
Warning yang masih Bocil harap jangan di baca!!! 🔞🔞🔞🔞🔞
Rahul dan Dewa sedang di depan pintu kamar mereka masing-masing. Kamar mereka berjauhan jadi mereka tidak saling bertemu. Sudah puluhan hampir ratusan kali mereka mengetok pintu dan meminta buka pintu tapi Anjela dan Anjeli tidak membuka pintu. Apa yang di katakan Iskandar semua di ikuti oleh si kembar.
Jamu yang di beri Iskandar sekarang tersisa setengah botol, mereka meminumnya hanya setengah karena ingin tahu reaksi dari jamu tersebut.
Nyatanya jamu itu tidak hanya menguatkan, tapi kurang lebih seperti obat perangsang. Pusaka mereka tegak berdiri sepanjang malam, tak ada yang mengobatinya selain tangan mereka sendiri. Walaupun berusaha meredakannya, namun jika gua di dalam tidak di masuki membuat mereka mabuk kepayang.
Jam lima pagi Anjela terbangun, tak lama itu juga Anjeli ikut terbangun. Mereka sama-sama penasaran apa yang terjadi di luar. Tanpa cuci muka ataupun ke kamar mandi, mereka langsung membuka pintu kamar.
Anjeli kaget melihat Dewa yang terbaring di depan pintu kamar, tidak hanya berbaring di sana, tapi juga sedang memegang pusaka nya yang tegak menantang. Sama seperti Anjela ia juga kaget melihat Rahul yang terlentang di lantai sambil memegang pusaka nya.
Dewa melihat Anjeli yang menatapnya kaget sampai menutup mulut langsung duduk, ia juga langsung meminum sisa jamu yang di beri Iskandar.
"Ayang." panggil Anjeli.
"Masuk, layani aku!" kata Dewa saat telah berdiri.
Sementara Rahul dan Anjela, merekapun sama. Rahul ingin membalas perbuatan istrinya. Ia meminum jamu itu sampai habis. Ia menatap lapar Anjela.
Di kamar lain, setelah mengunci pintu. Dewa langsung menelentangkan Anjeli ke atas tempat tidur. Sebelum itu ia sudah menanggalkan pakaian Anjeli dan dirinya.
Kepala Anjeli menoleh kesana kemari, mulutnya kadang terbuka menikmati permainan Dewa. Ujung dada itu menjadi bulanan Dewa, di hisapnya kuat sampai Anjeli menjerit. Dewa tanpa ampun, melahap kedua bukit kembar itu secara bergantian.
Rahul juga membuat Anjela menjerit-jerit, ia sudah membuka kedua kaki Anjela lebar-lebar. Menghisap dan menjilat di sana. Tak bertahan lama Anjela sudah mencapai puncak, namun kegiatan mulut Rahul tak berhenti.
__ADS_1
***
"Ampun, Ayang! Akhh ..."
Dewa menelungkupkan istrinya, ia menarik pinggul Anjeli agar terangkat keatas. Kemudian ia menghujam pusaka nya masuk ke dalam gua yang membuatnya gila sepanjang malam.
Anjeli baru tahu gaya ini, ia melolong panjang saat benda itu memasuki liang nya makin dalam. Bagai kuda liar dewa menunggangi Anjeli, pikirannya melayang sudah menikmati kenikmatan tiada tara.
Berbeda dengan Anjela, ia di gendong oleh Rahul. Anjela merangkul leher Rahul agar tidak terjatuh. Kepalanya mendongak dan mulutnya menganga saat benda besar itu masuk ke dalam miliknya, masuk seutuhnya sampai mata hitamnya sedikit terlihat.
Rahul mengguncang Anjela dengan cepat, tak lupa ia menyambut bukit kembar itu dengan mulutnya. Ia merasa perkasa setelah meminum jamu itu. Melihat wajah Anjela yang pasrah meminta lebih membuat ia makin semangat.
***
Hari sudah menunjukkan pukul 10 pagi, kedua pasangan suami istri itu sedang di dalam kamar mandi, tepatnya di bathtub. Dengan berendam air hangat, mereka masih melakukan aksinya.
Rahul dan Dewa tak ingin melepaskannya, sebab pusaka mereka seperti di urut-urut di dalam sana.
Dewa melihat mata Anjeli sayu redup, ia menggerakkan sedikit tubuhnya agar Anjeli melihat kearah.
"Ayang." panggil Anjeli dengan pelan.
Mereka masih berpangku, melihat Anjeli sudah aktif lagi. Dewa memegang pinggul istrinya dan di goyangkannya dengan pelan.
"Ah ..."
__ADS_1
"Enak?"
Anjeli hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Kenapa pintu ditutup semalam?"
"Papi yang suruh!"
Mendengar itu Dewa makin gencar melakukan aksinya sampai Anjeli tak sanggup lagi. Kepalanya bersandar di dada bidang suaminya.
"Ah ... Ayang sudahlah, ini sangat perih."
Dewa mengangguk, ia semakin cepat melakukan aksinya karena ia juga ingin mencapai puncak. Sama dengan kamar mandi lainnya, Rahul makin cepat melakukannya agar segera mencapai puncak.
Nafas mereka sama-sama memburu, mereka sangat kelelahan. Selesai dari kamar mandi dan mandi sebentar di sana. Rahul dan Dewa mengendong istrinya dan membawa ke atas tempat tidur.
Mereka berbaring dan tak lama itu terlelap, tanpa busana dan hanya menutupinya menggunakan selimut.
***
"Mereka tidak keluar kamar dari tadi. Apa mereka kesiangan?" Aina sibuk dari tadi memikirkan anak-anaknya, saat ingin ke kamar si kembar Iskandar selalu mencegatnya.
"Malam tadi malam Jum'at, suailah kalau mereka tidak keluar kamar hari ini." jawab Iskandar.
"Iya juga ya!"
__ADS_1
🔞🔞🔞🔞
Dialognya ku bikin sedikit 😁🙏