Dua Garis Merah Di SMA

Dua Garis Merah Di SMA
Jangan Pernah Lo Sakiti Dia!


__ADS_3

"Kaila!"


Gadis itu menoleh ke sumber suara dimana Rara yang baru saja dari kantin tengah berlari ke arahnya yang berhenti di ambang pintu kelas.


"Lo kemana aja kemarin gak masuk?" tanya Rara yang sudah berdiri di hadapan Kaila.


"Gu-gue kemarin ke luar kota nemenin nyokap, bokap gue ke acara saudara" ucap Kaila bohong memilih melangkah masuk ke dalam kelas di ikuti Rara yang mengekor di belangnya.


"Tumben lo mau ikut acara gituan, biasanya mau sepenting apapun tuh acara lo lebih mentingin sekolah" duduk di samping sahabatnya Rara menatap lekat wajah Kaila.


"Ya karena gue di paksa sama kak Riko"


"Kemarin guru bahas materi apa?" tanya Kaila mengalihkan topik pembicaraan.


Rara mengangkat bahunya. "Gue gak tau" fokus pada makanannya Rara memilih menghabiskan makanannya sebelum guru datang.


Kaila mengelengkan kepalanya, mengerakan kursi di hadapannya membuat Dinda menoleh kebelakang. "Pinjem buku dong, gue telat materi kemarin"


"Nih. Eh Kai kemarin Yuda nyari in lo" ucap Dinda menyerahkan buku miliknya.


"Yuda?" tanya Kaila mendapatkan anggukan dari Dinda. "Ngapain tuh orang nyari in gue?" tanya dengan tatapan bingungnya.


"Gue gak tau kenapa nya karena Yuda cuma bilang sama gue, kalo lo udah masuk gue di suruh kasih tau lo untuk nemuin dia" ucap Dinda menyampaikan pesan Yuda kemarin.


"Males gue ketemu sama tu orang" membuka buku milik Dinda Kaila memilih menyalin catatan ke bukunya dari pada harus mengurusi orang yang tidak penting sama sekali.


"Assalamualaikum"


"Walaikumsalam, bu" ucap satu kelas kompak saat guru mapel jam pertama mereka sudah datang. Membuat semua murit fokus ke papan tulis dimana guru mereka tegah menerangkan materi untuk ujian satu minggu lagi.


***


Kelas sudah sepi sejak beberapa menit yang lalu karena memang jam istrirahat juga sudah tiba, Kaila yang tidak nafsu makan memilih duduk di dalam kelas membaca buku novel kesukaannya, baru saja ia akan membuka lembar selanjutnya buku yang ia pegang sudah di rampas begitu saja oleh seseorang.


Geram dengan orang tersebut Kaila melayangkan tatapan tajam pada laki-laki di hadapannya. "Brengsek!" umpat Kaila.


"Balikin buku gue Yuda!"


"Kenapa lo gak nemuin gue saat Dinda udah kasih tau lo!"


"Karena lo bukan orang yang penting yang harus gue temui!" berdiri dari duduknya Kaila berniat keluar dari kelas memilih menyusul Rara yang masih dikantin.


Melihat Kaila berjalan keluar Yuda langsung menarik tangan gadis itu secara paksa, menariknya ke taman belakang sekolah.


"Sakit anjing!" Kaila yang merasa pergelangan tangannya terasa sakit karena memang Yuda menariknya dengan sangat kasar.


"Lepas Yuda!!!" teriak Kaila setelah sampai di taman belakang sekolah. Yuda menghempaskan tangan Kaila begitu saja membuat gadis itu meringis kesakitan dan pergelangan tangannya sudah merah karena ulah manusia di hadapannya.


Kaila yang tidak ingin berada di sana dengan Yuda berniat pergi tapi sayang Yuda menghalangi jalannya membuat Kaila mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Minggir!"


"Gak!"


"Gue gak mau nanti pacar lo liat kita bersua di sini bisa-bisa tu sokSuci ngira gue perebut pacar orang!" mendorong tubuh Yuda dengan kuat kebelakang Kaila mengayunkan kakinya.


Baru saja kakinya terayun di udara Yuda lebih dahulu menarik tangan Kaila agar berdiri di hadapannya. "Gue mau ngomong sama lo!"


"Gue gak mau! dan gak sudi ngomong sama cowok brengsek kaya lo!"


"Kai!"


"Apa?!" balas gadis itu galak.


"Kasih waktu gue buat bicara sama lo Kai, ini serius" kini suara laki-laki pelan tidak sekeras tadi.


Kaila membuang pandangannya ke arah lain, rasanya benar-benar malas harus berhadapan dengan Yuda, laki-laki ter-berengsek yang pernah ia temui seumur hidupnya.


"Kai" panggil Yuda sekali lagi.


"Lima menit!" jawab Kaila cepat.


"Kita ngobrolnya sambil duduk ya"


"Ngomong sekarang!, atau gue pergi sekarang!"


Yuda menahan tangan Kaila yang hendak melangkah pergi dan segara di tepis oleh kaila, mengusap kulit tangannya beberapa kali seperti Yuda adalah najis terbesar yang tidak boleh di sentuh oleh kulitnya sedikit pun. "Cepat!" kesal Kaila saat laki-laki itu belum mengatakan apapun.


"Tinggal tiga menit" suara Kaila kembali terdengar saat Yuda hanya diam saja.


"Sebentar lagi bokap, nyokap gue pulang dan mereka pengen ketemu sama lo" kata Yuda saat gadis itu mulai menyebut waktu yang ia miliki.


Kaila menatap sinis wajah laki-laki di hadapannya. "Bukannya pacar lo Suci sekarang? terus kenapa harus gue yang ketemu sama orang tua lo?, kenapa gak lo suruh tu sampah aja yang ketemu sama orang tua lo?" Kaila tidak habis pikir dengan jalan pikiran laki-laki itu, sebenarnya dia itu benaran bodoh? atau goblok? ah bukanya dua-duanya sama saja?.


"Gue serius Kai!"


"Gue juga serius bodoh!"


"Lo bisa gak ngomong gak usah pakai kata-kata kasar, kaya orang gak berpendidikan tau gak!"


Mendengar itu Kaila menyunggingkan senyumnya. "Lo bilang gue gak berpendidikan?,terus lo apa hah?, lo pikir lo udah paling pintar gitu di sini?!, modal tampang doang gak tapi attitude nol BESAR!" tekan gadis itu pada kalimat terakhirnya.


Melihat laki-laki itu hanya diam saja Kaila melangkah dengan menunjukan senyuman sinisnya.


"Gue mau lo gugurin anak itu hari ini juga Kai!" ucap Yuda dengan lantang membuat langkah Kaila terhenti. "Karena gue yakin lo belum gugurin tu anak haram!"


Tangan Kaila terkepal di samping tubuhnya, giginya saling bergesekan saat laki-laki itu berhasil memancing amarahnya, membalikan badannya Kaila berjalan ke arah Yuda menampar kuat pipi laki-laki itu dengan nafas memburu.


"Lo gak berhak nyuruh gue gugurin nih anak!"

__ADS_1


"Anak itu cuma bawa kesialan Kai!"


"Bukan anak gue yang bawa kesialan bajingan!, tapi lo!, lo yang bawa kesialan itu dalam hidup gue!"


"Gue gak habis pikir sama tuhan kanapa tuhan bisa nyiptain manusia tanpa otak dan hati kaya lo!"


"Sekarang kita klinik aborsi!" ucap Yuda tak menghiraukan hinaan Kaila, menarik tangan Kaila tangan gadis itu secara paksa agar bisa ikut dengannya.


"Yuda lepas!, gue gak mau lo bawa ke klinik aborsi!"


Menghentikan langkah Yuda menatap tajam Kaila. "Gue gak mau suatu saat nanti lo bakal bawa-bawa nama gue untuk anak haram itu!" melanjutkan langkahnya Yuda menyeret tubuh Kaila kasar.


"Yuda lepas!!"


Bugh...


Suara pukulan membuat Kaila tersentak kaget, Raka menarik tangan Kaila agar menjauh dari Yuda yang tengah mengusap pipinya. Menatap Kaila Raka memastikan kalo gadis itu tidak tersakiti.


"Lo gak papa?" tanya Raka menatap seluruh tubuh Kaila.


Kaila mengelengkan kepalanya. "Gue gak papa Ka"


Yuda menegapkan badannya yang sempat terhiyung kesamping karena bogem mentah yang di berikan Raka. Berjalan mendekat ke arah Raka Yuda ingin membalas pukulan yang laki-laki itu berikan pada dirinya.


"Raka awas!!" teriak histeris saat Yuda sudah melayangkan tangannya ke udara.


Mengikuti arah pandang Kaila, Raka melihat Yuda yang sudah siap memberikan bogem mentah padanya. Dengan gerakan cepat Raka membawa Kaila ke dalam pelukannya melangkah mundur dengan sigap menghindar pukulan Yuda, alhasil laki-laki itu hanya memukil angin. Dengan Kaila yang masih ada dalam pelukannya gadis itu memilih memejamkan matanya.


"Brengsek!" geram Yuda saat ia gagal mendatangkan pukulan di wajah Raka. "Lebih baik lo pergi dari sini? sebelum gue habisi lo sekarang juga!"


"Ok gue bakal pergi" menuruti apa yang laki-laki itu inginkan Raka menggenggam tangan Kaila berniat membawa gadis itu pergi dari taman.


"Lo gak boleh bawa dia!" Yuda menahan satu tangan Kaila membuat Raka menghentikan langkahnya.


"Memang lo siapa ngatur-ngatur gue buat bawa Kaila pergi?. Lo itu cuma mantannya dan gak lebih dari itu!. Ingat itu!"


"Lo pikir lo siapanya Kaila hah?" Kini Yuda membalikan pertanyaan itu pada Raka membuat laki-laki itu hanya diam. "Lo itu gak lebih dari seorang murit ternakal di sekolah ini!"


Saat Raka hanya diam saja Yuda menarik tangan Kaila membuat genggaman tangan Raka pada pergelangan tangan Kaila lepas. "Sekarang lo ikut gue Kai karena urusan kita belum selesai!"


"Gak!,gue gak mau Yud!!"


Bugh...


Lagi-lagi Yuda menadapat kan bogem mentah dari teman satu kelasnya itu. "Jangan pernah lo sakitin Kaila atau buat dia ketakutan karena sikap banci lo itu!'"


"Karena sampai satu air mata saja yang jatuh dari kedua bola matanya gue bakal pasti in lo habis saat itu juga!!" tegas Raka setelah itu membawa Kaila pergi dari taman belakang sekolah meninggalkan Yuda yang tengah memakainya dari belakang sana.


***

__ADS_1


Jangan lupa Like,Komen, Vote, dan beri hadiah 🤗♥️


__ADS_2