkan benda pipih tersebut ke telinganya Raka mendengar setiap ucapan seseorang dari sebrang sana.
"Lo jadi kesini kan?"
"sepuluh menit lagi gue datang" ucap Raka pelan dengan tangan yang terus mengusap rambut Kaila lembut.
Mematikan sambungan telefonnya Raka menatap wajah nyenyak Kaila yang tengah tertidur dalam pelukannya. "Gue pergi sebentar ya Kai, gue janji gue bakal cepat kembali" memindahkan kepala Kaila secara hati-hati dari lengannya ke bantal Raka turun dari atas ranjang dengan sangat perlahan.
Berjalan keluar kamar Raka sudah di sambut seseorang yang menemaninya sejak tadi. "Anda mau pergi tuan?"
"Iyah, dan saya ingin anda menjaga Kaila selama saya pergi sebentar" ucap Raka membenarkan posisi jaketnya.
Mengangguk patuh orang tersebut menyodorkan kunci motornya. Menerima uluran kunci tersebut Raka tersenyum seneng. "Anda selalu peka untuk apa yang saya butuhkan tuan Davit"
Mendengar pujian tersebut Davit menyunging kan senyumannya. Davit merupakan teman almarhum sang ayah yang di berikan amanat oleh sang ayah untuk membimbingnya sampai siap mengambil alih semua perusahaan.
"Apa keadaan nona Kaila baik-baik saja?" Davit yang tahu Raka sudah menikah dengan seorang gadis yang hamil anaknya sempat tidak mempercayai akan hal tersebut karena yang ia tahu selama ini Raka susah sekali bergaul bahkan dekat dengan seorang gadis pun ia tidak pernah mendengar kabar akan hal itu.
"Badannya masih panas dan tadi juga sudah minum obat, semoga setelah itu suhu badannya turun" ucap Raka penuh harap.
"Amin"
"Kalo gitu saya pergi dulu mungkin jam sebelas baru pulang" ucap Raka melihat jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukan pukul sembilan malam.
Davit menepuk pundak Raka yang masih menyempatkan melihat Kaila melalui kaca pintu. "Jangan khawatir Kaila akan baik-baik saja disini"
Mengangguk percaya Raka melangkah pergi menuju suatu tempat yang sudah ia janjikan beberapa saat lalu. Mematikan mesin motornya Raka turun dari atas motor dengan membuka helemnya.
"Akhirnya lo datang juga" sambut teman Raka, saat melihat ketua mereka telah tiba.
"Dimana dia?!" tanya Raka dingin.
"Lo cari gue?" meluruskan pandangannya Raka menatap Yuda yang tengah berjalan mendekat kearahnya bersama teman-temannya.
"Cepet apa yang ingin lo omongin karena gue gak punya banyak watu buat pria brengsek kaya lo!" ucap Raka tanpa basa-basi.
Beberapa saat lalu setelah mendapatkan kabar mengenai keadaan Kaila ponsel Raka bergetar di dalam saku celana membuatnya berjalan sedikit menjauh untuk mengangkat panggilan dari nomor yang tidak kenal.
"Nanti malam tepat pukul sembilan kita ketemuan di jalan X!"
__ADS_1
"Siapa lo!"
"Nanti lo juga bakal tau siapa gue"
"Gue gak punya waktu buat ngurusin orang gak penting kaya lo!"
"Terserah tapi jangan salahkan gue kalo berita lo udah nikah sama kaila bakal tersebar besok"
Mendapatkan ancaman seperti itu Raka mengepalkan tangannya dengan kuat, tanpa bertanya siapa namanya ia yakin ini pasti perbuatan Yuda mengingat laki-laki itu masih mencari bukti sekecil apapun tentang hubungannya dengan Kaila.
"Jangan buru-buru kawan, sebaliknya lo lihat dulu Video di dalam sini sebelum Video ini akan menjadi trending topik besok" mengarahkan layar ponselnya ke arah Raka video tersebut menampilkan pembicaraannya dengan dokter Rizal tadi sore didepan UGD dan di dalam video itu dengan sangat jelas sirinya menagatakan bahwa ialah suami dari Kaila.
"Lo suami Kaila Ka?" tanya teman-teman Yuda secara bergantian saat baru saja mendapatkan info tersebut.
Melihat Raka yang ingin merampas ponselnya Yuda segara memasukan kembali benda pipih tersebut kedalam kantong celana.
"Brengsek!,bawa sini tu hp!"
"Gak semudah itu Raka"
"Lo bener-bener laki-laki brengsek Yuda!, setelah Kaila lo manfaat in sekarang gantian Suci yang lo manfaat in buat kepentingan lo sendiri!" Raka yang selama ini tau Yuda selalu memanfaatkan wanita hanya untuk kepentingan pribadinya sendiri ia yakin kali ini juga pria brengsek itu memanfaatkan Suci sebagai alatnya.
"Itu bukan memanfaatkan tapi itu kepintaran!" ralat Yuda.
"Kakak mau minta apa?" tanya suci senang saat Yuda meminta bantuannya dan ia yakin pasti pria itu akan semakin cinta dengannya setelah ia menuruti apa yang Yuda inginkan.
"Hanya satu tidak banyak"
"Katakan kak, jangan sungkan" meski Yuda belum menyatakan perasaannya sampai sekarang kepadanya Suci akan pernah menyerah apapun untuk mendapatkan hati laki-laki yang ia cintai itu.
"Siksa Kaila besok!"
"Apa!" suci terperanjat kaget mendengar hal tersebut yang menjadi permintaan Yuda. "Kak Kaila mantan kak Yuda?" Yuda mengangguk meraih tangan suci di atas meja ia menggenggamnya dengan lembut.
"Kamu bisakan?"
"Ta-tapi kak-"
"Kakak sayang banget sama kamu, kalo kamu mau lakuin hal itu untuk kakak, kakak janji bakal selalu ada buat kamu"
Suci tak langsung menjawab pertanyaan tersebut, ia mungkin saja bisa menyiksa Kaila tapi bagaimana kalo ada orang lain yang lihat bisa-bisa ia mendapatkan sangsi dari sekolah bahkan ia bisa di keluarkan saat itu juga.
__ADS_1
"Kamu mau kan?" tanya Yuda saat Suci hanya diam saja.
"Su-suci bakal usaha kak" jawabnya sedikit ragu.
Mendengar elakkan dari laki-laki tersebut rasanya Raka ingin mendaratkan bogem mentah pada wajah tampannya itu agar babak belur saat ini juga.
"Lo iblis Yuda!, Kaila lagi hamil anak lo dan lo malah buat dia sekarang terbaring lemah di atas brankar rumah sakit!" semua orang mendengar penuturan Raka hanya saling memandang kedua manusia itu secara bergantian.
Mendengar Raka mengatakan anak yang ada di dalam kandungan Kaila adalah anaknya, Yuda menatap wajah sinis Raka. "Kalo bener itu anak gue kenapa lo yang tanggung jawab?, atau jangan-jangan lo yang udah nidurin dia selama ini"
Bugh...
"Raka, Raka cukup" cegah teman-teman saat Raka dengan tiba-tiba memberikan bogem mentah ke wajah Yuda.
"Lo yang udah hamilin dia, lo yang mau gugurin tuh anak, lo yang mau bikin tuh anak mati hari ini dan lo juga yang nuduh orang seenak lo!"
Mengusap cairan berwarna merah dari sudut bibirnya bibir Yuda tertarik membentuk sebuah senyuman. "Kenapa lo harus marah-marah kaya gitu kalo bukan lo yang bikin dia hamil?"
"Brengsek!" ingin memberikan lagi bogem mentah pada wajah sombong tersebut tubuhnya lebih dahulu dipegang oleh teman-temannya.
Melihat Raka yang terus memberontak ingin menghajarnya, Yuda melangkah mendekat kearah Raka yang masih di tahan oleh teman-temannya. "Gimana kalo kita taruhan"
Mendengar kata taruhan dari laki-laki tersebut Raka yakini ini sebuah jebakan lagi yang direncanakan pria itu dengan membawa-bawa Kaila ke dalamnya.
"Kita balapan malam ini dan kalo gue menang Kaila kencan sama gue buat ketemu sama orang tua gue dua hari lagi tanpa ada larangan dari lo. gimana?"
"Jangan mimpi!, karena sampai kapan pun gue gak akan pernah biarin lo bawa-bawa Kaila kedalam hidup bajingan lo itu!"
Mendengar hal tersebut Yuda merogoh saku celana mengotak ngatik benda pipih tersebut sebentar Yuda kembali mengarahkan layar ponselnya kehadapan Raka yang menunjukan akun Instagram sekolahnya. "Kalo lo gak mau gue bakal post Video ini sekarang juga!"
Laki-laki dihadapannya itu benar-benar menguras emosinya malam ini, melepaskan cengkraman teman-teman Raka mendorong tubuh Yuda dengan kasar. "Lo laki-laki paling banci di dunia ini Yuda!"
"Terserah lo mau bilang apa tentang gue, karena kalo o gak nerima tantangan gue nih berita bakal kesebar lebih cepat dari prediksi gue" ancam Yuda yang bersiap memencet tombol publis
"Gue gak tau apa alasan lo nikahin Kaila Ka, tapi gue yakin lo punya alasan yang gak seharusnya kita tau karena gue percaya lo orang baik" ucap Rafly teman Raka, Rafly yang merupakan seorang murid yang hampir di DO oleh pihak sekolah karena tidak mampu membayar uang SPP setiap bulannya menjadi saksi kebaikan Raka yang telah dengan tulus membayar SPP nya sampai lulus nanti dan juga Raka memberikan uang setiap bulannya kepada sang mama untuk mengisi bahan-bahan makanan di rumahnya.
"Terima aja Ka tantangan Yuda gue yakin lo pasti bisa menanangin nih balapan" imbuh Rizky. Rizky yang sama seperti Rafly terlahir dari keluarga yang tak mampu membuatnya menjadi anak yatim sejak ia masih kecil membuat Rizky hidup berdua dengan sang mama yang selalu sakit-sakitan dan dengan kebaikan Raka, laki-laki itu yang membiayai semua pengobatan sang mama sampai sembuh seperti sedia kala.
Menimbang-nimbang ucapan kedua temannya Raka menerima taruhan Yuda. "Ok gue terima tantangan lo! tapi gue gak mau balapan liar! tunggu setengah jam biar orang suruhan gue menjamin nih balapan aman tanpa ada kecurangan di dalamnya!" tegas Raka yang tak ingin mengambil resiko saat balapan ini di selenggarakan.
****
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen, Vote dan Beri Hadiah 🤗♥️