Dua Garis Merah Di SMA

Dua Garis Merah Di SMA
Gue Harus Percaya Sama siapa?


__ADS_3

Seperti hari hari kemarin Kaila kembali di antar oleh Riko sampai depan gerbang sekolahnya, karena belakang ini Yuda tidak bisa menjemput dirinya karena selalu ada saja alasan buat Yuda untuk tidak menjemputnya, tapi Kaila tidak ingin memperpanjang masalah dan berprasangka buruk kepada Yuda yang sudah jarang menjemputnya toh masih ada kak Riko yang masih bisa mengantar jemputnya walau sedikit telat.


Kaila sampai sekolah lebih awal dari biasanya karena Riko yang ada urusan organisasi di pagi hari membuatnya juga membawa Kaila berangkat pagi dan alhasil Kaila sampai di sekolah lebih pagi dan terlihat baru tukang kebun yang membersihkan halaman sekolah yang kotor karena dedaunan kering yang berjatuhan.


Kaila mendudukan tubuhnya di kursi kelasnya suasana kelas yang masih sepi membuat Kaila memilih memainkan ponsel miliknya sampai satu persatu murit mulai berdatangan, suasana yang tadinya sepi sekarang mulai agak riuh karena suara teriakan murit murit.


"Kaila....!!"Suara yang sangat kencang itu terdengar dari luar kelas membuat seisi kelas menatap ke keluar jendela kelas.


Kalo yang lain pada penasaran dengan apa yang terjadi beda halnya dengan Kaila yang memutar bola matanya malas karena ia sudah hafal siapa pemilik suara cempreng itu.


"Kaila....kaila...." masih dengan suara hebohnya Rara masuk ke dalam kelas dengan ngos-ngosan menghampiri Kaila yang santai santai saja di mejanya.


"Kaila...tadi di persimpangan gue lihat..." jeda Rara karena nafasnya yang ngos-ngosan.


Kaila menatap aneh sahabatnya itu, "Tarik nafas" ujar Kaila dengan menarik nafasnya di ikuti Rara masih ngos-ngosan.


"Buang" lanjut Kaila.


"Lo kenapa?" tanya Kaila saat nafas Rara sudah mulai beraturan.


"Itu, tadi di persimpangan gue lihat Yuda gonceng sama cewek!" seru Rara membuat siswa lain yang mendengar itu menatap ke arahnya dan menajamkan pendengarannya.


"Jangan ngaco deh" Kaila yang tidak percaya dengan ucapan sahabatnya itu kembali memainkan ponsel miliknya.


"Gue gak ngaco Kai, dan lo tau? cewek itu posturnya sama persis dengan yang gue lihat di dalam restoran hari itu!" ucap Rara masih dengan nada hebohnya membuat seisi kelas mulai kasuk kasuk tidak jelas membahas ucapan Rara.


Kaila perlahan menaikan pandangannya menatap Rara yang berdiri di hadapannya dengan meja sebagai pembatasnya. "Lo serius?" tanya Kaila memastikan.


Rara mengangguk-angguk kepalanya dengan cepat tanda apa yang ucapkan tidak bohong.


"Tapi gue yakin Yuda gak bakal lakuin hall itu" masih dengan pikiran yang positif Kaila lebih percaya dengan Yuda, walau hatinya sendiri berkata lain.

__ADS_1


"GOBLOK!" teriak Rara yang frustasi dan untuk kedua kalinya Kaila tidak mempercayai ucapannya.


Rara yang tidak suka Kaila mencuekkinya langsung merebut hp milik Kaila.


"Kembali in Ra!" pinta Kaila dengan tangan yang mencoba meraih hp nya tapi Rara dengan cepat menyembunyikan di balik badannya.


"Gue serius bego!" tegas Rara di tariknya tangan Kaila dengan paksa membuat Kaila mengikuti langkah kaki Rara. "Gue bakal bukti in sama lo apa yang gue lihat kali ini gak salah!" lanjut Rara.


"Ra, lepas in!" pinta Kaila tapi Rara masih menariknya ke arah parkiran,dan dari kejauhan keduanya melihat Yuda yang baru saja datang dan memarkirkan motornya di parkiran.


"Heh!" tegur Rara dengan membalikan tubuh Yuda.


"Lo apa apaan sih hah?!" ucap Yuda yang tidak suka dengan sifat Rara. "Lo punya masalah sama gue?" ucap Yuda menatap Rara yang sudah cari gara gara dengannya di pagi hari.


"Lo tadi boncengin cewek kan?!" tanya Rara to the poin dengan nada penuh selidik, sedangkan Kaila hanya melihat keduanya secara bergantian untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.


"Cewek? mata lo buta apa gimana? jelas jelas gue datang ke sekolah sendirian!" jawab Yuda.


"Punya bukti apa lo atas tuduhan tidak masuk akal lo itu?!" tanya Yuda kan kali ini Rara tidak bisa menjawab pertanyaan itu karena memang dirinya tidak memiliki bukti apa apa, dan sekarang baru dia menyesali kebodohannya kenapa tadi dia tidak mengambil foto mereka berdua dan malah langsung pergi gitu aja.


"Punya bukti?" tanya Yuda lagi dan kali ini dengan tatapan meremehkan.


"Tapi gue yakin lo udah selingkuh di belakang Kaila! karena gue juga pernah lihat lo di salah satu restoran dan lebih parahnya lagi lo main suap suap an sama tu cewek!"


Yuda menatap wajah Rara dengan malas dan bergantian menatap wajah Kaila yang berdiri di samping Rara yang tengah memperhatikan keduanya.


"Apa kamu percaya dengan ucapan dia?" tanya Yuda dengan menunjuk wajah Rara dengan jari telunjuknya tapi segera di tepis oleh Rara.


Kaila yang mendapatkan pertanyaan itu sedikit kikuk, di satu sisi ia ingin sekali percaya dengan Yuda kalo dirinya tidak selingkuh, tapi di satu sisi juga hatinya perlahan mulai menaruh kecurigaan kepada Yuda dari Rara yang bilang kalo Yuda bersama seorang perempuan, sifat Yuda yang mulai berubah darinya, walau selalu ia tepis perasaan itu dengan cepat tapi dengan cepat juga perasaan itu kembali hadir di hatinya.


"A-aku..."

__ADS_1


"Kamu percaya?!" potong Yuda saat suaranya terbata bata.


"Diam dulu bego! biar Kaila bicara dulu!" kini gantian Rara yang menegur Yuda dengan mendorong bahu laki laki itu, membuat Yuda berjalan beberapa langkah kebelakang.


"Ck..." decak Yuda kesal.


"Gue gak tau mana yang benar dan mana yang salah disini! karena sifat kalian berdua yang gak jelas!"


"Gak jelas? lo bilang gak jelas Kai?" tanya Rara dengan mengelengkan kepalanya tidak percaya.


"Apa kamu lebih percaya dengan omong kosong yang tidak bermutu dari perempuan ini?, dari pada pacar kamu sendiri?, hah..." Yuda menghela nafas kasar setelah mengucapkan kalimat tadi.


"Iyah kalian gak jelas!, di satu sisi Rara selalu ngeliat kamu berdua sama cewek walau aku belum pernah lihat pakai mata kepala aku sendiri!" ucap Kaila menatap wajah Rara yang masih mengumpat di dalam hati karena kebodohannya.


"Dan kamu Yuda!" Kaila beralih menatap wajah Yuda yang berdiri tepat di hadapannya. "Setelah kita merayakan Anniversary kita yang kedua tahun hari itu, sifat kamu belakang ini yang mulai berubah dan itu juga bikin aku mulai curiga sama kamu!" ucap Kaila mengeluarkan apa yang beberapa hari belakangan ini ia pendam sendirian.


Rara yang mendengar kata perubahan menatap penuh curiga ke arah Yuda dari samping.


Yuda yang baru sadar akan hall itu merutuki kebodohannya, kenapa ia bisa sampai lupa kalo dirinya masih punya kaila, Yuda yang tidak ingin berlama lamaan dengan pikirannya perlahan meraih kedua tangan Kaila. "Maaf" lirih Yuda dan itu membuat Kaila membuang pandannya ke arah lain.


"Aku gak maksud untuk cuek sama kamu belakang ini..."


"Ya terus alasannya apa?!" tanya Kaila memotong ucapan Yuda.


Yuda hanya diam karena ia tidak bisa menjawab pertanyaan kaila kali ini.


"Jangan salahkan aku, kalo aku beneran curiga sama kamu yang selingkuh di belakang aku!" tegas Kaila berusaha menahan air matanya.


Kaila melepaskan genggaman tangan Yuda dan melangkah pergi, tapi baru dua langkah kaki Kaila berjalan tangannya sudah kembali di tahan oleh Yuda, Kaila kembali menatap wajah Yuda yang sudah berdiri di sampingnya.


"Aku gak selingkuh Kai"

__ADS_1


__ADS_2