Dua Istri Polosku

Dua Istri Polosku
Video Gila


__ADS_3

Rahul kembali ke dalam rumah dengan wajah yang sumringah, sebelum menuju ke kamar si Kembar ia menuju dapur dulu untuk minum.


"Kenikmatan dunia akan segera datang." ucap Rahul setelah meminum air, ia begitu lega saat rencananya sudah tersusun rapi.


"Mentang-mentang mau nikah udah mikir kenikmatan dunia aja." Bulat yang tadi baru mau ke dapur mendengar apa yang di katakan Rahul barusan.


"Bulat, jangan begitu dong. Aku akan membuat istriku lemas nanti, aku yakin mereka akan menjerit-jerit nanti hahaha..." Rahul tertawa setelah menghayal yang tidak-tidak.


"Mereka?"


"Maksudku Anjela."


"Cih... Abang kan udah tua, kalau begituan pasti akan cepat lemas." ledek Bulat, ia melihat ke daerah kepemilikan Rahul yang menonjol.


"Justru aku udah tua dan tidak pernah di pakai, aku bakal hajar habis-habisan istriku sampai dia minta ampun." Rahul berbicara besar, Bulat yang mendengar itu hanya menyunggingkan senyumnya saja.


"Hmm.. iyalah tuh." jawab Bulat tak ingin meladeni bual Rahul.


"Aku mau naik dulu, mau lihat calon istriku." Rahul berjalan hendak pergi dari sana, tak lupa ia memukul perut Bulat lumayan kuat.


"Dasar! untung aja Abang ipar."


Rahul bersuka cita, ia langsung naik kelantai dua dan tanpa mengetuk pintu ia langsung masuk ke dalam kamar gadis kembar itu. Rahul melihat Anjela sedang menelungkup di atas tempat tidur, ia juga mendengar bunyi air di dalam kamar mandi, ia yakin jika Anjeli sedang mandi.


"Tumben tidak mandi bersama." gumam Rahul.


Tidak ingin memikirkan itu lama-lama, ia langsung berjalan dengan berjinjit mendekati Anjela. Mata dan telinga Rahul benar-benar terpasang dengan jelas, ia tidak menyangka jika Anjela sedang menonton video mes*m.


"Parah, siapa yang mengajarinya?" tanya Rahul dalam hati.


Mendengar suara-suara di handphone itu membuat Rahul melayangkan pikiran jauh, ia perlahan menyentuh bahu Anjela dari belakang. Anjela yang kaget dengan cepat memasukkan handphonenya di bawah bantal.


"Saya sudah melihatnya tadi, apa kamu suka?"

__ADS_1


Anjela membalikkan badannya melihat Rahul, nafasnya memburu cepat karena takut ketahuan.


"An.. an..."


Anjela gugup mengatakan itu, ia melihat Rahul seperti melihat saat kejadian di dapur waktu itu.


"Siapa yang mengajarimu?" tanya Rahul, ia naik ke atas tempat tidur dan mengurung Anjela di bawah tubuhnya.


Anjela menggelengkan kepalanya kuat, ia menelan air ludahnya beberapa kali. Rahul mendekatkan bibirnya ke telinga Anjela, gadis itu sampai gemetaran.


"Cium saya!" bisik Rahul.


Mendengar apa yang di katakan Rahul tadi dengan cepat Anjela mengecup pipi Rahul.


"Kau lupa bagaimana caranya berciuman?" tanya Rahul melihat wajah gugup Anjela.


Anjela hanya menggelengkan kepala, ia tahu betul bagaimana Rahul mengajarinya kemarin.


"Anjela takut."


Rahul menatap mata Anjela dalam, membuat wajah Anjela bersemu merah.


"Buka mulutmu sedikit!"


Mendengar itu Anjela hanya menurut, ia sangat kaget saat tiba-tiba mendapatkan lum*tan dari Rahul. Karena Anjela sudah pernah melakukannya sebelum itu, ia jadi terbiasa. Anjela membalas lum*tan itu, merenggut sama-sama terengah-engah satu sama lain.


Rahul membaringkan dirinya di sebelah Anjela setelah aksi mereka itu, ia mendengar suara nafas Anjela dan ia juga mendengar gemircik air dari kamar mandi.


"Siapa yang mengajari kamu menonton itu?" tanya Rahul saat mendengar suara nafas Anjela sudah teratur.


Anjela melihat wajah Rahul takut-takut, ia menggelengkan kepalanya cepat.


"Jawab!" suara Rahul agak meninggi.

__ADS_1


Anjela sangat takut kena marah, ia akhirnya menjawab jujur.


"Kakak Khani yang mengajari Anjela, kata kakak itu bagus untuk malam pertama. Kakak juga bilang kalau Anjela harus belajar dari situ, Kakak Khani juga bilang kalau Abang akan menyukainya." jawab Anjela agak pelan, ia bergeser sedikit menjauh dari Rahul.


"Dasar anak itu! Apa Anjeli juga menonton?" tanya Rahul lagi, ia khawatir jika Anjeli melakukan hal yang tidak-tidak di kamar mandi setelah menonton video gila itu.


"Anjeli tidak tahu, Kakak Khani datang dan mengajari Anjela saat Anjeli sudah di kamar mandi."


"Kamu ini ya, kenapa harus mau melaksanakan apa yang di suruh Khani?" tanya Rahul agak kesal, ia juga ingin marah dengan Khani karena mengajarkan menonton yang tidak-tidak.


"Kata Kakak Khani itu bagus untuk orang menikah, katanya biar makin bahagia pernikahannya. Anjela mau bahagia." jawab Anjela polos.


Rahul menggarukkan kepalanya yang tidak gatal, "lain kali jangan di tonton lagi, otak kamu bisa rusak nanti." kata Rahul mengingatkan.


"Gara-gara itulah otakku jadi rusak." tambah Rahul lagi dalam hati.


"Tapi otak Kakak Khani tidak rusak, katanya itu malah bagus."


"Bagus apanya?! kamu lihatkan dia itu agak rada-rada."


"Maksudnya?" tanya Anjela tidak mengerti.


"JATUH BANGUN AKU MENGEJARMU... AAAZZZEKKK... NAMUN DIRIMU TAK MAU MENGERTI... ASSSOOOYYY..."


Rahul dan Anjela kaget saat mendengar suara Anjeli bernyanyi dengan melengking keras, Anjela ingat betul jika Anjeli sangat suka mendengarkan lagu itu jika memegang handphone.


"Anjeli nyanyi?" tanya Rahul tak menyangka, padahal ia benar-benar mendengar suara cempreng Anjeli.


"DI... GOYANG BANG... YUHUUUU..."


"Astaga." gumam Rahul, sementara Anjela hanya terikikik geli mendengar suara kembarannya itu.


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2