
"Siapa namamu?"
"Namaku Anjeli!"
"Kau kenal Rosan?"
"Iya!"
"Kau kekasihnya?"
"Tidak!"
"Kau..."
"Anjeli bosan, ayo kita makan. Anjeli sangat lapar!" Anjeli memegang perutnya ia juga menggosok perutnya yang rata itu.
"Kau ini memang tidak sopan!"
"Jadi Anjeli harus bagaimana?"
"Panggil aku Tuan Muda!"
"Tidak mau!"
Mereka sedang berbaring di atas tempat tidur, tv masih menyala mempertontonkan mereka yang sedang melakukan tanya jawab. Anjeli baring sambil menghadap Dewa, sedangkan Dewa menatap langit-langit kamar.
"Sudah lama kau menjadi Tuan Muda di rumah ini?" tanya Anjeli.
"Pertanyaan bodoh macam apa itu, jelas sekali aku ini Tuan Muda yang di segani di rumah ini" jawabnya sombong.
"Cuma kau saja yang tidak segan." sambungnya lagi.
"Kau ini tampak baik, tapi sayang kau terlihat sangat jelek." balas Anjeli dengan bohong.
"Kau mengatakan aku jelek?!"
"Tentu saja, lebih tampan Abang Rahul daripadamu!"
"Ck... namanya Rahul hahaha, apa hidungnya semancung aktor India. Palingan pesek seperti di pijak gajah hahaha..." Dewa tertawa membayangkan wajah Rahul yang memiliki hidung pesek, ia tak dapat membayangkan jika Rahul di bandingkan dengan aktor terkenal di India itu.
__ADS_1
"Daripada namamu, nama Dewa tapi di panggil Tuan Muda. Ck... Tuan Muda seperti apa yang jelek sepertimu? Anjeli yakin kau hanya menganggap dirimu Tuan Muda. Apanya yang di takuti, yang di segani, yang kejam. Hahahaha... kau lucu sekali, Dewa. Anjeli yakin jika kau hanya anak manja dan kau akhhh..."
Anjeli merasakan sakit di kepalanya, ia meringis kesakitan saat Dewa menarik dan mencengkram rambutnya dengan kuat.
"Kau sudah melampaui batas mu gadis ingusan, kau belum tahu aku sebenarnya. Jadi jangan coba-coba memancing amarahku!" ucap Dewa dengan penuh penekanan, ia tetap mencengkram kuat rambut Anjeli.
Anjeli merasakan sakit di kepalanya, namun ia juga menatap Dewa dengan tajam. Anjeli dengan sekuat tenaga dan menahan sakit di kepalanya, ia langsung bangkit dan duduk di atas perut Dewa.
"Kau menarik rambut Anjeli, hah! Anjeli akan menarik rambutmu juga, hiyakkk..."
"Argggghhhh, lepaskan aku!"
Tidak hanya menarik rambut Dewa kuat-kuat, Anjeli juga memukul wajah Dewa dengan kuat pula.
"Beraninya kau dengan Anjeli! Mati kau Dewaaa..."
"Uhuukkkk... uhuukkkk..."
Anjeli mencekik leher pria itu dengan kuat, semua yang di lakukannya ia tiru lewat film yang di tontonnya.
Aksi mereka terus berlanjut, Anjeli dengan begitu sekuat tenaga melawan Dewa. Begitupun dengan Tuan Muda itu, ia tidak ingin kalah dari Anjeli. Dewa tak memikirkan jika yang di lawannya adalah perempuan, ia tidak melepaskan cengkraman tangannya di rambut Anjeli, malah ia makin kuat menarik rambut panjang itu.
"Argggghhhh...."
Anjeli menggigit bibir Dewa sampai berdarah, setelah merasa cengkraman tangan Dewa di kepalanya sudah terlepas dengan cepat Anjeli mencengkeram kuat pusaka kebanggaan Dewa.
"Aaaammmpuuunnnn..." teriak Dewa merasakan kesakitan di juniornya, ia sampai mengeluarkan air mata karena Anjeli tidak hanya mencengkram tapi juga memukulnya.
"Mati Kau!"
***
Rahul dan Anjela menunggu Rosan dan Anjeli tiba, tapi sudah dua jam menunggu mereka belum mendapatkan kabar juga. Rahul tidak dapat menghubungi Rosan karena nomor itu tidak aktif, Rahul juga menghubungi ke nomor Anjeli tetapi nomor itu juga tidak aktif.
"Kemana mereka? kita akan berangkat sebentar lagi." Rahul gelisah, ia khawatir jika terjadi apa-apa dengan Rosan dan Anjeli.
"Abang, kenapa mereka belum sampai? Bagaimana dengan Anjeli?" tanya Anjela juga khawatir, tidak melihat kembarannya membuat ia merasakan kehilangan.
"Kita tunggu sebentar lagi ya, Abang juga khawatir takut terjadi apa-apa dengan mereka."
__ADS_1
"Apa kita tidak perlu menyusul, Anjela takut jika Anjeli tidak sampai ke sini."
"Kita tunggu sebentar lagi, jika mereka tidak sampai terpaksa kita tidak jadi berangkat. Astaga, kemana mereka pergi? tidak mungkin Rosan terlupa jalan menuju bandara."
"Abang, sebaiknya kita pulang. Bukannya sedari awal ini tidak baik."
"Kalau kita pulang berarti Abang akan menikahkan salah satu dari kalian dan itu berarti kamu, lalu bagaimana dengan Anjeli?"
"Anjeli bisa menikah dengan Kak Rosan, tapi biarkan dia tinggal di rumah Abang agar Anjela bisa melihatnya terus."
"Dan Anjeli melihat kita terus, dia pasti sakit hati, Anjela. Kamu tidak memikirkan perasaannya nanti?"
"Kalau begitu Abang saja menikah dengan Anjeli!" jawab Anjela dengan wajah kesal.
"Kamu kok berubah gini sih?" tanya Rahul yang tak paham dengan sikap Anjela.
"Sudahlah, ayo kita pulang!"
"Anjela, maksud kamu bagaimana sih? Saya benar-benar nggak ngerti loh, kamu kenapa berubah seperti ini?"
"Anjela itu sayang sama Abang Rahul, itu saja."
"Saya tahu kamu sayang dengan saya dan saya pun begitu, lalu?"
"Ayo kita menikah!"
"Iya, kita akan menikah bersama Anjeli."
"Abang, apa Abang tidak lihat jika Kak Rosan menyukai Anjeli? Anjela yakin jika sekarang Anjeli sedang di ajak jalan-jalan sama Kak Rosan."
"Maksud kamu, Rosan menginginkan Anjeli?"
"Iyalah, Anjela lihat gerak-geriknya tadi waktu di rumah."
"Sialan!" umpat Rahul dalam hati.
🌹🌹🌹🌹
Guys Anjeli cocok nggak sih sama Dewa?
__ADS_1
😁