Dua Istri Polosku

Dua Istri Polosku
TV LED


__ADS_3

Sinta ibunya Rahul langsung berlari menuju balkon kamar mereka, ia dengan tergesa-gesa menghampiri suaminya sedang membaca artikel.


"Pa, papa harus tahu. Kita akan mendapatkan menantu. Pa, Mama senang sekali." Sinta melompat-lompat kegirangan, Khairul melihat istrinya sambil menggelengkan kepala.


"Seronok sangat nih kenape? siape pulak yang nak khawin sampai kite nak dapatkan menantu? Rahul, mane mungkin die nak khawin, die tu...."


"Seriusan, Pa. Kata Khani, Rahul membawa pulang dua perempuan sekaligus, mereka kembar. Pokoknya nanti kita akan belanja untuk calon menantu kita, mama gak sabar banget ingin melihat mereka." Sinta memotong perkataan Khairul karena ia sangat senang.


"Budak mane pulak di ambil die? betul sikit Rahul tuh, nanti budak tak betol di bawa balek kerumah." Khairul khawatir jika Rahul membawa wanita yang tidak jelas pulang kerumah.


"Mana mungkin Rahul seperti itu, Pa. Sebaiknya kita bersiap, mama ingin belanja untuk calon menantu mama."


"Eh, calon mantu papa jugak lah tuh." Khairul ikut bersemangat, ia sangat penasaran perihal calon mantunya.


***

__ADS_1


Setelah selesai makan Rahul dan dua gadis itu masuk ke dalam rumah, Anjeli dan Anjela tak sabar ingin menonton di handphone mereka masing-masing. Sebelum itu Rahul mencari Khani dulu agar adiknya itu meminta maaf kepada Anjela dan Anjeli karena perbuatannya membuat mereka menangis. Kamar Khani di lantai satu melewati ruang TV, Rahul berjalan dulu dan di ikuti dengan Anjela dan Anjeli. Mata dua gadis kembar itu membulat sempurna melihat benda seperti handphone tetapi ukurannya lebih besar, bahkan lebih besar benda itu dari tubuh mereka.


"Bapak, handphone itu bisa di tonton?" tanya Anjela menunjuk TV LED yang menempel indah di dinding.


Rahul berhenti melangkah, ia melihat ke arah yang di tunjuk Anjela. Ia terkekeh saat Anjela menyebut benda itu handphone.


"Itu bukan handphone, tapi itu TV. Itu memang khusus untuk menonton, kalian bisa menggunakannya. Apa kalian mau menonton?"


Anjela dan Anjeli mengangguk semangat, mereka tidak jadi ke kamar Khani dan memutuskan untuk menonton TV. Rahul berjalan ke arah sofa dan menyuruh dua gadis itu duduk di sana, ia menghidupkan TV dan langsung keluar film Tom and Jerry yang di putar Bulat tadi. Anjela dan Anjeli bersuka ria melihat kucing dan tikus berbentuk kartun di dalam TV itu, mereka tak menghiraukan Rahul yang melihat mereka.


Perut Rahul tiba-tiba sakit, ia ingin buang air besar. Tanpa mengatakan apapun kepada dua gadis kembar itu ia langsung naik ke kamarnya dan langsung ke kamar mandi.


Anjeli dan Anjela begitu semangat menonton, mereka kecewa karena tiba-tiba iklan. Anjeli dan Anjela melihat remote yang di letakkan di meja oleh Rahul tadi, mereka langsung tersenyum melihat remote itu.


"Mungkin ada video lain," ucap Anjeli.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita tekan ini?" Anjela menunjuk tombol warna merah pertanda off.


"Tidak, bagaimana kita tekan yang ini?" Anjeli menunjuk tombol nomor 2.


Mereka mengangguk kompak, mereka menghitung satu sampai tiga dan hitungan ketiga Anjeli langsung menekan tombol 2.


"Akkhhhh..."


Praannggg...


Toples yang berisi cemilan yang di sediakan di atas meja kini sudah hancur dan makanan di dalam itu sudah berhamburan kemana-mana, Anjela dan Anjeli berpelukan setelah melempar toples itu ke TV yang tampak sempurna tadi. Saat mereka menekan tombol 2 siaran TV langsung berubah menjadi film horor, mereka melihat pocong yang tengah melihat mereka. Dengan cepat Anjela melempar toples ke arah pocong di dalam TV itu dan akhirnya bentuk TV itu menjadi rusak dan retak di mana-mana.


"Astaga!! kalian sudah gila hah?!"


🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2